Suara.com - Partai Golkar berharap pasangan capres dan cawapres Koalisi Besar bisa merepresentasikan dua koalisi, yakni Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesja Raya (KKIR).
Pasalnya, Koalisi Besar merupakan gabungan dua koalisi tersebut sehingga pasangan calon nantinya harus mencerminkan dua koalisi.
"Logikanya nanti kemudian kalau koalisi ini terbentuk maka seyogyanya itu adalah ada representasi dari KKIR, ada juga representasi dari KIB. Itu baru fair, kan begitu," kata Ketua DPP Golkar Lahmot Sinaga dihubungi, Jumat (5/5/2023).
Menurutnya hal yang tidak mungkin adalah jika pasangan calon Koalisi Besar nantinya didominasi dari salah satu koalisi saja, entah itu KIB atau KKIR.
"Kan tidak mungkin juga nanti bahwa semuanya pasangan calon yang diusung itu adalah dari salah satu koalisi, atau misalnya pasangan calon hanya dari KIB atau pasangan calon hanya dari KKIR kan nggak mungkin juga seperti itu," tutur Lamhot.
Diketahui, capres terkuat dari partai-partai inisiator Koalisi Besar saat ini ialah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang merupakan representasi KKIR. Sementara di KKIR, ada nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang digadang menjadi cawapres.
Kendati begitu, KIB punya nama Airlangga Hartarto yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar. Apakah konfigurasi paslon di antara tiga nama tersebut, hal ini belum memiliki kepastian.
Kekinian, hal terkait capres dan cawapres Koalisi Besar belum spesifik masuk pembahasan. Baik KIB maupun KKIR sedang merancang kesamaan visi guna membangun koalisi besar terlebih dahulu.
"Sekarang ini kan frekuensinya baru menyamakan frekuensi di tingkat masing-masing partai politik yang akan ikut bergabung. Nah kemudian visi yang akan diusung juga apa, tahapan-tahapan yang akan dilalui apa, kan itu semua masih dalam proses," kata Lamhot
Alergi Ganjar
Partai Golkar menegaskan Koalisi Besar tidak akan membahas nama Ganjar Pranowo sama sekali dalam pembahasan terkait kandidat calon presiden.
Sebelumnya, Golkar juga tegas menyatakan tidak ada opsi untuk mendukung Ganjar dan berkoalisi dengan partai pendukungnya.
"Oh tidak mungkin, tidak mungkin itu. Itu tidak mungkin ya," kata Ketua DPP Partai Golkar Lamhot Sinaga dihubungi, Kamis (4/5/2023).
Golkar kekinian memilih merapat ke Gerindra dan PKB, guna mengintenskan pembahasan pembentukan koalisi besar.
Sementara itu, mengenai siapa sosok capres dan cawapres koalisi besar, Golkar berharap pasangan calon bisa merepresentasikan dua koalisi. Diketahui koalisi besar memang diinisiasi oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitaj Indonesia Raya (KKIR).