Wisata Sejarah Kehidupan Manusia Purba di Trinil

Tomi Tresnady | Suara.com

Selasa, 18 Oktober 2016 | 08:32 WIB
Wisata Sejarah Kehidupan Manusia Purba di Trinil
Ilustrasi kehidupan manusia purba. [shutterstock]

Suara.com - Masyarakat yang berminat mempelajari sejarah kehidupan manusia purba, datanglah ke Museum Trinil, di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Di situ wisatawan bisa mendapatkan informasi sejelas dan selengkap mungkin mengenai asal usul dan kehidupan manusia purba, yang konon merupakan nenek moyang bangsa Indonesia.

Dukuh Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu lokasi penemuan Pithecanthropus erectus yang kerap kali ditanyakan dalam lembar-lembar ujian sejarah purbakala.

Seperti diberitakan Antara, Museum ini terletak di bantaran Sungai Bengawan Solo sehingga mengingatkan para wisatawan bahwa di sekitar bantaran sungai inilah dahulu manusia purba tinggal dan membangun kebudayaannya.

Museum Trinil memang menjadi salah satu objek wisata sejarah yang penting, baik bagi wisatawan biasa maupun pelajar atau peneliti. Di situ wisatawan akan mengetahui kehidupan manusia purba, ekosistemnya, serta flora dan fauna yang hidup pada zaman tersebut.

Kawasan Trinil merupakan salah satu kawasan yang menjadi penemuan fosil-fosil dari masa pliosen, sekitar 1,5 juta tahun yang lalu, hingga zaman pleistosen berakhir, yaitu sekitar 10.000 tahun sebelum masehi.

Saat datang di halaman museum, wisatawan akan disambut oleh gapura museum dengan latar belakang patung gajah purba. Patung gajah ini cukup besar untuk ukuran gajah sekarang, dengan gading yang sangat panjang, dan anatominya lebih mirip Mammoth tetapi tanpa bulu.

Selain patung gajah, di halaman museum juga terdapat monumen penemuan Pithecanthropus erectus yang dibuat oleh Eugene Dubois, seorang dokter berkebangsaan Belanda. Pada monumen tersebut tertulis P.e. 175m (gambar anak panah), 1891/95.

Maksud dari tulisan tersebut adalah, Pithecanthropus erectus (P.e.) ditemukan sekitar 175 meter dari monumen itu, mengikuti arah tanda panah, pada ekskavasi yang dilakukan dari tahun 1891 hingga 1895.

Setelah cukup menikmati patung gajah dan monumen tersebut, wisatawan dapat menimba informasi lebih jauh dengan melihat koleksi museum yang berjumlah sekitar 1.200 fosil yang terdiri dari 130 jenis.

Museum Trinil memamerkan beberapa replika fosil manusia purba, di antaranya replika Phitecantropus Erectus yang ditemukan di Karang Tengah (Ngawi), Phitecantropus Erectus yang ditemukan di Trinil (Ngawi), serta fosil-fosil yang berasal dari Afrika dan Jerman, yakni Australopithecus Afrinacus dan Homo Neanderthalensis.

Kendati hanya berupa replika, namun fosil tersebut dibuat mendekati bentuk aslinya. Sementara fosil-fosil yang asli disimpan di beberapa museum di Belanda dan Jerman.

Selain fosil manusia, museum ini juga memamerkan fosil tulang rahang bawah macan (Felis Tigris), fosil gigi geraham atas gajah (Stegodon Trigonocephalus), fosil tanduk kerbau (Bubalus Palaeokerabau), fosil tanduk banteng (Bibos Palaeosondaicus), serta fosil gading gajah purba (Stegodon Trigonocephalus).

Fosil hewan ini umumnya lebih besar dan panjang daripada ukuran hewan sekarang. Misalnya saja fosil gading gajah purba yang panjangnya mencapai 3,15 meter, bandingkan dengan gajah sekarang yang panjang gadingnya tak lebih dari 1,5 meter.

Museum Purbakala Trinil berada sekitar lima kilometer arah utara dari jalan raya Solo-Surabaya. Dari Kota Ngawi, museum ini terletak sekitar 13 kilometer arah barat daya.

Untuk menuju museum ini, dari Kota Ngawi wisatawan dapat menggunakan jasa bus umum arah Solo.

Wisatawan turun di gapura besar yang menjadi penanda menuju Museum Trinil. Dari gapura tersebut, wisatawan dapat mencarter ojek untuk sampai ke museum dengan menempuh jarak sekitar tiga kilometer.

Apabila menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Ngawi, wisatawan sebaiknya bertanya arah yang tepat menuju museum kepada masyarakat sekitar, sebab papan penunjuk menuju museum ini masih minim. Umumnya masyarakat tahu di mana lokasi tersebut berada.

Pembangunan Museum Trinil Ngawi memiliki sejarah panjang. Museum yang terletak 15 kilometer dari pusat Kota Ngawi ini memiliki cerita di balik pendiriannya.

Sejarah itu berawal dari penemuan fosil Pithecanthropus Erectus oleh Eugene Dubois, seorang pejabat kedokteran tentara kolonial Belanda. Untuk memperingati kejadian tersebut, dibuatlah tugu berisi gambar anak panah dengan arah timur laut yang bertuliskan P.e 175 m.

