Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan bahwa bukan tidak mungkin PDI Perjuangan melakukan pertemuan dengan Partai NasDem.
Itu terjadi, kata Adi, dengan alasan bahwa perpolitikan nasional menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024 sangat dinamis. Ini termasuk komunikasi positif antara PDIP dan Partai Demokrat yang perlahan membaik.
"Kita menyaksikan bagaimana ada pertemuan Demokrat-PDIP. Ini menjelaskan semua sekat politik yang selama ini menjadi barrier runtuh," jelas Adi kepada KompasTV dikutip Liberte Suara, Kamis (15/6/2023).
"Dan kita juga tidak pernah tahu. Jangan-jangan PDIP dengan NasDem juga akan dijadwalkan untuk bertemu," imbuhnya.
Alasan kemungkinan itu bakal terjadi, jelas Adi, adalah adanya kerja sama politik antara PDIP dan NasDem yang telah terbangun sejak pemilu tahun 2014 lalu.
Direktur Eksekutif Parameter Politik itu melanjutkan, skenario yang tampak di depan layar belum tentu menyajikan apa yang sesungguhnya terjadi di belakangnya sehingga semua kemungkinan dapat terjadi.
"(PDIP-NasDem) bertemu untuk bicara dari hati ke hati kerena NasDem punya kerja sama politik sejak 2014 lalu ketika sama-sama memenangkan Joko Widodo sebagai presiden," paparnya.
Terlepas dari rencana pertemuan Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Adi mengingatkan bahwa, waktu pembukaan pendaftaran oleh Komisi Pemilihan Umum di bulan Oktober 2023 sebentar lagi sehingga dapat tergambar calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres yang akan maju bertanding.
Baca Juga: MK Tolak Permintaan PDIP di Sidang Gugatan Sistem Pemilu Terbuka, Ini Alasannya!