NasDem Tetiba Manuver ke Gerindra-PKB, Marah Karena PKS-Demokrat Lelet?

Ria Rizki Nirmala Sari | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 26 Januari 2023 | 17:10 WIB
NasDem Tetiba Manuver ke Gerindra-PKB, Marah Karena PKS-Demokrat Lelet?
Politisi Partai NasDem kunjungi Sekber Gerindra-PKB disambut oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sugiono dan Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi serta Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Syaiful Huda. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengirimkan sejumlah elite yang merupakan pejabat teras partai ke Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra-PKB di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2023). Pertemuan itu diklaim NasDem hanya menjadi ajang silaturahmi biasa dalam rangka memberikan selamat atas pendirian Sekber.

Di saat bersamaan, Demokrat yang belakangan ngotot mendorong Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi bakal cawapres Anies Baswedan, kini berubah sikap. Demokrat memilih ikut jejak Nasdem, menyerahkan pemilihan cawapres kepada Anies sehingga tidak lagi mendorong nama AHY.

Demokrat mengajak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk ikut bersama-sama mengikuti kebijakan NasDem soal cawapres. Tetapi hingga saat ini belum ada keputusan resmi.

PKS menyebut pihaknya masih menunggu keputusan Majelis Syuro.

"Kami memohon agar masyarakat, khususnya keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera, untuk dapat bersabar menunggu keputusan resmi dari pimpinan," kata Juru Bicara PKS Muhammad Kholid.

Lantas apakah memang ada korelasi antara kunjungan NasDem ke Sekber Gerindra-PKB dengan kondisi penjajakan Koalisi Perubahan? Pengamat politik Ujang Komarudin memandang memang ada hubungannya.

Ujang menilai kunjungan NasDem ke Sekber bukan kunjungan biasa tanpa tujuan jelas. Setidaknya Ujang menganggap lawatan ke Menteng itu menjadi bagian dari manuver NasDem.

Sebab NasDem kini bermanuver ialah PKS dan Demokrat yang dinilai lelet dalam memberikan reaksi atau slow response terkait pembentukan Koalisi Perubahan di mana bakal calon presidennya sudah dideklarasikan NasDem lebih dulu, yaitu Anies Baswedan.

"Saya melihatnya ya memang bukan hal yang biasa ini. Ada sesuatu yang menurut saya NasDem marah lah kenapa selama ini Demorkat dan PKS tidak kunjung bergabung," kata Ujang dihubungi, Kamis (26/1/2023).

Meski kekinian Demokrat sudah melunak tetapi sikap yang sama belum ditunjukan PKS.

"PKS-nya masih main sana sini, masih bermanuver kira-kira seperti itu. Masih berkomentar Anies-Khofifah dan lain sebagainya," Ujang.

Padahal apabila Koalisi Perubahan memang ingin terbentuk dan tidak sekedar penjajakan maka harus ada yang mengalah.

Kekinian menurut Ujang, perlu dilihat sejauh mana komunikasi NasDem dengan Gerindra-PKB usai kunjungan ke Sekber. Selain itu, hal penting lainnya ialah melihat manuver PKS, ke mana mereka memberikan dukungan.

Kunjungan petinggi NasDem ke kantor Sekber Gerindra-PKB, Kamis (26/1/2023). (Suara.com/Bagas)
Kunjungan petinggi NasDem ke kantor Sekber Gerindra-PKB, Kamis (26/1/2023). (Suara.com/Bagas)

Ujang mengingatkan walaupun NasDem-Demokrat kini sudah kompak soal cawapres diserahkan ke Anies, namun tanpa PKS kekompakan itu tiada arti. Anies tidak akan bisa diusung menjadi capres hanya dengan modal suara dua partai, yakni NasDem dan Demokrat.

"Kecuali kalau PKS-nya bergabung," kata Ujang.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Al Habsyi menegaskan penjajakan Koalisi Perubahan tetap berjalan. Tidak terpengaruh dengan kunjungan NasDem ke Sekber Gerindra-PKB.

Aboe membantah ada kebuntuan di dalam penjajakan koalisi antara NasDem, PKS, dsn Demokrat yang kemudian membuat calon rekan koalisi, yakni NasDem mampit ke Sekber.

"Enggak. Nggak ada, nggak ada (kebuntuan). Rileks saja," kata Aboe di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (26/1/2023).

Aboe memastikan Koalisi Perubahan yang sedang direncanakan tidak akan layu sebelum berkembang. NasDem, PKS, dan Demokrat diklaim Aboe tetap solid. Komunikasi ketiga partai melalui tim kecil juga diakui Aboe berjalan baik.

"Iya dong tetap," ujar Aboe.

Menurut Aboe kunjungan NasDem ke Sekber Gerindra-PKB tidak perlu dipermasalahkan. Hal senada juga diungkap Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. "Silaturahim bagus," ujarnya.

PKS juga tidak khawatir ada niatan terselubung dari NasDem untuk meninggalkan rencana berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat di Koalisi Perubahan, seiring kunjungannya ke Sekber Gerindra-PKB. Mardani berkeyakinan penjajlan Koalisi Perubahan masih solid.

