Suara.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan tak yakin debat Capres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menjadi agenda yang paling berpengaruh untuk meraup suara masyarakat yang belum menentukan pilihan alias undecided voters. Namun, ia mengaku menjadikan momen ini sebagai perhatian khusus.
"Apakah (debat) paling berpengaruh (rebut suara undecided voters)? Kita tidak tahu. Apakah itu berpengaruh? Itu salah satu yang diperhatikan," ujar Anies sebelum mengikuti debat Capres di kantor KPU, Selasa (12/12/2023).
Meski demikian, Anies menyebut Pilpres 2024 merupakan ajang adu ide dan gagasan. Karena itu, masyarakat akan membandingkan rekam jejak antar kandidat lewat debat ini.
"Saya sih percaya pada proses 14 Februari itu pemilih mencari informasi pasti membandingkan membahas dan dsri semua tentu salah satunya debat," katanya.
Ia pun menyebut ada banyak agenda lain yang juga penting bisa dimanfaatkan demi merebut suara undecided voters. Mulai dari penyerapan aspirasi langsung ke masyarakat hingga agenda desak Anies yang ia adakan.
"Diskusi desak Anies kampanye pasar itu bagian dari (pembandingan) rekam jejak," imbuhnya.
Tema debat perdana calon Presiden 2024 adalah Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi.
Debat antara ketiga capres ini dipandu oleh dua jurnalis TVRI yang ditunjuk sebagai moderator, yakni Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel.
Terdapat 6 segmen dan 18 pertanyaan pada debat capres yang akan berlangsung selama 120 menit ini.
Sebelumnya, KPU telah menunjuk 11 orang panelis. Adapun mereka yang ditetapkan KPU 10 orang di antaranya berlatar belakang akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri tanah air.
Berikut adalah daftar panelis debat pertama capres-cawapres di Pilpres 2024:
Mada Sukmajati (Pakar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada); Rudi Rohi Ahli (Pakar Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana); Lita Tyesta (Ahli Hukum Tata Negara Universitas Diponegoro), Khairul Fahmi (Pakar Hukum Universitas Andalas).
Kemudian Agus Riewanto (Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret); Susi Dwi Harijanti (Pakar Tata Hukum Negara Universitas Padjadjaran); Bayu Dwi Anggono (Guru Besar Universitas Jember); Al Makin (Guru Besar Studi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga).
Selanjutnya Gun Gun Heryanto (Pengajar UIN Syarif Hidayatullah); Wawan Mas’udi (Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada); Ahmad Taufan (Ketua Komnas HAM periode 2017-2022)
Komisioner KPU Ausgut Mellaz mengatakan bahwa seluruh panelis tersebut telah menjalani karantina sejak Minggu (10/12/2023) lalu hingga hari-H debat perdana Pilpres 2024 berlangsung.