Butet Manurung, Sokola Rimba Mengantarkannya Jadi Pahlawan Asia

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Senin, 01 Oktober 2018 | 10:00 WIB
Butet Manurung, Sokola Rimba Mengantarkannya Jadi Pahlawan Asia
Butet Manurung, penggagas Sokola Rimba, awalnya takut jadi wanita kantoran. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

Suara.com - Butet Manurung, penggagas Sokola Rimba ini namanya di dunia pendidikan begitu harum. Bagaimana tidak, perempuan kelahiran Jakarta, 46 tahun silam ini menjadi pelopor berdirinya sekolah untuk anak-anak suku-suku terasing di 16 titik pelosok Indonesia melalui Yayasan Sokola.

Padahal keberhasilan Butet Manurung mengenalkan anak-anak suku adat pada kegiatan membaca, menulis dan menghitung ini berawal dari mimpinya yang sederhana, menjauh dari tuntutan kerja di balik meja bilik kantor.

"Dulu orangtua saya selalu bilang suatu hari saya akan menikah lalu punya anak. Kalau pun bekerja saya berpikir nanti akan kerja si bilangan Sudirman, pakai heels duduk di belakang meja. Saya takut sekali," ujar Butet Manurung pada Suara.com, belum lama ini.

Ketakutan Butet Manurung pada dunia kerja yang monoton membuatnya bermimpi untuk bisa bekerja di hutan suatu hari nanti. Hal ini diwujudkannya lewat keikutsertaan Butet pada organisasi pecinta alam semasa duduk di bangku kuliah. Ia juga sering berpetualang ke gunung, arung jeram, hingga hutan-hutan di Indonesia untuk menemukan zona nyamannya.

Lulusan Antropologi, Universitas Padjajaran Bandung ini tak ingin menyesal ketika usia senja dirinya belum melakukan apapun yang menjadi mimpinya saat kecil. Semesta pun mendukung. Selepas meraih gelar sarjana, Butet Manurung mendapatkan pekerjaan yang berhubungan dengan alam.

Butet Manurung, penggagas Sokola Rimba, awalnya takut jadi wanita kantoran. (Instagram/Istimewa)
Butet Manurung, penggagas Sokola Rimba, awalnya takut jadi wanita kantoran. (Instagram/Istimewa)

Berbekal pengalamannya sebagai mahasiawa pecinta alam, Butet Manurung memulai karir sebagai pemandu wisata di sebuah taman nasional. Namun ibu dari dua anak ini merasa tak puas melakoni profesi tersebut. Ia ingin memberi dampak lebih melalui ilmu yang didapatnya selama perkuliahan.

"Lalu saya lihat lowongan iklan baris di Koran. Bunyinya: dicari fasilitator pendidikan alternatif bagi suku asli Orang Rimba, Jambi. Saya merasa tergerak untuk melamar pekerjaan ini," tambah Butet Manurung lagi.

Ternyata di sanalah, Butet menemukan surga dunianya. Namun tentu saja perjuangannya tak langsung berjalan mulus. Butet Manurung harus mengalami penolakan dari suku dalam yang tak terpapar dunia luar. Butet Manurung tak menyerah, berawal dari tiga murid, lama kelamaan Ia berhasil menjadikan sekolah menjadi tren di kalangan anak muda rimba.

"Tantangan pasti ada. Tentunya bagaimana bisa mendapat kepercayaan mereka. Kita kan dianggap orang luar dan mereka jarang melihat perempuan jalan sendiri ke rimba sehingga ya penolakan itu ada," ujar Butet Manurung.

baca juga
Butet Manurung, penggagas Sokola Rimba, awalnya takut jadi wanita kantoran. (Instagram/Istimewa)
Butet Manurung, penggagas Sokola Rimba, awalnya takut jadi wanita kantoran. (Instagram/Istimewa)

Perempuan bernama asli Saur Marlina Manurung ini mengaku bahwa dirinya tidak menggunakan metode pembelajaran seperti di sekolah pada umumnya. Butet sengaja memadukan konsep bermain sambil belajar sehingga anak-anak rimba tidak merasa seperti sedang bersekolah.

