Komnas HAM Didesak Investiasi Kasus Kekerasan Terhadap Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali

Chandra Iswinarno

Jum'at, 05 Januari 2024 | 04:00 WIB
Komnas HAM Didesak Investiasi Kasus Kekerasan Terhadap Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali
Puluhan warga berkumpul di depan Rumah Sakit Pandanaran, Boyolali, Minggu (31/12/2023) sore untuk menjenguk korban penganiayaan. [Suara.com/Ari Welianto]

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) diminta untuk melakukan proses investigasi terkait kasus kekerasan yang terjadi terhadap Relawan Ganjar-Mahfud, beberapa waktu lalu.

Desakan tersebut disampaikan Pengamat Militer Al Araf agar tidak kemudian menjadi bom waktu dalam demokrasi di Indonesia.

"Komnas HAM harus bekerja untuk investigasi supaya ada ruang lain di luar pengadilan militer. Untuk menemukan hal itu, jangan diam Komnas HAM dan saya rasa kalau hal-hal ini didiamkan, kita sedang menaruh bom waktu dalam politik demokrasi di Indonesia,” kata Al Araf dalam diskusi publik bertajuk “Knalpot Brong Vs Tentara," katanya seperti dikutip Antara, Kamis (4/1/2024).

Dengan turunnya Komnas HAM, AL Araf berharap bisa membuka mata publik mengenai potensi dugaan terjadinya kekerasan politik dalam peristiwa yang terjadi di Boyolali.

Apalagi peristiwa itu terjadi dalam konteks masa kampanye Pemilu 2024, saat relawan sedang berkampanye dan menggunakan atribut-atribut yang mencerminkan dukungannya pada paslon nomor urut tiga tersebut.

Direktur Imparsial Al Araf. [Tangkapan Layar]
Direktur Imparsial Al Araf. [Tangkapan Layar]

Al Araf sendiri menyayangkan sikap Komnas HAM yang pasif dan tidak melakukan koreksi, bahkan cenderung diam.

"Saya bingung Komnas HAM diam terus dalam beragam kasus. Itu bukan hanya ini saja, sementara Komnas HAM juga harus bekerja untuk hal itu," katanya.

Lebih lanjut, Ketua Badan Pengurus Centra Initiative mencurigai penganiayaan terhadap tujuh relawan itu tidak hanya disebabkan hal yang biasa, melainkan adanya 'perintah' dari seseorang yang memiliki kepentingan politik.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti peran Komnas HAM yang sentral dalam pengusutan kasus tersebut. Bahkan, temuan Komnas HAM di lapangan bisa melengkapi temuan TNI untuk memberikan sejumlah rekomendasi kepada pimpinan serta mengingatkan kembali arah netralitas institusi pertahanan negara itu.

baca juga

Karena itu, ia meminta Komnas HAM mengusut tuntas kasus Boyolali agar pesta demokrasi di Indonesia tidak cacat, baik secara hukum dan bisa berjalan dengan kondusif, aman serta sesuai aturan yang berlaku.

"Jangan sampai masyarakat menganggap kekuasaan secara telanjang mempermainkan proses politik dan pemilu dengan segala cara. Dengan instrumen semuanya, mulai ada proses mengakali aturan sampai terjadinya kekerasan mobilisasi instrumen aparat negara. Ini tak ubahnya ini pemilu seperti masa orde baru," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Relawan Ganjar Korban Penganiayaan Oknum TNI Di Boyolali

Kondisi Relawan Ganjar Korban Penganiayaan Oknum TNI Di Boyolali

Video | Selasa, 02 Januari 2024 | 17:09 WIB

Enam Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali

Enam Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali

Kotak Suara | Selasa, 02 Januari 2024 | 12:32 WIB

Dianiaya Oknum TNI Di Boyolali, Begini Kondisi Terkini Relawan Ganjar

Dianiaya Oknum TNI Di Boyolali, Begini Kondisi Terkini Relawan Ganjar

Video | Selasa, 02 Januari 2024 | 08:00 WIB

Terkini

Bukan Anti-Bahasa Baku, Gen Z Hanya Belum Temukan Cara Belajar yang Relevan

Bukan Anti-Bahasa Baku, Gen Z Hanya Belum Temukan Cara Belajar yang Relevan

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp539 Miliar di Kuartal III-2026

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp539 Miliar di Kuartal III-2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah

Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Pengangguran Dilatih agar Tak Terjerumus Kriminalitas

Kapolri Siapkan Program Poliran, Pengangguran Dilatih agar Tak Terjerumus Kriminalitas

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Birokrasi No Viral No Justice: Kenapa Pelayanan Publik Selalu Dipersulit?

Birokrasi No Viral No Justice: Kenapa Pelayanan Publik Selalu Dipersulit?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Apakah Minyak Zaitun Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Begini Cara Pakai yang Efektif

Apakah Minyak Zaitun Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Begini Cara Pakai yang Efektif

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial

Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Konser Andrea Bocelli Berdampak Ekonomi Besar dan Efektif Promosikan Pariwisata Indonesia

Konser Andrea Bocelli Berdampak Ekonomi Besar dan Efektif Promosikan Pariwisata Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:07 WIB

Harapan Warga Muara Angke: Tolong Segera Bangun Tanggul Penahan Banjir Rob!

Harapan Warga Muara Angke: Tolong Segera Bangun Tanggul Penahan Banjir Rob!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:03 WIB

BRImo Berikan Cashback 20%, Yuk Tunggu KRL atau LRT Sambil Nikmati Jajanan Promo di JPM Dukuh Atas

BRImo Berikan Cashback 20%, Yuk Tunggu KRL atau LRT Sambil Nikmati Jajanan Promo di JPM Dukuh Atas

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:03 WIB

×