Mardani memastikan penjajakan Koalisi Perubahan kian matang. Ia berharap kematangan dalam proses penjajakan itu bisa membuahkan kesepakatan untuk melakukan deklarasi koalisi.

"Dan kita juga terus mematangkan Koalisi Perubahan bareng Demokrat dan NasDem. Moga dalam waktu dekat bisa segera diumumkan bersama," kata Mardani.

NasDem menyebut lawatannya tersebut hanya untuk menyampaikan selamat atas diresmikannya Sekber Gerindra-PKB, soal nasib penjajakan Koalisi Perubahan bersama PKS dan Demokrat disebut masih baik-baik saja.

"Hari ini NasDem berkunjung ke rumah perjuangan atau Sekber Gerindra-PKB. Tentu dateng hari ini pertama mengucapkan selamat kepada Gerindra dan PKB yang baru rayakan rumah baru," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali usai kunjungannya di Sekber Gerindra-PKB, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2023).

Menurutnya, apa yang dilakukan pihaknya harus dijadikan sebagai tradisi di mana meski berbeda tetap melakukan silaturahmi.

"Tentunya ini menjadi kewajiban menurut kami dan tradisi yang harusnya kami mulaikan, harusnya memang kami harus melakukan hal yang sama," tuturnya.

Demokrat Terserah Anies

Partai Demokrat kini tidak lagi memaksakan kehendak untuk mendorong Ketua Umum AHY menjadi bakal calon wakil presiden untuk Anies Baswedan. Demokrat kini ikut jejak NasDem menyerahkan pemilihan bakal cawapres kepada Anies selaku bakal capres.

Pernyataan itu ditegaskan langsung oleh AHY sendiri. Dalam keterangannya, AHY menegaskan pemilihan bakal cawapres diserahkan kepada bakal capres.

Sementara itu terkait Demokrat dan PKS yang sempat mendorong kader terbaiknya untuk mendampingi Anies, dianggap AHY sebagai hal wajar. PKS sebelumnya mendorong Ahmad Heryawan, mantan Gubernur Jawa Barat untuk menjadi bakal cawapres.

"Sebagai aspirasi selaku calon anggota koalisi, itu wajar," kata AHY, Kamis (26/1/2023).

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. [Dok Humas]
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. [Dok Humas]

Pilihan untuk menyerahkan pilihan bakal cawapres kepada Anies itu seiring pandang dengan keinginan AHY saat ini. AHY tidak ingin finalisasi penjajakan Koalisi Perubahan mentok karena terhambat diskusi tentang siapa sosok yang tepat mendampingi Anies.

"Kami rasional saja. Jangan sampai faktor penentuan bacawapres ini justru menjadi hal yang menghambat bagi terbentuknya Koalisi Perubahan. Untuk itu, Demokrat akan mengajak PKS agar menyerahkan keputusan Bacawapres kepada Bacapres yang kita usung. Dengan demikian, tiga partai memiliki kesetaraan yang sama dalam koalisi," kata AHY.

AHY mengatakan penjajakan koalisi yang diwakilkan melalui tim kecil sudah mendekati tahap final. Menurut AHY rentang waktu komunikasi lebih dari enam bulan, sudah cukup untuk mengambil keputusan yang penting dan fundamental.

Salah satu keputusan itu ialah ada kesamaan cara pandang dari ketiga partai, yakni bakal capres ialah Anies. Anies sebelumnya sudah dideklarasikan lebih dulu menjadi bakal capres oleh NasDem.

"Bagi Demokrat, Mas Anies adalah Tokoh Perubahan dan Perbaikan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NasDem Mampir ke Sekber Gerindra-PKB, PKS Yakin Koalisi Perubahan Takkan Layu Sebelum Berkembang

NasDem Mampir ke Sekber Gerindra-PKB, PKS Yakin Koalisi Perubahan Takkan Layu Sebelum Berkembang

Kotak Suara | Kamis, 26 Januari 2023 | 16:29 WIB

AHY Serahkan Bacawapres di Tangan Anies Baswedan, Demokrat dan PKS Terpecah?

AHY Serahkan Bacawapres di Tangan Anies Baswedan, Demokrat dan PKS Terpecah?

News | Kamis, 26 Januari 2023 | 16:26 WIB

Mahfud MD Sebut Pemilu 2024 Bakal Menjadi yang Paling Besar dan Rumit di Dunia

Mahfud MD Sebut Pemilu 2024 Bakal Menjadi yang Paling Besar dan Rumit di Dunia

Kotak Suara | Kamis, 26 Januari 2023 | 15:56 WIB

Nasdem Tak Masalah Suami Wagub NTB Didepak, Sebut Soal Kedatangan Anies Baswedan

Nasdem Tak Masalah Suami Wagub NTB Didepak, Sebut Soal Kedatangan Anies Baswedan

Bali | Kamis, 26 Januari 2023 | 15:48 WIB

NasDem Kunjungi Sekber Gerindra-PKB, Sinyal Koalisi Perubahan Kebangkitan Indonesia Raya Bakal Terjadi?

NasDem Kunjungi Sekber Gerindra-PKB, Sinyal Koalisi Perubahan Kebangkitan Indonesia Raya Bakal Terjadi?

Kotak Suara | Kamis, 26 Januari 2023 | 15:45 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB