Kisah Patung Pemakan Bayi di Swiss, Ratusan Tahun Sebarkan Teror

Dany Garjito, Amertiya Saraswati

Selasa, 09 Juli 2019 | 12:47 WIB
Kisah Patung Pemakan Bayi di Swiss, Ratusan Tahun Sebarkan Teror
Patung pemakan bayi di Swiss (Pixabay/lukasbieri)

Suara.com - Swiss merupakan salah satu negara yang terkenal bersih sekaligus indah untuk digunakan berjalan-jalan. Terlebih saat mengunjungi Bern, ibu kota Swiss, travelers akan dimanjakan dengan berbagai bangunan abad pertengahan yang menghiasi tiap sudut kota.

Meski begitu, jangan kaget ketika tengah berjalan-jalan di Bern dan menemukan sebuah air mancur yang dihiasi patung menyeramkan.

Dinamai Kindlifresserbrunnen atau air mancur Kindlifresser, air mancur yang berada di pusat kota Bern ini memiliki dekorasi yang bisa membuat bergidik.

Bagaimana tidak, tepat di puncak air mancur tersebut, travelers bisa melihat sosok seorang pria yang tengah memasukkan kepala bayi ke dalam mulutnya sambil membawa karung berisi bayi-bayi yang lain.

Kindlifresser sendiri berasal dari kata kindli atau kind yang berarti anak-anak. Secara harfiah, tempat ini dapat dinamakan air mancur pemakan anak-anak.

Patung pemakan bayi di Swiss (Wikimedia Commons)
Patung pemakan bayi di Swiss (Wikimedia Commons)

Namun, apa kira-kira tujuan Swiss mendirikan patung semacam itu di pusat ibukota mereka?

Dilansir dari laman Atlas Obscura, rupanya tidak ada yang tahu pasti alasan mengapa patung ini didirikan di tahun 1564 silam.

Sebaliknya, ada tiga teori sehubungan dengan patung mengerikan tersebut.

Yang pertama, Kindlifresser disebut sebagai peringatan bagi komunitas Yahudi di Bern zaman dulu. Kindlifresser disebut menggunakan Judenhut, yaitu topi yang dipaksa agar dikenakan orang Yahudi pada masa itu.

baca juga

Teori kedua, Kindlifresser merupakan gambaran dari seorang Titan dalam mitologi Yunani Kuno yang bernama Kronos. Menurut mitologi, Kronos memakan semua anak-anaknya karena dia takut jika takhtanya akan direbut oleh mereka.

Patung pemakan bayi di Swiss (Wikimedia Commons)
Patung pemakan bayi di Swiss (Wikimedia Commons)

Sementara, teori terakhir menyebutkan jika Kindlifresser adalah penggambaran kakak Duke Berchtold, pendiri kota Bern.

Dikisahkan, kakak laki-laki Duke Berchtold cemburu dengan pencapaian adiknya sehingga menjadi gila. Akibatnya, dia pun mengumpulkan seluruh anak-anak di kota dan memakannya.

Walau begitu, tak ada yang tahu kebenaran dari teori-teori tersebut hingga kini.

Malah, ada pula yang berasumsi jika patung Kindlifresser hanyalah cara untuk mengingatkan anak-anak di Bern agar berperilaku baik selama 500 tahun terakhir ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Menempatkan Patung Katak Berkaki Tiga Chan Chu Penarik Rezeki, Jangan Sembarangan

Cara Menempatkan Patung Katak Berkaki Tiga Chan Chu Penarik Rezeki, Jangan Sembarangan

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 15:58 WIB

Liburan di Bali Berujung Bui, Turis Swiss Divonis Penjara karena Hina Nyepi

Liburan di Bali Berujung Bui, Turis Swiss Divonis Penjara karena Hina Nyepi

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua

Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Sensasi Bernina Express Pullman Class, Kereta Panorama dengan Sajian Pemandangan Alpen hingga Italia

Sensasi Bernina Express Pullman Class, Kereta Panorama dengan Sajian Pemandangan Alpen hingga Italia

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:27 WIB

Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih

Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Gagal Tembus Barikade Polisi, Massa Pendemo Berikan 3 Tuntutan Ini

Gagal Tembus Barikade Polisi, Massa Pendemo Berikan 3 Tuntutan Ini

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:56 WIB

Sempat Memanas, Massa Pendemo Coba Terobos Barikade Polisi Demi ke Patung Kuda

Sempat Memanas, Massa Pendemo Coba Terobos Barikade Polisi Demi ke Patung Kuda

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:51 WIB

Gagal Tembus Patung Kuda, Massa Aliansi Rakyat Tertahan Barikade Polisi

Gagal Tembus Patung Kuda, Massa Aliansi Rakyat Tertahan Barikade Polisi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:05 WIB

Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Perjuangan Swiss yang Dikhianati Pemainnya Sendiri

Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Perjuangan Swiss yang Dikhianati Pemainnya Sendiri

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 10:58 WIB

Dari Sudut Sempit ke Sudut Gawang, Gol Brilian Julian Alvarez Buyarkan Logika Statistik

Dari Sudut Sempit ke Sudut Gawang, Gol Brilian Julian Alvarez Buyarkan Logika Statistik

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 09:12 WIB

Terkini

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 12:03 WIB

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:58 WIB

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:56 WIB

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 11:54 WIB

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:48 WIB

×