"Kalau karena dapat dukungan dari orang tidak seagama, tidak sepaham, tidak seideologi, hanya gara-gara dukungan begitu dianggap salah, maaf-maaf, sebagai muslim, apa Pak Mahfud MD juga kau salahkan gara-gara didukung Hari Tanoe, yang agamanya beda. Apa sampeyan akan menyalahkan Prabowo juga yang didukung oleh adiknya yang masih pastur, Hashim Djojohadikusumo," papar dia.
Seandainya mendukung Anies suatu kesalahan, kata Marzuki, dulu yang mengusung Anies jadi Gubernur DKI adalah Gerindra dan PKS. Jika itu adalah sebuah kesalahan, kata Marzuki, berarti Gerindra juga pernah melakukan kesalahan.
"AMIN jangan dipilih karena ada PKS, padahal di Prabowo ada Gelora. Gelora sama PKS kan 11 12. Kalau gara-gara ada PKS dianggap salah, gara-gara ada Gelora dianggap salah layak dikritik, berarti Gerindra dan PKS mengusung Anies juga salah," jelas Marzuki.
"Ketika orang lain melakukan sesuatu yang salah itu kamu tidak usah menyalahkan wong kamu juga pernah melakukan itu. Kalau kamu ga melakukan hanya kritik, yang ini kau kritik, yang itu nggak, kamu nggak fair juga," lanjut Marzuki Mustamar.
Jika Baasyir dianggap sebagai tokoh yang membahayakan NKRI kata Marzuki, jangan lupa bahwa menggarong kekayaan negara juga mengancam kedaulatan negara.
Marzuki mengaku heran terhadap orang-orang yang kritis terhadap satu hal, tapi tidak kritis bahkan tumpul terhadap hal lain yang sama-sama membahayakan negara.
"Kalau sudah jadi tokoh itu kalau dawuh itu yang komprehensif. Ditimbang-timbang kira-kira yang mudaratnya paling ringan, yang inilah," ujarnya.