Suara.com - Loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah angkat bicara soal rencana deklarasi relawan Amanat Indonesia (Anies) pada Minggu (7/5/2023) yang disebut telah disabotase.
Ia mengungkapkan, jika peristiwa semacam itu sudah biasa terjadi dalam berbagai kesempatan yang berkaitan dengan Anies.
"Hal-hal semacam ini sudah sangat amat biasa," ujar Geisz saat dikonfirmasi, Jumat (5/5/2023).
Ia mencontohkan, pada saat Anies jadi Gubernur DKI periode 2017-2022. Rencana menggelar ajang balap mobil listrik internasional, Formula E kerap dihambat banyak pihak yang menentangnya.
"Contohnya, saat melaksanakan Formula E dihambat di mana-mana dan alhamdulilah semua yang dikerjakan Anies selesai," katanya.
Tak hanya itu, banyak pihak yang disebutnya kerap menistakan Anies secara pribadi. Namun, tidak pernah ada langkah hukum untuk memproses hal itu.
Ia justru menilai, tindakan seperti sabotase hingga penistaan yang menjatuhkan Anies tidak akan berpengaruh negatif bagi elektabilitas Anies.
Malah sebaliknya, masyarakat akan simpati dan dukungan terhadap Anies akan semakin banyak.
"Jadi makin diperlakukan sepertisaat ini maka semangat kita bukan makin kendor tapi makin optimis, semakin tinggi dan insya allah acara ini makin sukses," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, rencana deklarasi relawan pendukung Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan, Amanat Indonesia (Anies) yang akan digelar di lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (7/4/2023) diklaim sempat disabotase. Terdapat oknum yang disebut menyebar informasi palsu atau hoaks mengenai acara tersebut.
Koordinator Relawan Anies, Sahrin Hamid mengatakan oknum menyebar hoaks lokasi acara bakal digelar di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada tanggal yang sama.
"Mereka membuat flyer yang sama seperti kami lakukan, waktunya sama (hari Minggu) namun tempatnya berbeda. Kami yang resmi itu tempatnya di Tennis Indoor Senayan, tapi pihak yang tidak bertanggungjawab mencantumkan lokasinya di Sentul, Kabupaten Bogor," ujar Sahrin kepada wartawan, Jumat (5/5/2023).
Sahrin menyebut dalam menggelar acara deklarasi ini, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan penyedia tiket bernama Goers. Pihak Goers disebut menerima laporan dari simpatisan mengenai informasi hoaks ini.
"Itu (link pendaftaran) diduplikasi sehingga teman-teman peserta menerima juga tiket yang sama, tapi di tempat yang berbeda sehingga kami melihat ada upaya penyesatan," ucapnya.