Apa Dampak Konsumsi Karbohidrat di Malam Hari?

Vania Rossa

Senin, 07 Mei 2018 | 12:00 WIB
Apa Dampak Konsumsi Karbohidrat di Malam Hari?
Ilustrasi makan pasta bisa membantu menurunkan berat badan. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak yang meyakini bahwa makan larut malam, terutama yang mengandung karbohidrat, dapat merusak diet. Namun, Michael Mosley, dokter yang memopulerkan diet 5:2 dan diet gula darah, mengatakan bahwa ini mungkin hanya mitos.

Diet 5:2 memungkinkan Anda makan apa pun yang Anda suka selama lima hari dalam seminggu, kemudian selama dua hari berturut-turut berikutnya, Anda harus membatasi kalori menjadi 500 untuk perempuan dan 600 untuk lelaki.

"Jika Anda makan banyak karbohidrat dan gula, terutama jenis karbohidrat tanpa serat yang cepat diserap, mereka akan dengan cepat menaikkan kadar gula darah Anda," tulis Mosley dalam artikel yang dipublikasikan di BBC.

Dia mengatakan bahwa jika glukosa ini tidak dibakar melalui beberapa aktivitas, pankreas merespon dengan cara melepaskan insulin ke dalam aliran darah untuk menurunkan level glukosa, dan menyimpan kelebihan gula sebagai lemak.

"Terlalu banyak lemak yang tersimpan, terutama lemak visceral (di dalam perut) dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti diabetes tipe-2," tulisnya.

Tetapi Mosley mengatakan banyak orang memercayai bahwa seperti itu jugalah cara kerja karbohidrat.

"Dipercaya secara luas bahwa mengonsumsi karbohidrat di malam hari lebih buruk dampaknya dibandingkan mengonsumsinya di pagi hari," tulisnya.

Alasannya, jika Anda mengonsumsi karbohidrat di pagi hari, Anda dapat membakar glukosa yang ada di dalamnya selama kegiatan hari itu.

Untuk mencari jawaban akan hal tersebut, Mosley bersama Adam Collins, seorang dokter di University of Surrey, memelajari bagaimana orang-orang yang sehat beradaptasi dan mengatasi konsumsi karbohidrat mereka di pagi atau sore hari.

baca juga

Dalam lima hari pertama percobaan, para peserta, yang semuanya diberi karbohidrat harian yang sama, mengonsumsi sebagian besar karbohidrat mereka saat sarapan. Mereka kemudian makan normal selama lima hari sebelum beralih ke pola makan tinggi karbohidrat di malam hari selama lima hari. Selama percobaan, tingkat gula darah mereka dimonitor seluruhnya.

Mosley dan Collins kemudian menemukan bahwa respons glukosa darah rata-rata peserta pada tahap awal tes adalah 15,9 unit. Namun dalam lima hari terakhir studi, respons ini turun menjadi 10,4 unit, yang dikatakan Mosley 'lebih rendah dari yang kami perkirakan.'

"Bisa jadi yang penting sebenarnya adalah bukan berapa banyak karbohidrat yang Anda konsumsi, tetapi berapa lama Anda 'puasa' bebas karbohidrat sebelum makan," kata Mosley.

“Jika jarak Anda mengonsumsi karbohidrat sebelumnya dengan yang sekarang cukup lama, tubuh Anda akan lebih siap untuk menghadapinya. Itu terjadi secara alami di pagi hari karena Anda sudah tidur dan tak mengonsumsi apa pun," katanya.

Dia menambahkan, “Penelitian kecil kami menunjukkan bahwa jika Anda mengonsumsi makanan rendah karbohidrat sepanjang hari, efeknya yang sama. Dengan kata lain, setelah beberapa hari Anda hanya sedikit makan karbohidrat, dan diakhiri dengan makan malam tinggi karbohidrat, tubuh Anda akan menanggapi beban karbohidrat ini dengan lebih baik, meski di malam hari.”

Jadi, jika Anda berencana berpesta karbohidrat di malam hari, cobalah untuk meminimalkannya di pagi dan siang hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kurang Karbohidrat Menyebabkan Berbagai Masalah Ini

Kurang Karbohidrat Menyebabkan Berbagai Masalah Ini

Lifestyle | Rabu, 02 Mei 2018 | 13:36 WIB

Metode Diet Baru, Isi Perut dengan Balon, Berani Coba?

Metode Diet Baru, Isi Perut dengan Balon, Berani Coba?

Health | Senin, 16 April 2018 | 15:26 WIB

Ingin Turunkan Berat Badan dengan Cepat? Coba Diet Semangka!

Ingin Turunkan Berat Badan dengan Cepat? Coba Diet Semangka!

Lifestyle | Selasa, 03 April 2018 | 15:00 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×