Gautama merupakan orang militer yang aktif di dunia intelijen. Ia tercatat pernah ada di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dan pernah bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN) sejak 2010.
Tak sampai disitu, Gautama aktif juga di BNPT dengan menjabat sebagai Sekretaris Utama sejak 2016 dan pensiun pada 2018 silam.
Suara.com menemui Gautama di Kantor DPP Partai Prima, di Kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (3/3/2023). Ia mengaku, tertarik bergabung dengan Partai Prima lantaran beririsan dengan PRD.
"Saya punya chemistry luar biasa dengan Prima. Prima kan inisiasi dari PRD. Dan saya bagian dari PRD udah sejak aktif dulu," kata Gautama.
![Massa dari Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) berunjuk rasa di depan Kantor KPU, Jakarta, Rabu (14/12/2022). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/12/14/22496-massa-dari-partai-rakyat-adil-makmur-partai-prima-demo-di-kpu.jpg)
Ia mengaku, sudah menjalin kedekatan dengan PRD sejak 2004 silam. Bahkan dirinya kala itu masih aktif sebagai perwira TNI.
"Mungkin sebelumnya kali. Tapi resmi 2004 lah. Waktu itu saya masih aktif. Dan bukan abal-abal. Artinya apa, bukan hanya statement. Ada suratnya saya. Resmi," tuturnya.
Gautama mengatakan, tak pernah merasa kontras dengan para aktivis PRD dan Partai Prima lantaran dirinya memiliki latar belakang militer.
"Nggak pernah. Saya 2018 kan saya pensiun. Malah kita pensiun saya sama-sama temen-temen PRD memberikan pendidikan politik Pancasila di aliansi mahasiswa Papua. Sekarang sampaikan aja, kalau yang disandera kesulitannya tinggi, udah berapa hari itu. Serahkan ke Prima aja itu. Selesai," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, simpatinya terhadap Partai Prima kekinian karena partai tersebut dianggap memperjuangkan rakyat kecil, dari mulai petani hingga nelayan.
"Karena apa yang dilakukan ini demi rakyat. Petani nelayan, sama pengusaha besar seenaknya aja. Saat itu lah PRD yang memperjuangkan hak mereka," pungkasnya.