Suara.com - Masyarakat Palembang, Sumatera Selatan memiliki tradisi unik menyambut perayaan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. Tradisi itu adalah "Telok Abang". Dalam Bahasa Palembang, telok abang berarti telur merah.
Secara fisik Telok Abang, berupa telur rebus yang diwarnai dengan warna merah lalu ditancapkan ke berbagai mainan berbentuk miniatur perahu, pesawat terbang, atau mobil-mobilan yang terbuat dari kayu ataupun kardus. Kertas warna-warni ditambahkan untuk membuatnya makin menarik.
Menjelang 17 Agustus, pedagang Telok Abang banyak bermunculan di berbagai sudut Kota Palembang. Rata-rata mainan ini dijual berkisar antara Rp. 10.000,- - Rp. 50.000,-
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palembang, Yanuarpan, Kamis (7/8/2014) mengatakan meskipun eksistensi Telok Abang, Ukan dan Pindang masih ada, tetapi belum banyak masyarakat yang mengenalnya. Padahal "Telok Abang" sudah berlangsung sejak tahun 1945, atau pasca-penetapan Hari Kemerdekaan .
Mainan ini sudah ada sejak sebelum kemerdekaan sekitar tahun 1930-an. Mainan ini sering muncul di pasar malam yang digelar di pinggiran sungai Musi (sekarang menjadi plaza Benteng Kuno Besak). Sebelum kemerdekaan Telok Abang digunakan untuk merayakan ulang tahun, Cap Go Meh, atau hari-hari besar lainnya. Setelah proklamasi tradisi ini diteruskan, dengan menambahkan hiasan bendera merah putih.
Seiring dengan perkembangan zaman, bentuk mainan ini pun semakin beragam. tak hanya pesawat dan kapal laut, kini juga ada juga yang berbentuk scooter, helicopter, perahu, naga, becak, mobil, bus kota, atau jembatan ampera.
Dan untuk melestarikan tradisi ini, tahun ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang akan menyelenggarakan Festival "Telok Abang" untuk memeriahkan HUT ke-69 Kemerdekaan RI.
"Festival Telok Abang juga dibarengi Telok Ukan dan Telok Pindang yang selama ini telah menjadi tradisi turun temurun dalam rangkaian kegiatan HUT RI," kata Yanuarpan.
Menurutnya, Festival Telok Abang, Telok Ukan, dan Telok Pindang akan dilaksanakan pada Kamis (14/8/2014). Selain itu, juga akan digelar Lomba Biduk (15/8), Parade Getek Hias (16/8), Panjat Pinang (17/8), dan berbagai kegiatan lainnya untuk memeriahkan Agustus-an.
"Telok Ukan" merupakan bahan makanan berupa adonan bolu yang dimasukkan dalam cangkang telur bebek yang kemudian ditutup untuk dikukus.
"Khusus Telok Pindang tentunya tidak hanya disajikan saat Agustusan, tetapi juga sering dijumpai sebagai lauk makan pada hari-hari biasa," ujarnya. (Antara)