Projo Tegaskan Tetap Dukung Prabowo Meski Gibran Tak Jadi Cawapres, Apa Alasannya?

Kamis, 19 Oktober 2023 | 16:34 WIB
Projo Tegaskan Tetap Dukung Prabowo Meski Gibran Tak Jadi Cawapres, Apa Alasannya?
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. (Suara.com/Dea)

Suara.com - Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi menegaskan loyalitasnya mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Meskipun nantinya Prabowo tak memilih putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.

Budi menyatakan pihaknya bakal menyerahkan penentuan nama cawapres sepenuhnya kepada partai Koalisi Indonesia Maju (KIM). Ia tak mau memaksakan KIM memilih Gibran jadi pendamping Prabowo.

"Kami menyerahkan semua proses pemilihan cawapres itu kepada koalisi Indonesia maju," ujar Budi di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2023).

Menurutnya, penentuan nama Cawapres memang sudah menjadi wewenang partai politik. Ia menyatakan akan menerima siapapun nama yang dipilih nanti.

"Sesuai konstitusi, hak untuk mencalonkan capres dan cawapres itu adalah ranah partai politik. Kami ikut aja," tuturnya.

"Siapapun, iya betul. Kita solid bersama Pak Prabowo Subianto," jelasnya menambahkan.

Duet Prabowo-Gibran

Sebelumnya, Relawan Projo memastikan mendukung duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2024. Deklarasi pasangan itu segera dilakukan Projo dalam waktu dekat.

Deklarasi itu disiapkan Projo di tengah ramainya narasi dinasti politik yang tengah menyerang keluarga Presiden Jokowi menyusul wacana Gibran menjadi cawapres.

Baca Juga: Adu Elektabilitas Erick Thohir vs Gibran, Siapa Jadi Cawapres Prabowo?

Terlebih peluang Gibran maju untuk mendampingi Prabowo itu terbuka setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Bappilpres Projo, Panel Barus menegaskan tidak ada dinasti politik dengan diusungnya Gibran menjadi cawapres Prabowo. Menurut Panel, narasi dinasti politik hanya omong kosong.

"Nggak ada dinasti politik. Nggak ada tuh narasi dinasti politik kan udah saya bilang bullshit. Dinasti politik emang kita negara kerajaan? Kita negara dengan sistem politik yang demokrasi liberal, rakyat yang menentukan," tutur Panel kepada Suara.com, Senin (16/10).

Panel memandang selama prosedur yang dilakukan tidak melanggar, maka menurutnya tidak ada masalah. Terlebih menurutnya rakyat yang menjadi penentu akhir, bukan kelompok per orangan.

"Rakyat yang menentukan, bukan orang per orang. Sepanjang prosedurnya tidak dilanggar kan apa yang salah?" kata Panel.

"Jadi nggak ada tuh. Narasi dinasti tuh narasi-narasi yang dibuat-buat," sambung Panel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI