Undip Larang Penggunaan Nama Institusi untuk Dukung Capres

Suara Joglo

Jum'at, 25 Agustus 2023 | 18:42 WIB
Undip Larang Penggunaan Nama Institusi untuk Dukung Capres
Rektor Universitas Diponegoro Semarang Prof Yos Johan Utama. ([ANTARA])

Universitas Diponegoro Semarang melarang penggunaan nama institusi perguruan tinggi tersebut dalam upaya pemberian dukungan kepada calon presiden atau partai politik manapun.

"Kami menyatakan bahwa Universitas Diponegoro (Undip) adalah lembaga pendidikan yang bersifat netral yang tidak mendukung salah satu calon tertentu," kata Rektor Undip Yos Johan Utama, dalam pernyataannya di Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi adanya pemberitaan mengenai alumni Undip yang mendukung salah satu capres menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Sebagai perguruan tinggi, kata dia, Undip fokus pada tri dharma perguruan tinggi yang bersih dari pengaruh partai atau politik praktis lainnya.

"Untuk pilihan calon presiden adalah pilihan individu yang bersifat rahasia sehingga pilihan adalah pilihan pribadi atau individu, bukan atas nama lembaga atau institusi," katanya.

Karena sejatinya, kata dia, Undip adalah kampus yang menjunjung tinggi nilai Pancasila yang mengutamakan netralitas, serta sebagai kampus yang bersih dari pengaruh politik praktis.

"Undip melarang pihak manapun menggunakan nama institusi Universitas Diponegoro dalam upaya memberikan dukungan kepada calon presiden dan atau partai politik manapun," demikian Yos.

Sebelumnya, Repro Mandiri 08 wilayah Jawa Tengah, relawan Prabowo Subianto yang mendukung mantan Danjen Kopassus itu untuk maju pada kontestasi Pilpres 2024 dideklarasikan di Semarang, Rabu (23/8) lalu.

Ketua Umum Repro Mandiri 08 Rahman Fajriyansah, di Semarang, Rabu, menyampaikan bahwa Gibran menjadi pilihan terbaik untuk mendampingi Prabowo yang maju sebagai calon presiden pada Pilpres mendatang.

baca juga

Repro Mandiri 08, disebutnya, diinisiasi oleh alumni Universitas Diponegoro Semarang yang berlatar belakang kalangan profesional yang bertujuan memenangkan Prabowo sebagai presiden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jejak Kinerja Baik, Erick Thohir Dinilai Jadi Cawapres Pilihan Generasi Muda

Jejak Kinerja Baik, Erick Thohir Dinilai Jadi Cawapres Pilihan Generasi Muda

Kotak Suara | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 16:08 WIB

Disiapkan untuk Kemenangan Ganjar, Apa Itu Pasukan Burung Hantu dan Gorong-gorong?

Disiapkan untuk Kemenangan Ganjar, Apa Itu Pasukan Burung Hantu dan Gorong-gorong?

Kotak Suara | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 16:06 WIB

Kejagung Tunda Periksa Kandidat Pemilu Khawatir Dijadikan Alat Politik, Pukat UGM Berikan Saran Ini

Kejagung Tunda Periksa Kandidat Pemilu Khawatir Dijadikan Alat Politik, Pukat UGM Berikan Saran Ini

Joglo | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 15:12 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Dulu Bela Timnas dan Sriwijaya FC, Kini M Nasuha Ditargetkan Bawa Sumsel United ke Liga 1

Dulu Bela Timnas dan Sriwijaya FC, Kini M Nasuha Ditargetkan Bawa Sumsel United ke Liga 1

Sumsel | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:36 WIB

Dugaan Mafia Solar di Sumsel Belum Reda, 21 Ton BBM Ilegal Kini Terbongkar di Sungai Musi

Dugaan Mafia Solar di Sumsel Belum Reda, 21 Ton BBM Ilegal Kini Terbongkar di Sungai Musi

Sumsel | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:26 WIB

UI Luncurkan Aplikasi MAKA, Media Belajar Berbasis Gamifikasi untuk Anak Usia 3-8 Tahun

UI Luncurkan Aplikasi MAKA, Media Belajar Berbasis Gamifikasi untuk Anak Usia 3-8 Tahun

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:22 WIB

PGE Bor Sumur Baru PLTP Lumut Balai di Muara Enim, Kejar Tambahan Listrik 55 MW

PGE Bor Sumur Baru PLTP Lumut Balai di Muara Enim, Kejar Tambahan Listrik 55 MW

Sumsel | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:07 WIB

KPK Panggil Ibu Rumah Tangga Jadi Saksi Kasus Suap Audit BPK Muara Enim

KPK Panggil Ibu Rumah Tangga Jadi Saksi Kasus Suap Audit BPK Muara Enim

Sumsel | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:57 WIB

Seret Kemenhut, KPK Dalami Dugaan Alih Fungsi Hutan Lindung Bupati Kuansing

Seret Kemenhut, KPK Dalami Dugaan Alih Fungsi Hutan Lindung Bupati Kuansing

Riau | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:51 WIB

Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan

Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan

Banten | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:47 WIB

×