Belakangan ini, sejumlah pemain sepak bola beralih cita-cita menjadi seorang abdi negara tengah menjadi bahan perbincangan publik. Faktanya, jadi pesepak bola sekaligus berkarier menjadi Polisi atau TNI bukan hal baru di Indonesia.
Setidaknya, terdapat sembilan nama pemain Timnas U-20 yang kini memutuskan keluar dari klubnya masing-masing dan mengikuti pendidikan kepolisian selama 5-7 bulan.
Kesembilan nama pemain tersebut adalah Muhammad Ferrari (Persija), Faiz Maulana (Bhayangkara FC), Kakang Rudianto (Persib), Dimas Pamungkas (Bhayangkara FC), Ginanjar Wahyu (Arema), Frengky Missa (Persikabo 11973), Rabbani Tasnim (RANS FC), Daffa Fasya (Borneo FC), dan Ananda Raehan (PSM).
Munculnya keinginan mengikuti pendidikan kepolisian itu bermula ketika Presiden Joko Widodo mengunjungi latihan Timnas U-20 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada April 2023 lalu.
Pasca dibatalkannya tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA, sejumlah pemain tersebut mengaku khawatir akan masa depan kariernya kepada orang nomor satu di Indonesia itu.
Sejumlah pemain itu pun mengutarakan keinginannya kepada Jokowi agar dibantu masuk ke pendidikan kepolisian maupun TNI.
Namun, menjadi pesepak bola profesional sekaligus berkarier di kelpolisian atau TNI bukan hal baru. Hal itu terbukti dari beberapa pemain sepak bola Liga 1 yang juga merupakan abdi negara.
Adapun nama-nama pemain tersebut adalah sebagai berikut:
1. Abduh Lestaluhu (PSS Sleman/TNI)
Baca Juga: Ngeri! Kakek 65 Tahun Diduga Tewas Bakar Diri di Tempat Tidur
2. Andy Setyo Nugroho (Persikabo 1973/TNI)
3. Manahati Lestusen (Persikabo 1973/TNi)
4. Sani Rizki Fauzi (Bhayangkara FC/Polisi)
5. Putu Gede Juniantara (Persib Bandung/Polisi)
6. Awan Setho Raharjo (Bhayangkara FC/Polisi)
7. Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC/Polisi)