Ini Penyebab Gizi Buruk di Asmat Beberapa Waktu Lalu

Vania Rossa, Risna Halidi

Selasa, 15 Mei 2018 | 17:06 WIB
Ini Penyebab Gizi Buruk di Asmat Beberapa Waktu Lalu
Warga dan anak-anak usai menjalani pemeriksaan dan perawatan kesehatan di RSUD Agats, menuju Distrik Jetsy di Kabupaten Asmat, Papua, Selasa (23/1).

Suara.com - Menurut paparan yang presentasikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, Kementerian Kesehatan, Usman Sumantri, ada empat faktor utama permasalah kesehatan dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, beberapa waktu lalu.

Empat faktor tersebut adalah 40 persen faktor lingkungan, fisik, kimia, biologi, dan ergonomi; 30 persen faktor perilaku sosial budaya; 20 persen faktor pelayanan kesehatan; dan 10 persen faktor genetika atau keturunan.

"Masalah di Asmat ini sebenarnya bukan masalah kesehatan, tapi masalah lain seperti gizi. Gizi ini bukan masalah kesehatan, tapi bagaimana masyarakat Asmat memenuhi gizi terkait dengan ketahanan pangan. Pengetahuan tentang kesehatan dan upaya membangun ekonomi juga saya lihat agak sulit," kata Usman saat ditemui Suara.com di Kantor PB IDI, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Akibat hal tersebut, Kabupaten Asmat sempat menetapkan kasus Kejadian Luar Biasa atau KLB untuk gizi buruk dan campak.

Menurut data Kemenkes RI, hingga 18 Maret 2018 tercatat ada 66 jiwa yang meninggal dunia karena campak dan 10 orang yang meninggal karena gizi buruk.

Sementara itu, jumlah penduduk yang terjangkit campak mencapai 651 kasus, dan gizi buruk sebanyak 229 kasus dengan jumlah komplikasi campak-gizi buruk mencapai 11 kasus.

Kata Usman, salah satu kendala utama untuk menangani KLB campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat adalah biaya dan minimnya tenaga medis profesional di sana.

"Biaya operasioanal di Asmat, sekali gerak puluhan juta. Tidak sejuta atau dua juta seperti di (Pulau) Jawa. Apalagi di sana ada 226 kampung dan 23 distrik," katanya.

Untuk menangani masalah tersebut, Kementerian Kesehatan mengirim 120 Tenaga Nusantara Sehat untuk 19 Puskesmas dalam jangka waktu dua tahun.

baca juga

Lima jenis tenaga kesehatan yang akan dikirim ke salah satu Kabupaten paling ujung Timur Indonesia tersebut adalah doker, perawat, gizi, kesling/kesmas, dan farmasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi: Stunting Ancaman Utama Terhadap Kualitas SDM Indonesia

Jokowi: Stunting Ancaman Utama Terhadap Kualitas SDM Indonesia

News | Kamis, 05 April 2018 | 15:22 WIB

Kemenkes Bangun Rumah Gizi Pemantau Kondisi Masyarakat Papua

Kemenkes Bangun Rumah Gizi Pemantau Kondisi Masyarakat Papua

News | Minggu, 11 Februari 2018 | 04:15 WIB

Eks Panglima TNI Ingin Antar BEM UI Lihat Gizi Buruk di Asmat

Eks Panglima TNI Ingin Antar BEM UI Lihat Gizi Buruk di Asmat

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 12:44 WIB

Terkini

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

×