"Sekolahnya juga tidak beratap seperti sekolahan lain. Jadi kita di hutan saja gitu, saya bawa buku, papan lalu ya mengenalkan mereka pada abjad, angka dan mengajarkan mereka berkomunikasi agar mereka bisa mandiri ketika berurusan dengan orang asing seperti penjahat yang mau menebang pohon di hutan, mereka bisa lawan dengan pengetahuan pasal-pasal di undang-undang," tambah dia.

Atas dasar perjuangannya meningkatkan pendidikan bagi masyarakat adat di pelosok Indonesia ini, Butet pun dihadiahi banyak penghargaan. Pada 2004 lalu, Majalah TIME Asia menyebut Butet sebagai salah satu Pahlawan Asia. Tak hanya itu Butet juga memperoleh penghargaan seperti Young Global Leader oleh forum Ekonomi Dunia, Social Entrepreneur of the Year oleh Ernst and Young, dan Ramon Magsaysay Award.

Butet Manurung, penggagas Sokola Rimba, awalnya takut jadi wanita kantoran. (Instagram/Istimewa)
Butet Manurung, penggagas Sokola Rimba, awalnya takut jadi wanita kantoran. (Instagram/Istimewa)

Berawal dari Hutan Rimba Jambi, kini Sokola Rimba yang didirikan Butet Manurung telah menjangkau pelosok Indonesia lainnya seperti Flores, Aceh, Yogyakarta, Halmahera, Bulukumba, Pulau Besar dan Gunung Egon, Makassar, Klaten, dan Sumba.

Pada para perempuan lainnya, Butet Manurung berpesan agar terus menghidupkan mimpi-mimpi yang di punya agar tidak menyesal ketika usia lanjut menghampiri. Yang pasti, Ia menikmati hasil dari mimpi dan kerja kerasnya yang bisa dibagikannya pada anak dan cucunya kelak.

"Sebagai perempuan jadilah diri sendiri. Jangan sampai di usia 70 tahun baru menyesal. Buat saya keren itu bisa melakukan sesuatu yang kita cintai," tandas Butet.

Itulah kisah perjuangan Butet Manurung, berawal dari Sokola Rimba hingga menjadi pahlawan Asia.

Butet Manurung, penggagas Sokola Rimba, awalnya takut jadi wanita kantoran. (Instagram/Istimewa)
Butet Manurung, penggagas Sokola Rimba, awalnya takut jadi wanita kantoran. (Instagram/Istimewa)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mari Coba Qlevers, Bimbingan Belajar Online

Mari Coba Qlevers, Bimbingan Belajar Online

Tekno | Senin, 17 September 2018 | 10:00 WIB

Wow, Ternyata 6 Artis Ini Masih Keturunan Tokoh Nasional

Wow, Ternyata 6 Artis Ini Masih Keturunan Tokoh Nasional

Lifestyle | Minggu, 16 September 2018 | 19:00 WIB

Kisah Anak-anak Pengebom Bunuh Diri dan Sekolah Rahasia

Kisah Anak-anak Pengebom Bunuh Diri dan Sekolah Rahasia

News | Senin, 30 Juli 2018 | 20:13 WIB

Kemendikbud Akan Masukkan Kurikulum Anti Terorisme ke Sekolah

Kemendikbud Akan Masukkan Kurikulum Anti Terorisme ke Sekolah

News | Kamis, 19 Juli 2018 | 18:54 WIB

Perdana, SIM Buka Kantor Perwakilan di Indonesia

Perdana, SIM Buka Kantor Perwakilan di Indonesia

Press Release | Minggu, 15 Juli 2018 | 05:42 WIB

DPRD Jatim: Dindik Kurang Serius Tangani PPDB Jalur Mitra Warga

DPRD Jatim: Dindik Kurang Serius Tangani PPDB Jalur Mitra Warga

News | Minggu, 24 Juni 2018 | 10:58 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari

Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:52 WIB

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:45 WIB

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Sumut | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:38 WIB

Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi

Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:36 WIB

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:35 WIB

Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Bau Sampah Berkurang

Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Bau Sampah Berkurang

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:24 WIB

Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit

Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:23 WIB

×