Disarankan Kembali ke Pembalut Kain, Perempuan Bilang 'Rempong'

Siswanto, Firsta Nodia

Kamis, 09 Juli 2015 | 11:52 WIB
Disarankan Kembali ke Pembalut Kain, Perempuan Bilang 'Rempong'
Ilustrasi pembalut (Foto: shutterstock)

Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia baru-baru ini merilis hasil temuan uji sampling terhadap sembilan merek pembalut dan tujuh merek pantyliner yang positif mengandung zat kimia klorin.

Untuk meminimalisir risiko yang terjadi dari penggunaan pembalut atau pantyliner berklorin yang disebut-sebut memicu iritasi, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyarankan agar perempuan kembali menggunakan pembalut kain, seperti digunakan kaum hawa terdahulu.

"Alternatifnya bisa gunakan pembalut kain, karena bahannya aman dan bisa dicuci, dipakai ulang," kata Tulus dalam konferensi pers baru-baru ini.

Menyikapi anjuran YLKI ini, tak sedikit perempuan yang berkoar-koar. Meski dianggap aman, pembalut kain dirasa tak praktis dan tak sesuai dengan padatnya aktivitas yang harus dijalani perempuan urban masa kini.

"Mau beralih ke pembalut kain nggak jadi-jadi karena rempong dan nggak praktis apalagi saya aktivitas di luar terus. Saya yakin perempuan urban mikirnya gini juga, takut-takut doang tapi pasrah lalu lupa," ujar Azizah (22) kepada suara.com, Kamis (9/7/2015).

Sependapat dengan Azizah, Hanna (23) juga sudah membayangkan ketidakpraktisan jika harus menggunakan pembalut kain.

"Nggak praktis aja, udah gitu malas nyucinya. Kayak zaman penjajahan aja," ungkap Hanna.

Selain tak praktis, kaum hawa juga memikirkan risiko pembalut kain yang mudah menyerap cairan sehingga dikhawatirkan akan 'nembus' yang menjadi momok bagi setiap perempuan saat haid.

"Nembus dong kalau pembalut kain, agak jijik juga nyucinya ya. Asisten rumah tangga saya pakai pembalut kain, alhasil selalu nembus kalau haid," kata Firli (23).

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek juga melontarkan pendapatnya soal anjuran pemakaian pembalut kain ini. Menurutnya, hal ini akan sangat merepotkan kaum hawa, apalagi di zaman yang sudah modern seperti sekarang ini.

"Emang mau kembali lagi pake handuk kayak dulu. Saya harus cepet-cepet deh bikin pabrik handuk," celoteh Menkes Nila ketika ditemui di kediamannya, Selasa (7/7/2015).

Menkes justru mengimbau kaum hawa untuk menjaga kebersihan organ kewanitaannya dengan rutin mengganti pembalut dalam sehari agar tak timbul iritasi atau keluhan lainnya.

"Masalah iritasi atau keputihan itu sensitif sekali. Ada orang yang nggak mengalami itu (iritasi). Itu kan pembalut, kalau dipakai terlalu lama ya jangan, harus sering diganti," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apa Kata Perempuan soal Pembalut Klorin?

Apa Kata Perempuan soal Pembalut Klorin?

Health | Kamis, 09 Juli 2015 | 10:44 WIB

Kemenkes Desak YLKI Klarifikasi Temuan Pembalut Klorin

Kemenkes Desak YLKI Klarifikasi Temuan Pembalut Klorin

Health | Rabu, 08 Juli 2015 | 16:42 WIB

Terkini

Masuki Tahun ke-10, Seluruh Anggota NCT 127 Resmi Memperpanjang Kontrak

Masuki Tahun ke-10, Seluruh Anggota NCT 127 Resmi Memperpanjang Kontrak

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:21 WIB

Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri

Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri

Jogja | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:17 WIB

Serum atau Moisturizer Dulu? Panduan untuk Kulit Sehat dan Glowing

Serum atau Moisturizer Dulu? Panduan untuk Kulit Sehat dan Glowing

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:15 WIB

Beban Usaha Meningkat, DPR Usul Omzet UMKM Bebas Pajak Naik Jadi Rp75 Juta

Beban Usaha Meningkat, DPR Usul Omzet UMKM Bebas Pajak Naik Jadi Rp75 Juta

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:14 WIB

Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padangsidimpuan

Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padangsidimpuan

Sumut | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:13 WIB

Bos BCA Sindir Penemuan Emas 74Kg di Rumah Eks Jampidsus: Kurang Pintar

Bos BCA Sindir Penemuan Emas 74Kg di Rumah Eks Jampidsus: Kurang Pintar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:11 WIB

Bro Ron Sindir Keras OTT Bupati Sukoharjo: Mungkin Mau Ikuti Sekjennya

Bro Ron Sindir Keras OTT Bupati Sukoharjo: Mungkin Mau Ikuti Sekjennya

Surakarta | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:10 WIB

Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?

Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:10 WIB

5 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Binjai

5 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Binjai

Sumut | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:07 WIB

Terinspirasi Kisah Nyata, Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Kupas Misteri Lewat Ruang Autopsi

Terinspirasi Kisah Nyata, Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Kupas Misteri Lewat Ruang Autopsi

Entertainment | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:06 WIB

×