Dilindungi Hak Kekayaan Intelektual, Ini Sejarah Tenun Sikka NTT

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Jum'at, 08 Februari 2019 | 19:33 WIB
Dilindungi Hak Kekayaan Intelektual, Ini Sejarah Tenun Sikka NTT
Tenun Sikka NTT dilindungi kekayaan intelektualnya. (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Dilindungi Hak Kekayaan Intelektual, Ini Sejarah Tenun Sikka NTT

Kain tenun merupakan salah satu warisan nusantara. Beberapa daerah memiliki kain tenun dengan motif khas yang menjadi pembeda dengan kain khas daerah lainnya. Salah satunya tenun ikat sikka yang berasal dari kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Disampaikan Direktur Eksekutif Sahabat Cipta, Dollaris Riauaty (Waty), tenun ikat sikka merupakan warisan leluhur sebelum abad ke-12 yang dipengaruhi oleh pedagang dari India, Cina, Gujarat dan Portugis sehingga penamaan motifnya pun memiliki kaitan dengan negara-negara tersebut.

"Tenun ikat Sikka dahulu terutama digunakan untuk menutupi tubuh. Warisan leluhur nenek moyang menggunakan bahan alam menutupi tubuh. Kemudian digunakan juga untuk upacara adat. Mulai dari lahiran, perkawinan sampai kematian. Pesta adat semua pakai. Ada motif tertentu untuk upacara adat," ujar Waty.

Motif tenun ikat sikka sendiri kata dia identik dengan motif flora atau tanaman seperti bunga mawar, namun ada juga motif binatang seperti tokek dan kuda. Motif yang indah dan khas inilah yang membuat tenun sikka telah dilindungi kekayaan intelektualnya melalui Indikasi Geografis dengan sertifikat ID G 000000056 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM pada 8 Maret 2017.

"Indikasi geografis ini yang membuat tenun sikka menjadi tenun yang pertama di Indonesia yang memperoleh perlindungan hukum kekayaan intelektual," ujar Waty.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM, Fathlurachman mengatakan bahwa pemerintah Indonesia mendorong pendaftaran kekayaan intelektual untuk produk-produk asli Indonesia yang memiliki kekhasan dan keunikan karena kondisi geografisnya.

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing produk yang bersertifikat Indikasi Geografis sedemikian rupa sehingga memberi dampak pada peningkatan harga jual produk yang akhirnya akan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat penenun dan pelaku kreatif Tenun Ikat Sikka serta untuk pelestarian lingkungan, dengan memproduksi Tenun Ikat Sikka yang menggunakan bahan alam," imbuh dia.

Waty mengatakan untuk kain tenun ikat sikka sendiri dibanderol sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta dengan ukuran kain 2,5 meter x 70 sampai 80 sentimeter. Harganya yang cenderung mahal kata dia, disebabkan oleh proses pewarnaan tenun sikka yang sebagian besar menggunakan pewarnaan alam.

baca juga
Tenun Sikka NTT dilindungi kekayaan intelektualnya. (Suara.com/Firsta Nodia)
Tenun Sikka NTT dilindungi kekayaan intelektualnya. (Suara.com/Firsta Nodia)

"Terutama dari akar dan daun tumbuhan. Misalnya daun kelor. Ada pula yang dari buah yaitu mengkudu. Penggunaan pewarna alam sudah main masif. Karena itu yang disukai konsumen apalagi dengan isu lingkungan," imbuh Waty.

Untuk warna tenun ikat sikka sendiri, kata Waty cenderung menggunakan warna bumi seperti cokelat dan hitam. Namun kini warnanya semakin berkembang dengan menghadirkan warna-warna soft sampai warna cerah.

Waty menyarankan agar Anda menggunakan sampo ketika mencuci pakaian berbahan tenun sikka. Penggunaan deterjen kata dia harus dihindari karwna akan merusak warna kain.

"Untuk mempromosikan Tenun Ikat Sikka, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Ikat Sikka bersama dengan Yayasan Sahabat Cipta menyelenggarakan acara eksibisi, lelang, dan penjualan Tenun Ikat Sikka pada tanggal 15 sampai 17 Februari 2019, pukul 09.00 sampai 20.00 bertempat di Atlet Century Park Hotel, Jakarta," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Ini 5 Daerah di Indonesia dengan Ribuan Kasus DBD

Waspada! Ini 5 Daerah di Indonesia dengan Ribuan Kasus DBD

News | Senin, 04 Februari 2019 | 21:02 WIB

Menjadi ESKA di Negeri Jiran saat Anak-anak, Pergulatan Batin Fitri

Menjadi ESKA di Negeri Jiran saat Anak-anak, Pergulatan Batin Fitri

Liks | Kamis, 31 Januari 2019 | 07:15 WIB

Gunung Api Ile Lewotolok di NTT Waspada, Radius Aman 2 Kilometer

Gunung Api Ile Lewotolok di NTT Waspada, Radius Aman 2 Kilometer

News | Rabu, 02 Januari 2019 | 11:31 WIB

Gempa Berkekuatan 5,2 SR Guncang Pulau Rote

Gempa Berkekuatan 5,2 SR Guncang Pulau Rote

News | Rabu, 02 Januari 2019 | 06:54 WIB

Gempa 4,0 SR Guncang Flores NTT

Gempa 4,0 SR Guncang Flores NTT

News | Jum'at, 28 Desember 2018 | 14:39 WIB

Terkini

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:45 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 19:44 WIB

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:36 WIB

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 19:30 WIB

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:28 WIB

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:19 WIB

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:10 WIB

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:05 WIB

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:00 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

×