Suara Joglo - Kemarin Anies Baswedan, bakal calon presiden (Bacawapres) yang diusung NasDem, Demokrat dan PKS, melakukan safari politik ke Surabaya dan Madura.
Ia menyapa para simpatisannya di Kota Pahlawan dan Madura. Kedatangan Anies ini membuat kegaduhan sendiri di Surabaya. Ia berkunjung ke sejumlah lokasi, salah satunya ke Dyandra dan kawasan Wisata Kuliner.
Setekah Anies, sehari kemudian giliran Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berkunjung ke Surabaya. Tentu agenda keduanya berbeda. Hasto menghadiri agenda partai.
Menariknya, Hasto bicara soal pencapresan. Soal capres PDIP, Ia mengatakan masih akan tetap menunggu keputusan dari Ketua DPP partai Megawati Soekarnoputri.
"Bulan sembilan kan pendaftarannya. Jadi, kita tunggu saja keputusan Bu Megawati," terangnya.
Dirinya pun menyinggung terkait beberapa pihak yang menempatkan calon presiden (Capres) sebagai entitas tersendiri. Itu dilakukan hanya untuk mencari perhatian yang luas.
"Padahal, sehebat-hebatnya presiden, jika tidak didukung dengan kekuatan yang sistemik, juga kekuatan partai yang mengakar di tengah masyarakat," ujarnya.
"Dan kekuatan anggota legislatif yang menopang kekuasaan seorang presiden, maka orang yang hebat pun tidak dapat menjalankan tugas dengan baik," katanya.
Karena itu, partai tersebut melihat politik secara komprehensif. Sehingga, mereka sangat teliti menyiapkan calon anggota legislatif. Tentu, mereka yang sudah melalui pengkaderan partai dan pendidikan politik.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto Singgung Soal Capres Partai Lain di Surabaya
Selain penyaringan bakal calon legislatif, hari itu juga Hasto melantik pengurus DPD Taruna Merah Putih Jatim.
Itu merupakan organisasi sayap partai yang akan merangkul generasi muda Indonesia. DPD Taruna Merah Putih Jatim dipimpin oleh Eri Cahyadi.