Kisah Turis Ditolak Liburan ke Australia, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Kisah Turis Ditolak Liburan ke Australia, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Ilustrasi visa Australia. (Shutterstock)

Petugas imigrasi Australia tersebut sama sekali tidak membeberkan alasannya.

Suara.com - Mengurus visa sebelum bepergian ke luar negeri merupakan salah satu hal yang bisa dibilang merepotkan. Namun, apa jadinya jika visa yang sudah disetujui malah ditolak?

Hal itulah yang terjadi pada 6 turis asal Malaysia yang awalnya hendak liburan ke Australia bersama-sama.

Meski sudah mengurus visa, sekelompok turis tersebut mendadak ditolak untuk terbang tanpa alasan pasti.

Dilansir dari World of Buzz, kisah itu awalnya dibagikan warganet bernama Reen (@Reenzahari) pada 6 Agustus 2019 silam.

Menurut Reen, rencananya dan teman-temannya untuk pergi ke Perth awalnya berjalan lancar. Mereka dapat mengurus tiket hingga visa dalam sehari.

Namun, tepat saat melakukan pemeriksaan keamanan, Reen mendadak dialihkan oleh petugas dan diminta menunggu. Teman-teman Reen yang awalnya sudah bebas dari pemeriksaan pun ikut dialihkan.

Ilustrasi bandara (Pixabay/djedj)
Ilustrasi bandara (Pixabay/djedj)

Saat itulah, seorang wanita berumur 50-an tahun datang dan mengambil paspor mereka. Tanpa menjelaskan maksudnya, wanita itu pun bertanya berapa banyak uang yang mereka bawa.

Reen dan teman-temannya menjawab jika masing-masing dari mereka membawa 350 AUD (sekitar 3,3 juta rupiah).

Namun, di luar dugaan, wanita tadi malah tersenyum dan berkata, "Itu tidak cukup, biaya hidup di Australia sangat tinggi, tidak seperti negaramu."

Reen pun menanggapi jika dia membawa kartu kredit untuk berjaga-jaga. Sayang, wanita tadi malah melanjutkan, "Kau punya kartu kredit, tapi bagaimana dengan tamn-temanmu?"

Tak sampai di sana, Reen dan teman-temannya bahkan ditertawakan oleh wanita ini. Ketika mereka mencoba meyakinkan bahwa mereka hanya ingin liburan, wanita itu pun menolak untuk mengecek itinerary mereka.

Ilustrasi imigrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi imigrasi. (Sumber: Shutterstock)

"Oh, aku tahu kalian punya hal lain untuk dilakukan. KALIAN beritahu aku," tambah wanita berumur 50-an tadi.

Merasa kesal dan bingung, Reen pun mencoba untuk mencari tahu identitas wanita tadi. Tanpa menyebutkan namanya, wanita itu pun mengaku jika dia berasal dari Imigrasi Australia.

Reen dan teman-temannya juga sempat mengonfirmasi hal ini ke petugas keamanan. Petugas keamanan bandara saat itu membenarkan jika wanita tadi adalah agen dari Imigrasi Australia.

Yang aneh, saat Reen dan teman-temannya akhirnya memutuskan untuk mengambil lebih banyak uang agar diperbolehkan berangkat, wanita tadi kembali datang dan berkata jika mereka tetap tidak boleh pergi.

"Ini karena aku tidak melihat kalian sebagai turis," ujarnya. "Minimal adalah 1000 AUD dan itu untuk 10 tahun lalu."

Frustrasi karena usaha mereka untuk meyakinkan wanita dari Imigrasi Australia itu gagal, Reen dan kawan-kawannya pun memilih batal ke Australia.

Alih-alih, mereka ganti membeli tiket liburan ke Thailand lantas mengunggah keluhan tersebut di Twitter.

Sayangnya, hingga kini, masih belum ada kejelasan soal apa maksud petugas Imigrasi Australia tersebut serta penyebab pasti kenapa mereka ditolak liburan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS