Benarkah Pemerataan Lapangan Kerja Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 08 Juni 2026 | 11:32 WIB
Benarkah Pemerataan Lapangan Kerja Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi?
Potret Kemacetan di Perkotaan (Pexels/Dapur Melodi)

Suara.com - Kemacetan dan polusi udara sering dianggap sebagai konsekuensi tak terhindarkan dari pertumbuhan kota besar. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa salah satu solusi yang mungkin paling efektif justru bukan sekadar membangun transportasi umum atau kawasan transit, melainkan menghadirkan lebih banyak lapangan kerja dekat dengan tempat tinggal warga.

Temuan ini muncul dari penelitian yang dilakukan oleh Florida Atlantic University dan dipublikasikan dalam Journal of Urban Mobility. Studi tersebut mengkaji konsep 15-minute city atau kota 15 menit, yakni gagasan bahwa warga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari—termasuk bekerja, berbelanja, dan bersosialisasi—dalam radius sekitar 15 menit dari rumah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor terpenting untuk mewujudkan konsep tersebut bukan hanya keberadaan fasilitas publik atau akses transportasi, melainkan kepadatan lapangan kerja di sekitar kawasan permukiman.

Lapangan Kerja Dekat Rumah, Mobilitas Lebih Pendek

Peneliti menganalisis hampir 200 kawasan di sekitar stasiun transit di Portland dan Washington D.C., Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa warga cenderung lebih sering beraktivitas di lingkungan sekitarnya ketika tersedia banyak peluang kerja di kawasan tersebut.

Menurut Associate Professor Department of Urban and Regional Planning Florida Atlantic University, Louis A. Merlin, kepadatan lapangan kerja menjadi indikator paling kuat dalam menciptakan lingkungan yang mandiri.

"Di kedua wilayah tersebut, kepadatan lapangan kerja secara konsisten muncul sebagai prediktor terkuat perjalanan lokal," kata Merlin.

Kawasan dengan banyak lapangan kerja memungkinkan warga tinggal, bekerja, berbelanja, dan bersosialisasi tanpa harus melakukan perjalanan jauh setiap hari. Kondisi ini secara otomatis mengurangi kebutuhan mobilitas jarak jauh yang selama ini menjadi penyebab kemacetan di banyak kota.

Pelajaran untuk Jabodetabek

baca juga

Temuan tersebut relevan untuk membaca persoalan perkotaan di Indonesia, terutama di kawasan metropolitan Jabodetabek.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sekitar 3,6 juta pekerja di Jabodetabek bekerja di luar kota tempat tinggalnya. Fenomena komuter ini terjadi karena aktivitas ekonomi dan lapangan kerja masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama Jakarta.

Akibatnya, jutaan orang harus melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari dari kota penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor menuju pusat-pusat pekerjaan. Selain memicu kemacetan, pola ini juga meningkatkan konsumsi bahan bakar dan emisi kendaraan yang berdampak pada kualitas udara.

Dalam konteks ini, pemerataan lapangan kerja dapat dipandang sebagai strategi yang tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga dengan pengelolaan transportasi dan lingkungan.

TOD Saja Tidak Cukup

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun MRT, LRT, dan KRL untuk mendorong penggunaan transportasi massal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon

Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:29 WIB

Polusi Udara Level 'Aman' Tetap Berisiko Bagi Kesehatan, Apa Dampaknya?

Polusi Udara Level 'Aman' Tetap Berisiko Bagi Kesehatan, Apa Dampaknya?

Your Say | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB

Terkini

IU Tunda Konser dan Perilisan Album Baru, Imbas Kondisi Kesehatan Memburuk

IU Tunda Konser dan Perilisan Album Baru, Imbas Kondisi Kesehatan Memburuk

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:40 WIB

Tiga Titik Putaran Balik di Cakung-Cilincing Bakal Ditutup Setiap Sore Sampai Arus Lalin Lancar

Tiga Titik Putaran Balik di Cakung-Cilincing Bakal Ditutup Setiap Sore Sampai Arus Lalin Lancar

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:35 WIB

MultiRealm Games Bidik Amerika Latin hingga Eropa di Tengah Ledakan Industri Game

MultiRealm Games Bidik Amerika Latin hingga Eropa di Tengah Ledakan Industri Game

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:35 WIB

Ada Aset Diduga Berasal dari Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia, 32 Pihak Diperiksa

Ada Aset Diduga Berasal dari Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia, 32 Pihak Diperiksa

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:34 WIB

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak, Solusi atau Masalah?

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak, Solusi atau Masalah?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:30 WIB

5 Cara Merawat Kuku agar Tidak Mudah Patah, Lindungi dengan Langkah Sederhana Ini

5 Cara Merawat Kuku agar Tidak Mudah Patah, Lindungi dengan Langkah Sederhana Ini

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:30 WIB

Apa Tema Hari Anak Nasional Tahun 2026? Ini Maknanya

Apa Tema Hari Anak Nasional Tahun 2026? Ini Maknanya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:25 WIB

BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp431,9 Triliun, Bank Himbara Dapat Ratusan Triliun

BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp431,9 Triliun, Bank Himbara Dapat Ratusan Triliun

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:21 WIB

7 Cara Mengetahui Bentuk Kaki untuk Sepatu Lari, Ternyata Tiap Orang Beda

7 Cara Mengetahui Bentuk Kaki untuk Sepatu Lari, Ternyata Tiap Orang Beda

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:13 WIB

Sudaryono dari Partai Apa? Ditunjuk Jadi Kepala BGN yang Baru

Sudaryono dari Partai Apa? Ditunjuk Jadi Kepala BGN yang Baru

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:12 WIB

×