Anies dan Ganjar Dianggap Tunjukkan Komitmen Penyelesaian Kasus HAM dan Papua, Prabowo Sebaliknya

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 14 Desember 2023 | 01:09 WIB
Anies dan Ganjar Dianggap Tunjukkan Komitmen Penyelesaian Kasus HAM dan Papua, Prabowo Sebaliknya
Capres nomor urut satu Anies Baswedan (kanan), Capres nomor urut dua Prabowo Subianto (tengah), Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo (kiri) saling berpegangan tangan usai debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Lembaga Penelitian dan Advokasi, Centra Initiative mengkritisi komitmen calon presiden (capres) dalam penuntasan kasus HAM masa lalu dan kekerasan di Papua dalam debat Capres Selasa (12/12/2023) kemarin.

Meski begitu, Centra Initiative mengemukakan bahwa capres nomor urut 1 dan 3, yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo dianggap menunjukkan komitmen yang tinggi.

Ketua Badan Pengurus Centra Initiative, Al Araf mengatakan, Anies dan Ganjar juga menyampaikan pandangan yang baik terkait isu reformasi hukum, khususnya mengembalikan negara kekuasaan menjadi negara hukum, dan jaminan kebebasan sipil serta penyelesaian konflik secara damai.

"Dalam konflik Papua, pasangan Ganjar dan pasangan Anies cukup jelas memaparkan bahwa pilihan penyelesaian pendekatan konflik Papua diambil dengan jalan dialog," ujar Araf kepada wartawan, Rabu (13/12/2023).

Apalagi, Ganjar sendiri sudah berjanji akan menemukan makam para aktivis yang hilang sebagai pertanggungjawaban kepada keluarga korban. Begitu juga dengan Anies menentang keras adanya politisasi di lembaga hukum.

Sementara, Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto dianggap lebih mengedapkan dua pendekatan yakni pendekatan penguatan aparat dan penegakan hukum.

Padahal, menurutnya, sudah berulang kali pendekatan penguatan aparat keamanan sebagai jalan penyelesaian konflik di Papua.

"Tetapi yang terjadi konflik tidak selesai dan yang ada adalah kekerasan dan pelanggaran HAM. Yang itu seringkali dilakukan dan gagal untuk dieksekusi," ucapnya.

Memang, kata Araf, dalam suatu wilayah konflik, keterlibatan eksternal selalu terjadi. Namun, persoalan internal dalam negeri juga menjadi faktor penentu kenapa konflik itu terjadi.

baca juga

"Jadi problem konflik di Papua itu ada di Indonesia, konflik berlarut ini terjadi karena pemerintah gagal menangani kasus pelanggaran HAM dan kekerasan di Papua dan gagal menyelesaikan konflik lainya," jelasnya.

Ia pun menilai Prabowo tidak memahami akar dari kpnflik Papua. Sebab, setidaknya diperlukan empat pendekatan, yaitu faktor sejarah, pemerataan ekonomi, politik dan tidak ada keadilan saat pelanggaran HAM terjadi.

"Masyarakat Papua marah karena tidak ada pemenuhan atas peradilan yang fair kepada para korban kekerasan," jelasnya.

"Pendekatan yang dilakukan oleh paslon nomor dua kurang tepat dengan hanya melihat persoalan Papua dari sudut pandang ekonomi dan eksternal, mereka belum bisa memahami faktor penyebab konflik Papua secara komperhensif," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertanyaan Ganjar Soal HAM Dipersoal Prabowo, Mardiono PPP: Padahal Bisa Dipatahkan Kalau Punya Bukti

Pertanyaan Ganjar Soal HAM Dipersoal Prabowo, Mardiono PPP: Padahal Bisa Dipatahkan Kalau Punya Bukti

Kotak Suara | Rabu, 13 Desember 2023 | 19:07 WIB

Ayahnya Kena Singgung Prabowo Dalam Debat Soal Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM, Begini Pembelaan Anak Mahfud

Ayahnya Kena Singgung Prabowo Dalam Debat Soal Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM, Begini Pembelaan Anak Mahfud

Kotak Suara | Rabu, 13 Desember 2023 | 13:09 WIB

Aktivis 98 Sebut Prabowo Bersih dari Pelanggaran HAM Berat, Koalisi Masyarakat Sipil: Menyesatkan!

Aktivis 98 Sebut Prabowo Bersih dari Pelanggaran HAM Berat, Koalisi Masyarakat Sipil: Menyesatkan!

Kotak Suara | Rabu, 13 Desember 2023 | 06:00 WIB

Terkini

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:22 WIB

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 21:17 WIB

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:15 WIB

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 21:08 WIB

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

×