Model Ukuran Besar Protes Soal Diskriminasi di Dunia Fashion

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Rabu, 13 Maret 2019 | 14:44 WIB
Model Ukuran Besar Protes Soal Diskriminasi di Dunia Fashion
Model plus size sebut masih ada diskriminasi di dunia mode ukuran besar. (Shutterstock)

Suara.com - Model Ukuran Besar Protes Soal Diskriminasi di Dunia Fashion

Model plus alias model khusus pakaian ukuran besar asal Inggris mengungkapkan bahwa ia menghadapi tekanan kuat terkait dengan berat badannya dalam industri mode ukuran plus.

Sonny Turner, perempuan berusia 20 tahun asal Birmingham, Inggris, sudah menjadi model plus size sejak beberapa tahun lalu. Ia mengatakan di industri mode ukuran plus, Anda boleh gemuk tetapi tidak boleh terlalu gemuk.

Hal ini, kata dia, membuktikan bahwa industri mode tetap penuh dengan diskriminasi, meskipun sudah ada upaya-upaya untuk menjadikannya lebih baik.

"Bahkan dalam industri mode ukuran plus masih ada tekanan untuk mencari cara tertentu, dan preferensi untuk memiliki tubuh seperti jam pasir," katanya, dikutip dari The Independent.

"Kamu bisa memiliki tubuh besar, tapi kamu masih harus memiliki perut yang rata. Ini menjengkelkan karena ukuran plus seharusnya bisa mencakup ukuran apa pun. Tapi di dalamnya, ternyata masih ada batasan," lanjut Turner.

Kepada The Daily Telegraph, Turner mengatakan tentang anggapan yang salah bahwa ternyata model ukuran plus tidak memiliki gaya hidup sehat.

"Aku masih harus berhati-hati dan memperhatikan apa yang aku makan, dan aku masih harus pergi ke gym," katanya.

"Aku pikir kesalah pahamannya adalah kita semua (ukuran plus) adalah tidak sehat, tetapi jika memang ya, saya tidak akan bisa melakukan pekerjaan ini," ungkapnya lagi.

baca juga

Turner yang masuk ke Milk Model Management yang didirikan Anna Shillinglaw ini, pada saat itu masih memiliki ukuran pakaian 12 atau M.

"Apa yang terjadi pada saya ketika saya pertama kali menandatangani kontrak dengan Milk, saya jelas bukan ukuran plus, tetapi saya tidak cukup kurus untuk menjadi model ukuran kecil," jelasnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa ia harus mengenakan bantalan khusus pada tubuhnya untuk membuat dirinya terlihat lebih besar ketika dia melakukan pemotretan untuk merek ukuran plus.

"Tidak ada perbedaan di antara waktu itu, baik saat Anda memiliki ukuran enam atau 16. Sekarang, saya merasa lebih banyak tempat di industri untuk menjadi ukuran apa pun yang Anda inginkan," tambahnya lagi.

Turner memiliki lebih dari 293.000 pengikut di Instagram dan merupakan pendukung vokal untuk gerakan kepositifan tubuh.

Dalam sebuah postingan baru-baru ini, Turner berpose untuk pakaian dalam bersama sebuah caption yang mendesak gadis-gadis untuk tidak mengecilkan diri.

"Jangan merasa tidak aman jika Anda yang paling gemuk di kamar atau yang terbesar di grup pertemanan Anda. Jangan merasa seolah-olah dia lebih menyukai Anda jika Anda lebih kecil," tulisnya.

"Jangan takut untuk menerima dan menunjukkan perutmu atau paha besar atau stretch mark. Kami tidak akan membiarkan mereka membuat kami kelaparan, mengendalikan kami, mengalihkan kami dari apa yang benar-benar penting, atau menghancurkan harga diri kami lagi," tandasnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei: Muslim di AS Alami Banyak Alami Diskriminasi

Survei: Muslim di AS Alami Banyak Alami Diskriminasi

News | Minggu, 10 Maret 2019 | 05:55 WIB

Pertahankan Gaya Klasik, Kawasaki Produksi Lagi Z1 dan Z2

Pertahankan Gaya Klasik, Kawasaki Produksi Lagi Z1 dan Z2

Otomotif | Kamis, 07 Maret 2019 | 18:00 WIB

Kecenya Fesyen Ramah Lingkungan Ala Italia di Museum Nasional

Kecenya Fesyen Ramah Lingkungan Ala Italia di Museum Nasional

Lifestyle | Rabu, 06 Maret 2019 | 16:30 WIB

Akibat Ukuran Payudara, Model Cantik Ini Ditolak Rumah Mode

Akibat Ukuran Payudara, Model Cantik Ini Ditolak Rumah Mode

Lifestyle | Selasa, 05 Maret 2019 | 14:35 WIB

Mode Ramah Lingkungan, Apa Itu?

Mode Ramah Lingkungan, Apa Itu?

Lifestyle | Senin, 04 Maret 2019 | 19:07 WIB

Terkini

Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?

Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:01 WIB

Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi

Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:00 WIB

5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat

5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:59 WIB

KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper

KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper

Surakarta | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:58 WIB

Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia

Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:57 WIB

Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah

Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:56 WIB

Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta

Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:52 WIB

Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran

Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:51 WIB

×