Suara.com - Analis politik yang juga pendiri lembaga KedaiKopi, Hendri Satrio menilai bahwa keluarnya eks Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dari penjara pada April 2023 mendatang, tidak akan langsung menjadi pengubah permainan di Pilpres 2024.
Hendri menilai, bahwa hal yang harus dilakukan Anas jika sudah bebas dari bui yakni harus meningkatkan popularitasnya kembali.
"Ya, pertama menurut saya mas Anas harus meningkatkan popularitasnya dia dulu mengingatkan kembali siapa itu Anas Urbaningrum," kata Hendri saat dihubungi, Jumat (3/3/2023).
Menurutnya, jika menjadi pengubah permainan dalam Pilpres 2024 mendatang, tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Kemungkinan itu bisa terjadi dalam waktu-waktu mendatang.
"Jadi kalau kemudian game changer menurut saya tidak dalam waktu dekat. Mungkin dalam waktu-waktu mendatang di bisa jadi game changer tapi menurut saya tidak dalam waktu dekat," tuturnya.
Adapun di sisi lain, ia mengatakan, seharusnya jika sudah bebas Anas fokus saja dulu bersama sekocinya yakni Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Terlebih membawa PKN bisa lolos ke Senayan.
"Betul fokus ke PKN lolos dulu aja ke Senayan," pungkasnya.
Bakal Bebas April
Sebelumnya, Partai Kebangkitan Nusantara atau PKN meyakini eks Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum bisa bangkit di partainya. Ketua Umum DPN PKN, Gede Pasek Suardika yakin Anas akan bangkit seperti Anwar Ibrahim di Malaysia.
Pasek awalnya menyebut tak ada penyambutan khusus untuk Anas yang akan keluar dari Lapas Sukamiskin usai jalani hukuman. Saat disinggung soal banyaknya billboard bergambar Anas, Pasek menyebut itu hanya bagian ekspresi.
"Itu kan banyak reaksi lah ya. Tapi prinsipnya namanya teman, sahabat, kita pasti bareng-bareng," kata Pasek di Kantor Pimnas PKN, Jakarta, Selasa (21/2/2023).
Kendati begitu, ia mengatakan, Anas diyakini bisa bangkit PKN. Terlebih jika berkaca apa yang dilakukan Anwar Ibrahim di Malaysia.
"Prinsipnya adalah ketika di Malaysia Anwar Ibrahim bisa bangkit kembali dengan kasus korupsi dan pedofilia. Dan diyakini itu juga bagian drpd kriminalisasi di Malaysia," tuturnya.
"Sehingga pada hari ini dengan partai barunya bisa menjadi perdana menteri, maka kami meyakini juga mas Anas yang juga kami yakini korban kriminalisasi, dia juga akan bisa bangkit lagi dan meramaikan dinamika politik yang udah ada, biar enggak itu itu aja," sambungnya.
Sementara terkait dengan posisi Anas di PKN, Pasek memastikan Anas akan duduki jabatan khusus di partai. Nantinya akan bersama dengan Eks Menteri BUMN Laksamana Sukardi.