Populerkan Tenun Ikat, Ini yang Dilakukan Didiet Maulana dan BCA

Ririn Indriani, Risna Halidi

Jum'at, 13 Juli 2018 | 14:03 WIB
Populerkan Tenun Ikat, Ini yang Dilakukan Didiet Maulana dan BCA
BCA menggandeng desainer Didiet Maulana meluncurkan seragam tenun ikat. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Tak hanya batik, tenun ikat juga bisa jadi seragam kantor. Itulah yang dilakukan BCA menggandeng desainer kenamaan, Didiet Maulana.

Seperti diketahui, tenun ikat merupakan salah satu kekayaan warisan kain Nusantara sekaligus industri kreatif yang menjanjikan di Indonesia.

Tenun ikat telah dikembangkan secara massal dan tersebar di berbagai daerah seperti Toraja, Sintang, Jepara, Bali, Lombok, hingga Sumbawa dan Flores.

Meski tersebar dari ujung Barat hingga Timur Indonesia, tenun ikat masih kalah pamor dari saudara setanah air-nya, batik.

Didiet Maulana yang juga founder lini fesyen Ikat Indonesia mengatakan kondisi itu terjadi, karena masih banyak orang Indonesia yang kurang mengenal kain tenun ikat.

Pengrajin Tenun Ikat di acara peluncuran seragam tenun ikat dari BCA yang menggandeng desainer Didiet Maulana di Jakarta, Senin (9/7/2018). (Suara.com/Risna Halidi)
Pengrajin Tenun Ikat di acara peluncuran seragam tenun ikat dari BCA yang menggandeng desainer Didiet Maulana di Jakarta, Senin (9/7/2018). (Suara.com/Risna Halidi)

"Apa itu tenun ikat? Tenun ikat sendiri merupakan teknik yang berbeda dengan batik (dilukis dengan malam dan dicelup). Proses pewarnaan kain dengan cara diikat," kata Didiet Maulana saat berbicara dalam acara "Tenun Ikat, Indonesian Legacy into the Spotlight" di Jakarta, belum lama ini.

Sebagai upaya untuk mengangkat tenun ikat di Indonesia agar sepopuler batik, Didiet bekerja sama dengan BCA meluncurkan seragam korporat Bank BCA bermotif tenun ikat.

Untuk memenuhi kebutuhan 45.000 meter kain bagi 27.000 karyawan Bank BCA di seluruh Indonesia, Didiet dan Bank BCA ikut memberdayakan 500 pengrajin tenun ikat dari Desa Trojo Jepara.

"BCA ingin mendorong terciptanya kebutuhan yang sifatnya massal terhadap tenun ikat sehingga mastlyarakat penenun memiliki kesempatan mengembangkan dan menerima manfaat dari kebutuhan massal tersebut," papar Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja, dalam acara yang sama.

baca juga

Saat ini, tenun ikat Indonesia memang sudah mulai populer dalam khasanah fesyen global. Tenun ikat juga dianggap memiliki daya tarik tersendiri karena filosofi dan keindahan yang terkandung dalam produk kreatif tersebut.

"Mudah-mudahan proyek bersama Bank BCA ini akan menjadi satu titik puncak di mana korporasi lain mendukung ekonomi kreatif secara nyata," tutup Didiet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Penyelesaian Kasus BLBI Campur Aduk

Pengamat: Penyelesaian Kasus BLBI Campur Aduk

News | Kamis, 28 Juni 2018 | 09:02 WIB

Polisi: Ledakan di Wisma BCA Serpong Murni Kecelakaan Kerja

Polisi: Ledakan di Wisma BCA Serpong Murni Kecelakaan Kerja

News | Jum'at, 01 Juni 2018 | 12:05 WIB

Mesin AC Wisma BCA BSD Meledak, Empat Teknisi Luka Bakar

Mesin AC Wisma BCA BSD Meledak, Empat Teknisi Luka Bakar

News | Kamis, 31 Mei 2018 | 21:01 WIB

Terkini

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan

Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi

Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor

Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air

Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air

Video | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?

Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:04 WIB

336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan

336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026

Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:58 WIB

Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu

Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu

Banten | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:52 WIB

×