Takut Pemilih Kabur, Pengamat Sebut Ridwan Kamil Belum Tentu Mau Gandeng Kaesang di Pilkada Jakarta

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 26 Juni 2024 | 19:46 WIB
Takut Pemilih Kabur, Pengamat Sebut Ridwan Kamil Belum Tentu Mau Gandeng Kaesang di Pilkada Jakarta
Pengamat politik Ray Rangkuti (kiri). (Suara.com/Novian)

Suara.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai Ridwan Kamil (RK) belum tentu mau bila dipasangkan dengan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep di Pilkada Jakarta 2024. Nama Kaesang sebelumnya kerap dibicarkan bakal jadi Cawagub mendampi Ridwan Kamil.

Keengganan Ridwan Kamil beralasan lantaran ada putusan Mahkamah Agung (MA) terkait aturan batas usia calon kepala daerah yang memungkinkan jalannya Kaesang maju di Pilkada Jakarta.

Menurut Ray, saat ini partai-partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM) juga masih berhitung dan mempertimbangkan untuk mengusung Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut untuk mendampingi RK. Sebab majunya Kaesang sekalipun belum tentu bisa membuat peluang menang untuk RK di Jakarta.

"Karena apa? Karena di Jakarta basisnya adalah satu, kelompok PKS yang islamis; yang kedua, kelompok nasionalis di PDI Perjuangan; dan kelompok ketiga adalah kaum intelektual yang jelas-jelas mereka semua adalah antinepotisme, antidinasti," kata Ray dalam diskusi publik bertajuk Membongkar Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Dinasti Politik Rezim Totalitarian) di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2024).

RK sendiri, dinilai Ray, juga turut mempertimbangkan basis massa tersebut bila dirinya jadi maju di Pilkada dengan menggandeng Kaesang.

"Si Ridwan Kamil juga pintar, dia baca dulu siapa yang milih gue di Jakarta, kalau pasangannya die," ujar Ray.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Kantor Muhammadiyah DKI Jakarta, Jumat (21/7/2024). (ANTARA/Walda Marison)
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Kantor Muhammadiyah DKI Jakarta, Jumat (21/7/2024). (ANTARA/Walda Marison)

Menurut Ray, bila RK berpasangan dengan Kaesang tentu pemilih di tiga basis massa tersebut bakal kabur, dalam arti lain tidak akan memilih. Semisal kelompok Isalmis yang condong memilih PKS dan kelompok nasionalis yang memilih PDIP.

"(Kelompok) intelektual milih siapapun yang penting bukan nepotisme dan KKN. Kabur. Lalu Ridwan Kamil nanya, siapa lagi yang mau milih gue?" kata Ray.

Ray berpandangan RK memang sebaiknya ikut pemilihan gubernur Jawa Barat ketimbang Jakarta. Mengingat kans RK untuk menang kebih besar di Jawa Barat.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Relawan Ungkap Kriteria Cawagub Pendamping Anies, Kaesang Paling Sulit Lolos, Apa Alasannya?

Relawan Ungkap Kriteria Cawagub Pendamping Anies, Kaesang Paling Sulit Lolos, Apa Alasannya?

Kotak Suara | Rabu, 26 Juni 2024 | 19:09 WIB

Anggaran Makan Gratis Tembus Rp71 Triliun, Kebijakan Fiskal Jokowi Tetap Lanjut di Rezim Prabowo

Anggaran Makan Gratis Tembus Rp71 Triliun, Kebijakan Fiskal Jokowi Tetap Lanjut di Rezim Prabowo

News | Rabu, 26 Juni 2024 | 18:04 WIB

Dampak Gelombang Panas Diprediksi Landa Indonesia Juli-Oktober, Ini Antisipasi Pemerintah

Dampak Gelombang Panas Diprediksi Landa Indonesia Juli-Oktober, Ini Antisipasi Pemerintah

News | Rabu, 26 Juni 2024 | 17:25 WIB

Terkini

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×