Wine dari Kopi yang Difermentasi
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk menghasilkan rasa dan aroma anggur, buah kopilah yang difermentasinya.
"Kopi ini difermentasi selama 40-45 hari, tergantung kesiapannya. Yang membuat dia bisa punya rasa dan aroma anggur, karena diolah masih menggunakan kulit tanduk dari buahnya. Aroma kulit tanduk ini yang diserap oleh biji kopi selama difermentasi, sampai menghasilkan rasa mirip wine," jelas Sony saat ditemui Suara.com.
Selain itu, kata dia, untuk membuat 'kopi anggur' ini, biji kopi yang dipilih harus yang baik dan berkualitas tinggi. Penanamannya pun, menurut Sony, tak bisa sembarangan, karena harus ditanam di tanah dengan ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dengan lahan berpasir.
Kualitas kopi seperti ini, lanjut dia, akan mempengaruhi karakter getah yang juga akan berperan pada proses fermentasi.
"Jadi, setelah dipetik dari kebun milik sendiri, di dataran tinggi Gayo, Aceh, biji kopi yang masih terbalut kulit tanduj dicuci, direndam lalu di jemur, dengan cara digulung menggunakan terpal, dan dijemur di bawah sinar matahari," terang Sony merinci sembari menunjukkan biji-biji kopi beraroma semerbak yang ada di Coffee-nya.
Setelah proses peraman dilakukan, selanjutnya biji-biji kopi tersebut dibawa ke Jakarta untuk dijadikan Wine Coffee. Nah, bagaimana cara pembuatannya kopi ini agar terasa tambah nikmat?
Setelah dihaluskan, kopi ini diseduh menggunakan syphon coffee maker. Menurut Abdul Aziz, sang barista, alat ini juga mempengaruhi rasa kopi menjadi lebih 'strong'. Jadi, ketika ada yang memesan, ia akan langsung menyajikannya dihadapan si pemesan, sambil membawa satu set vacuum coffee pot.