Penasaran, Ayushita Hadir di Peluncuran Pasar Botani, Sumbawa

Fabiola Febrinastri

Senin, 22 Oktober 2018 | 09:00 WIB
Penasaran, Ayushita Hadir di Peluncuran Pasar Botani, Sumbawa
Destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018). (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Inovasi terus dihadirkan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lombok Sumbawa. Terbaru, GenPI Lombok Sumbawa meluncurkan destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018).

Seolah mengulang sukses Pasar Pancingan, peluncuran ini pun berlangsung sukses. Beragam keseruan terjadi di pasar yang dibuka sejak pukul 16.00 WITA itu, mulai dari kunjungan spesial artis Ayushita, hingga hebohnya pengunjung menikmati berbagai spot serta kuliner keren Pasar Botani.

"Tempatnya asyik, bikin happy. Seru pokoknya. Ini merupakan ide yang sangat unik. Kekinian banget, pas untuk anak muda. Apalagi Pasar Botani memadukan keindahan alam dengan kreativitas anak muda milenial plus tradisi kuliner lokal. Saya lihat juga, Pasar Botani sangat cocok untuk liburan bersama keluarga," ujar Ayushita.

Ayushita di destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018). (Dok: Kemenpar)
Ayushita di destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018). (Dok: Kemenpar)

Pemain film Suatu Hari Nanti ini juga mengaku, sejak awal penasaran dengan Pasar Botani. Pasalnya banyak foto-foto bunga matahari cantik berseliweran di sosial media yang berasal dari pasar ini.

Ia juga mengaku tertarik dengan beragam kuliner yang dijajakan di destinasi digital ini.

"Iya unik foto-fotonya. Foto-foto kulinernya juga begitu menggoda. Makanya begitu launching, saya langsung meluncur," ungkapnya.

Kehadiran Ayushita yang begitu antusias datang di peluncuran Pasar Botani membuat Juragan Pasar Botani, Joko Lukito, sumringah. Kerja keras seluruh tim membuahkan hasil maksimal.

Bukan saja atraksinya, tetapi juga segi penyajian kulinernya. Seperti halnya di Pasar Pancingan, kuliner yang disediakan adalah hasil karya ibu-ibu di sekitar pasar.

"Mereka sudah melewati berbagai macam pelatihan dan arahan yang kita buat, sehingga dari segi rasa serta estetika, benar-benar sesuai dengan konsep Pasar. Pengunjung selain menikmati rasa, juga menikmati rupa," ujar Joko.

baca juga

Ia menambahkan, Pasar Botani memang dihadirkan untuk memehuni kebutuhan generasi zaman now. Semuanya dikonsep maksimal, sehingga sangat Instagramable.

Selain itu, kuliner di pasar ini juga disajikan dengan harga terjangkau. Destinasi ini pun sangat ramah anak, jadi semua kalangan, semua usia bisa menikmati Pasar Botani.

"Selain menawarkan atraksi wisata, Pasar Botani juga memiliki misi untuk memberikan edukasi kepada pengunjung tentang botanical knowledge. Pengunjung dapat mengenal bunga-bunga dan buah lokal. Mereka pun dapat mengena cara merawatnya," ujarnya lagi.

Pasar Botani memang luar biasa. Di pasar ini terdapat lebih kurang 20 jenis bunga dan berbagai jenis buah-buahan lokal.

Ada bunga Million Gold, Calendula, Chrysanthemum, Anyelir, Nasturtium, Pansy, Mawar dan juga Anggrek. Ada pula bunga Matahari, Lavender, Angelo Nia, Angustifolia, Anggrek, Air Mata Pengantin, Marigold, Hibiscus (kembang sepatu), Cactus, Alamanda, Morning Glory, Cosmos, dan Thunbergia.

Ayushita di destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018). (Dok: Kemenpar)
Ayushita di destinasi digital Pasar Botani, Minggu (21/10/2018). (Dok: Kemenpar)

"Di sini ada juga berbagai jenis durian Raja istimewa khas NTB, seperti durian Tong Medaye, Si Payuk, Si Lakem, Gula Gaet, Si Gundul dan berbagai jenis Buah Lengkeng, Jambu Crystal, serta Anggur Brazil Jaboticaba," terang Joko.

Di tempat terpisah, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono mengatakan, GenPI harus mampu menghadirkan destinasi digital dengan standar yang tinggi, sehingga mampu bersaing dengan destinasi lainnya.

“Kita sejak awal sudah optimistis, pasar-pasar ini akan cepat berkembang. Destinasi digital ini memberikan dua keuntungan, yaitu offline dan online. Offline-nya ya pasar yang digelar tiap minggu yang selalu ramai. Online-nya, anak-anak GenPI sangat gencar dalam bermedia sosial. Bisa menciptakan 3-4 trending topic tiap minggunya,” jelas Don Kardono.

Ia menjelaskan, destinasi digital, atau yang kerap dikenal pasar zaman now ini memiliki positioning, differentiation dan branding.

Positioning-nya, yaitu esteem economy. Generasi milenial butuh pengakuan dan media sosial. Differentiation-nya Instagrammable dan digitalable photogenic, sementara branding-nya, menjadi destinasi zaman now.

“Kids zaman now, 70 persen eksis di dunia maya, dunia digital. Media pun sebagai channel menuju ke sana. Pariwisata kita pun makin kreatif, makin Instagramable, memikirkan objek gambar, agar kalau difoto, layak diposting di medsos, dan banyak likes, comments, banyak repost, share, dan interaksi positif,” tuturnya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menegaskan, pasar digital harus mandiri. Mereka harus bisa menghidupi dirinya sendiri dari kreativitasnya.

“Contohnya seperti Pasar Pancingan atau Pasar Karetan. Mereka sudah bagus, bahkan bisa merambah industri. Mereka semakin mandiri, mampu meyakinkan pasar, hingga ada sponsor yang bergabung. Soal durasi waktu kerjasama, itu nomor sekian. Yang penting mereka mampu memberi keyakinan kepada publik soal brand yang dimilikinya. Ini harus di contoh Pasar Botani,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Kok Bisa? Ini 5 Alasannya

Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Kok Bisa? Ini 5 Alasannya

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 21:05 WIB

Letak TV yang Ideal di Rumah Menurut Feng Shui, Bikin Suasana Nyaman dan Bawa Hoki

Letak TV yang Ideal di Rumah Menurut Feng Shui, Bikin Suasana Nyaman dan Bawa Hoki

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:40 WIB

Pakai Lotion Apa Biar Kulit Putih? Ini 3 Pilihan Murah yang Dipuji Efektif Bikin Cerah

Pakai Lotion Apa Biar Kulit Putih? Ini 3 Pilihan Murah yang Dipuji Efektif Bikin Cerah

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:15 WIB

Kulit Kepala Masih Gatal padahal Baru Keramas? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya

Kulit Kepala Masih Gatal padahal Baru Keramas? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:00 WIB

Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi

Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:46 WIB

5 Pilihan Sepatu Nike Warna Hitam di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan

5 Pilihan Sepatu Nike Warna Hitam di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:35 WIB

Berapa Harga Eye Shadow Viva? Ini 4 Pilihan dari Termurah hingga Termahal

Berapa Harga Eye Shadow Viva? Ini 4 Pilihan dari Termurah hingga Termahal

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:15 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:03 WIB

Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?

Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:40 WIB

Jeje Govinda Lulus S1 1,5 Tahun Lewat Jalur RPL, Apa Maksudnya?

Jeje Govinda Lulus S1 1,5 Tahun Lewat Jalur RPL, Apa Maksudnya?

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:25 WIB

×