Suara.com - Seorang wanita asal Iran membakar dirinya sendiri setelah ketahuan menonton bola di stadion olahraga. Di Iran, wanita memang dilarang masuk stadion untuk menyaksikan pertandingan olahraga secara langsung.
Akhirnya, beberapa wanita yang nekat ingin masuk stadion pun memilih menyamar sebagai pria. Itu pula yang dilakukan oleh Sahar. Wanita ini menggunakan pakaian pria demi menonton bola di stadion Terhran.
Sayangnya, aksi Sahar terciduk dan ia pun ditangkap.
Melansir Telegraph, Sahar dituduh melecehkan publik karena mengabaikan cara berpakaian wanita. Ia terancam hukuman 6 bulan penjara.
Mendengar hal itu, Sahar kemudian membakar dirinya sendiri di luar kantor pengadilan. Ia pun dilarikan ke Rumah Sakit Motahari untuk mendapat perawatan intensif karena 90% tubuhnya diselimuti luka bakar.
![Ilustrasi suporter bola perempuan [shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/07/18/94793-ilustrasi-suporter-bola-perempuan-shutterstock.jpg)
Hal baru perlahan muncul terkait aksi bakar diri Sahar. Times Israel menyebutkan Sahar mengidap bipolar.
Fakta ini terungkap dari pengakuan saudara perempuannya yang mengatakan Sahar sudah menerima perawatan selama dua tahun terakhir karena gangguan jiwa itu.
FYI, pemerintah Iran memang melarang wanita masuk stadion sejak tahun 1979. Beberapa revisi mulai muncul beberapa tahun kemudian dan aturan baru mengatakan para wanita boleh nonton pertandingan voli jika didampingi suami.

Sebelum Sahar, beberapa waktu lalu seorang fotografer wanita bernama Forough Alaie juga ditangkap karena mencoba masuk ke pertandingan bola.
Forough adalah jurnalis viral yang pernah memotret para wanita berpakaian seperti pria dan pakai janggut palsu agar bisa masuk ke stadion.