Setelah penemuan tersebut, pada 1980 baru mulai direncanakan pembangunan sebuah gedung museum oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ngawi. Rencana tersebut berawal dari pembelian tanah di sekitar tugu peringatan dengan luas 16 meter x 25 meter.

Pada 1982 dimulai pembangunan sebuah gedung. Gedung tersebut mulanya berfungsi sebagai balai penyelamat tapi beralih menjadi gedung museum khusus.

Selanjutnya pada 1986, museum khusus tersebut mendapakan bantuan berupa 5 buah lemari untuk menata koleksi fosil-fosil serta dana konservasi dari proyek pengembangan Permuseuman Provinsi Jawa Timur.

Museum Trinil yang berdiri saat ini adalah gedung baru yang diresmikan oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur, Soelarso, tahun 1991. Peresmian tersebut bertepatan dengan satu abad Pithecanthropus Erectus ditemukan di Trinil.

Pengelola museum juga menyediakan wahana "outbond" dan bumi perkemahan sebagai bagian tempat rekreasi lainnya. Lokasinya sangat teduh karena ditutupi oleh pohon jati sehingga rindang dan bisa menahan teriknya sinar matahari.

Harga tiket untuk memasuki Museum Trinil adalah Rp1.000 untuk anak-anak/pelajar dan Rp3.000 untuk dewasa. Tiket ini dibayarkan di pos penjaga yang terdapat di luar museum.

Jam buka Museum Trinil adalah Selasa-Minggu 08.00-15.00 WIB, Jumat 11.00-13.00 (istirahat), Senin museum tutup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Manusia Purba Sudah Gunakan Tusuk Gigi

Studi: Manusia Purba Sudah Gunakan Tusuk Gigi

Tekno | Rabu, 20 April 2016 | 10:39 WIB

Peneliti Temukan Penyebab Punahnya Manusia Hobit Flores

Peneliti Temukan Penyebab Punahnya Manusia Hobit Flores

Tekno | Sabtu, 02 April 2016 | 07:12 WIB

Studi: Manusia Purba Misterius Pernah Hidup di Sulawesi

Studi: Manusia Purba Misterius Pernah Hidup di Sulawesi

Tekno | Jum'at, 15 Januari 2016 | 14:27 WIB

Studi: Pengkhianatan Bantu Manusia Duduki Seluruh Daratan di Bumi

Studi: Pengkhianatan Bantu Manusia Duduki Seluruh Daratan di Bumi

Tekno | Kamis, 26 November 2015 | 07:39 WIB

Peneliti Jepang Pertegas Status Manusia Hobit Flores

Peneliti Jepang Pertegas Status Manusia Hobit Flores

Tekno | Jum'at, 20 November 2015 | 10:04 WIB

Mengenal Manusia Purba Penghuni Kawasan Karst Citatah

Mengenal Manusia Purba Penghuni Kawasan Karst Citatah

Lifestyle | Minggu, 08 November 2015 | 00:51 WIB

Studi: Manusia Purba Tidur Cuma Sebentar

Studi: Manusia Purba Tidur Cuma Sebentar

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2015 | 19:10 WIB

Terkini

Terpopuler: Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kondisi Masinis KA Argo Bromo Anggrek

Terpopuler: Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kondisi Masinis KA Argo Bromo Anggrek

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 06:50 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 29 April 2026: Pisces hingga Taurus Di Puncak Kejayaan

4 Zodiak Paling Beruntung 29 April 2026: Pisces hingga Taurus Di Puncak Kejayaan

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 06:47 WIB

Sepeda Federal Street Cat Harganya Berapa? Ini 3 Tipe yang Masih Worth di 2026

Sepeda Federal Street Cat Harganya Berapa? Ini 3 Tipe yang Masih Worth di 2026

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 06:29 WIB

BBW Jakarta 2026 Buka 24 Jam Nonstop, Bisa Belanja Buku Tengah Malam hingga Dini Hari

BBW Jakarta 2026 Buka 24 Jam Nonstop, Bisa Belanja Buku Tengah Malam hingga Dini Hari

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 05:00 WIB

6 Shio Paling Beruntung Besok 29 April 2026, Hoki Mengalir di Akhir Bulan

6 Shio Paling Beruntung Besok 29 April 2026, Hoki Mengalir di Akhir Bulan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 21:05 WIB

4 Bedak SPF 50 Terbaik untuk Aktivitas Outdoor: Tahan Lama dan Anti Kusam

4 Bedak SPF 50 Terbaik untuk Aktivitas Outdoor: Tahan Lama dan Anti Kusam

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:40 WIB

JEDA 10 Detik Jadi Solusi Blibli Cegah Respons Impulsif dan Perkuat Perlindungan Konsumen

JEDA 10 Detik Jadi Solusi Blibli Cegah Respons Impulsif dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:14 WIB

Indonesia Gandeng Teknologi Korea, Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Siber yang Kian Kompleks

Indonesia Gandeng Teknologi Korea, Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Siber yang Kian Kompleks

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:06 WIB

5 Krim Pagi untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Bikin Kulit Glowing dan Sehat

5 Krim Pagi untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Bikin Kulit Glowing dan Sehat

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:05 WIB

Berapa Harga Cushion OMG? Rahasia Makeup Cantik Maia Estianty di Nikahan El Rumi

Berapa Harga Cushion OMG? Rahasia Makeup Cantik Maia Estianty di Nikahan El Rumi

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 19:18 WIB