Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani, bicara soal kemungkinan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto usai Hari Raya Idul Fitri. Saat ditanya awak media soal kemungkinan Megawati bertemu Prabowo dalam waktu dekat, Puan mengatakan, pertemuan kemungkinan dilakukan tapi yang terpenting Idul Fitri terlebih dahulu.
"Lebaran dulu ya, InsyaAllah," kata Puan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Baca Juga:
Kemudian ketika dipertegas kembali apakah pertemuan itu kemungkinan akan terjadi usai Idul Fitri, Puan kembali memberikan isyarat.
"InsyaAllah. Ya," tuturnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, menyampaikan, jika Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tak ada masalah untuk bertemu Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto pasca Pemilu 2024.
Namun ia menegaskan, jika PDIP masih ingin fokus dalam melakukan perjuangan terkait persoalan ketidakadilan.
Baca Juga:
Hal itu disampaikan Hasto menanggapi pertanyaan awak media soal peluang Megawati bertemu dengan Prabowo pasca hiruk pikuk Pemilu 2024.
"Jadi kalau bertemu ya tidak ada masalah, tetapi hal-hal yang sangat fundamental tadi tetap akan dipersoalkan oleh PDI Perjuangan," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024).
Ia menyampaikan, dengan Puan Maharani sekali pun Prabowo tak ada masalah untuk melakukan silaturahmi pertemuan. Apalagi Puan sendiri berstatus sebagai Ketua DPR RI dan Prabowo sebagai Menhan.
![Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. [Suara.com/Bagaskara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/01/16501-sekretaris-jenderal-dpp-pdip-hasto-kristiyanto.jpg)
Namun soal urusan Pilpres 2024, kata Hasto, PDIP sendiri masih menunggu dan menghormati sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Mbak Puan kapasitasnya sebagai Ketua DPR RI sehingga tugas sebagai Ketua DPR dalam melakukan komunikasi politik, dan pak Prabowo sekarang juga kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan," ujarnya.