Rentetan Bencana Potensi Pengaruhi Capaian Target Wisman 2018

MN Yunita

Minggu, 02 Desember 2018 | 09:00 WIB
Rentetan Bencana Potensi Pengaruhi Capaian Target Wisman 2018
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Tahun 2018 tampaknya tak terlalu menguntungkan bagi industri pariwisata di Tanah Air. Sejak awal tahun, beragam bencana menerpa sejumlah daerah tujuan wisata. Termasuk jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang menjadi pukulan telak bagi pariwisata Indonesia.

Hal ini rupanya berdampak pada turunnya tingkat kunjungan wisman ke tanah air. Rentetan musibah tersebut, membuat banyak pelancong mancanegara membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Terutama dari negara pasar utama seperti Australia, Tiongkok, dan Jepang.

Salah satu yang paling mengguncang adalah gempa Lombok. Saat itu bencana terjadi saat puncak kunjungan. Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 500.000 wisman. Atau dengan asumsinya Indonesia kehilangan 100.000 wisman perbulan, dari mulai bulan Agustus hingga Desember 2018. Dengan demikian proyeksi realisasi tahun ini akan melenceng dari target 17 juta kunjungan wisman.

Gempa tidak hanya berdampak bagi Lombok semata namun Bali juga turut merasakan imbasnya.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra, sampai akhir Oktober 2018, kunjungan wisman di Bali baru mencapai 80% dari target. Sangat sulit memenuhi target sebesar 6,5 juta kunjungan wisman ke Bali karena bencana yang terus datang.

“Sampai Oktober baru sekitar 5,2 juta wisman. Targetnya 6,5 juta sampai akhir tahun,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Berita mengenai bencana tak ayal menjadi momok menakutkan bagi wisman. Mereka tak segan menunda ataupun membatalkan rencana perjalanannya ke Pulau Dewata.

Ditambah lagi, setiap kali adanya bencana alam, negara kompetitor Indonesia terkait pariwisata kerap menyudutkan Bali.

“Australia yang paling kencang. Setiap ada apa selalu bilang Bali sudah rusak. Padahal kan tidak. Thailand juga,” keluhnya.

baca juga

Padahal, wisman Australia menjadi salah satu kontributor wisman terbesar ke Bali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bulan September kemarin Australia menyumbang 101,11 ribu wisman. Padahal di tahun sebelumnya, Australia menyumbang 550,52 ribu di periode yang sama.

Meminimalkan hal tersebut, Yuniartha menginformasikan jika Bali dalam keadaan aman misalnya saja dengan mengabarkan jarak antara pusat bencana dengan Bali.

“Seperti pas Palu kemarin, kita langsung buat pernyataan. Palu itu jaraknya berapa jauh dari Bali. Kalau naik pesawat butuh 2 jam untuk sampai ke Bali. Ya seperti itu biar calon wisman mengerti bencana yang terjadi jauh dari Bali,” tuturnya.

Secara target, jumlah wisman di Bali hingga September memang kurang memuaskan. Namun, jika dibandingkan year to year, sebenarnya terjadi peningkatan 3,58%. Pasalnya dari Januari—Oktober 2017, tercatat kedatangan wisman ke Bali hanya 5,02 juta kunjungan.

Namun, Yuniartha berusaha bisa mencapai target wisman yang ditetapkan hingga akhir tahun. Bulan Desember ini menjadi pertaruhannya untuk bisa mendulang wisatawan dalam jumlah besar. Mengingat di bulan ini wisman selalu ramai berdatangan. Hal ini bertepatan dengan momen Natal serta pergantian tahun.

Hanya saja jika mau realistis, sulit rasanya mencapai 6,5 juta kunjungan wisman di Bali hingga akhir Desember. Pasalnya Bali harus mendatangkan 1,3 juta wisman jika ingin mencapai target. Sementara  November merupakan low season untuk kunjungan wisman.

"Kalau berbicara realistis ya sulit untuk mengejar target. Dan pastinya juga mempengaruhi target nasional untuk mendatangkan 17 juta wisman di tahun ini," pungkasnya.

Bali sendiri merupakan andalan pariwisata nusantara. Sebanyak 40% dari jumlah kedatangan wisman tercatat mendarat di Pulau Dewata ini. Sisanya sebanyak 30% berlabuh ke Jakarta, lalu 20% di Batam dan 20% lagi kunjungan wisman tercatat di daerah-daerah lain di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:05 WIB

Pemerintah Dinilai Biayai Bencana, Anggaran Pemicu Deforestasi Jauh Melampaui Dana Mitigasi

Pemerintah Dinilai Biayai Bencana, Anggaran Pemicu Deforestasi Jauh Melampaui Dana Mitigasi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:53 WIB

Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk

Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:15 WIB

150 KK Terdampak Banjir Bandang Tanggamus, Puluhan Rumah dan Lahan Warga Rusak

150 KK Terdampak Banjir Bandang Tanggamus, Puluhan Rumah dan Lahan Warga Rusak

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:56 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap

Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:29 WIB

Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang

Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 18:13 WIB

Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT

Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

News | Senin, 28 September 2026 | 18:57 WIB

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia: Mitchell Baker Cadangan, Haye Main Dari Awal

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia: Mitchell Baker Cadangan, Haye Main Dari Awal

Bola | Senin, 28 September 2026 | 18:55 WIB

Erajaya Buka-bukaan Strategi Bisnis Ritel Makanan dan Minuman

Erajaya Buka-bukaan Strategi Bisnis Ritel Makanan dan Minuman

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:55 WIB

Buka Rekening di IMIFEST 2026, Nasabah Baru BRI Langsung Dapat Cashback!

Buka Rekening di IMIFEST 2026, Nasabah Baru BRI Langsung Dapat Cashback!

Bri | Senin, 28 September 2026 | 18:53 WIB

Buntut Tewasnya ASN, Amnesty Desak Pemerintah Hentikan Latsamir Komcad

Buntut Tewasnya ASN, Amnesty Desak Pemerintah Hentikan Latsamir Komcad

News | Senin, 28 September 2026 | 18:52 WIB

Transaksi Derivatif Kripto CFX Melonjak 50% Jadi Rp5,98 Triliun Sepanjang Agustus

Transaksi Derivatif Kripto CFX Melonjak 50% Jadi Rp5,98 Triliun Sepanjang Agustus

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:51 WIB

Pakai Viva Queen White Advance Day Cream SPF 30 PA+++ Perlu Sunscreen Tambahan atau Tidak?

Pakai Viva Queen White Advance Day Cream SPF 30 PA+++ Perlu Sunscreen Tambahan atau Tidak?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 18:50 WIB

Pengadilan Pajak Dialihkan ke MA Akhir Tahun, Kemenkeu Siapkan Masa Transisi SDM & IT

Pengadilan Pajak Dialihkan ke MA Akhir Tahun, Kemenkeu Siapkan Masa Transisi SDM & IT

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:50 WIB

Dari Warkop DKI hingga Pandji: Menelusuri Komedi Sebagai Alat Perlawanan

Dari Warkop DKI hingga Pandji: Menelusuri Komedi Sebagai Alat Perlawanan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 18:50 WIB

Jakarta Kian Padat, Pemprov Siapkan 11 Rumah Susun Baru pada 2027

Jakarta Kian Padat, Pemprov Siapkan 11 Rumah Susun Baru pada 2027

Foto | Senin, 28 September 2026 | 18:46 WIB

×