Sambut Idul Fitri, Warga Kota Ini Mengecat Rumahnya Warna-warni

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Rabu, 15 Juli 2015 | 13:50 WIB
Sambut Idul Fitri, Warga Kota Ini Mengecat Rumahnya Warna-warni
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Terletak di lereng Signal Hill, di pusat kota, Bo-Kaap adalah salah satu daerah pemukiman tertua dan yang paling menarik di Cape Town, Afrika Selatan. Rumah-rumah berwarna cerah dan jalanan berbatu yang menghiasi Bo-Kaap, seakan kita kembali pada abad ke-18.

Penduduk Bo-Kaap adalah keturunan budak yang dikirim oleh Belanda dari Malaysia, Indonesia, India, Sri Lanka dan berbagai negara Afrika sepanjang abad 16 dan 17. Budak-budak ini disebut "Cape Melayu", meskipun tidak semua dari mereka adalah keturunan Malaysia. Setelah Inggris merebut Cape Town dari Belanda pada tahun 1795, banyak perubahan positif selama empat dekade berikutnya. Di antaranya kebebasan beragama, penghapusan perdagangan budak yang akhirnya mengakhiri perbudakan.

Budak yang dibebaskan lantas membentuk komunitas baru di Bo-Kaap, yang bertahan hingga hari ini. Mereka disebut sebagai Malaya Quarter.

Bo-Kaap adalah komunitas muslim terbesar khas budaya Cape Melayu yang diciptakan oleh perkawinan antara budak dari Selatan dan negara-negara Asia Tenggara dengan orang-orang dari India, Madagaskar, dan kelompok-kelompok pribumi Afrika. Banyak perempuan lokal masuk Islam untuk menikah dengan lelaki Muslim.

"Mereka tidak minum alkohol, sehingga mereka bisa menjadi suami yang lebih baik," jelas pemandu lokal.

Hari ini, orang-orang dari Bo-Kaap menyebut diri mereka sebagai Cape Muslim.

Rumah-rumah berwarna cerah di kedua sisi jalan adalah sebuah inovasi terbaru yang menandai identitas tempat tinggal Muslim. Pada hari sebelumnya, semua rumah di Cape Town dicat putih. Kemudian warga Bo-Kaap mulai melukis rumah mereka dengan warna-warna yang cerah dalam persiapan untuk perayaan Idul Fitri.

Sebelumnya, seluruh warga pun bertemu dan mengambil keputusan tentang warna apa yang akan digunakan agar tidak menggunakan warna yang sama satu dengan yang lainnya.

Bo-Kaap juga memiliki sejumlah warisan yang tercermin dalam musik, tari dan juga makanan. Hidangan tradisional Afrika Selatan seperti tomat bredie, bobotie, sosaties dan koeksisters, yang sekarang banyak dimasak oleh ibu-ibu di Afrika Selatan, berasal dari Cape Melayu.

Komunitas ini memang memiliki hubungan yang cukup erat. Namun, mereka lambat laun berpencar. Warga lama telah menjual properti keluarga, dan sejumlah orang kaya dari luar pindah menempati rumah-rumah mereka. Ini telah meresahkan beberapa warga yang merasa bahwa identitas unik dan sejarah Bo-Kaap bisa hilang jika hal ini dibiarkan. (amusingplanet.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 21:19 WIB

Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya

Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 14:19 WIB

Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?

Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:23 WIB

Rindu yang Terbayar: Perjuangan Mudik Guru Sekolah Rakyat Kepulauan Anambas

Rindu yang Terbayar: Perjuangan Mudik Guru Sekolah Rakyat Kepulauan Anambas

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:05 WIB

Dompet Menipis Usai Lebaran? Sequis Life Dorong Reset Keuangan dan Kesehatan

Dompet Menipis Usai Lebaran? Sequis Life Dorong Reset Keuangan dan Kesehatan

Foto | Rabu, 01 April 2026 | 05:55 WIB

Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran

Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:36 WIB

Ubah Penampilan Jadi Laki-Laki, Lucinta Luna Minta Dukungan Publik

Ubah Penampilan Jadi Laki-Laki, Lucinta Luna Minta Dukungan Publik

Video | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:00 WIB

Maia Estianty Open House Saat Lebaran, Sajian Ini Curi Perhatian!

Maia Estianty Open House Saat Lebaran, Sajian Ini Curi Perhatian!

Your Say | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:40 WIB

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:13 WIB

Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Resminya

Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Resminya

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil

Foto | Sabtu, 12 September 2026 | 06:00 WIB

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:38 WIB

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

×