Gantung Ratusan Sepatu Hak Tinggi, Ada Kisah Pilu Wanita di Baliknya

Vika Widiastuti, Kintan Sekarwangi

Rabu, 25 September 2019 | 19:05 WIB
Gantung Ratusan Sepatu Hak Tinggi, Ada Kisah Pilu Wanita di Baliknya
Gantung Ratusan Sepatu Hak Tinggi, Ada Kisah Pilu Wanita di Baliknya. (YouTube/VOA News)

Suara.com - Seperti yang kita tahu bahwa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) telah menjadi masalah di penjuru dunia. Banyak perempuan menderita, bahkan hingga meninggal di tangan pasangan mereka.

Dilansir dari laman Metro, untuk memperingati sejumlah wanita meninggal, seorang seniman dan desainer grafis membuat karya instalasi seni yang tak dapat diabaikan oleh siapa pun.

Vahit Tuna seniman dari Turki menggantung 440 high heels (sepatu hak tinggi) di sekitar gedung di Instanbul, Turki, sepasang sepatu untuk wanita yang dibunuh suami mereka pada 2018.

Karya seni menghantui ini bertujuan untuk menarik perhatian publik terhadap masalah KDRT yang sering terjadi. Dua bangunan yang digunakan, satu di lingkungan Kabatas Istanbul dan di distrik Beyoglu.

Vahit memilih untuk menyebarkan pesan di area seluas 260 meter persegi di dinding luar gedung Yankose, platform seni nirlaba.

Gantung Ratusan Sepatu Hak Tinggi, Ada Kisah Pilu Wanita di Baliknya. (YouTube/VOA News)
Gantung Ratusan Sepatu Hak Tinggi, Ada Kisah Pilu Wanita di Baliknya. (YouTube/VOA News)

Alih-alih menampilkan karya sepatu hak tinggi di dalam gedung, Vahit ingin menarik perhatian bukan hanya seni, tapi juga orang-orang yang melewati lokasi tersebut.

Di beberapa tempat di Turki terdapat kebiasaan meninggalkan sepatu seseorang yang meninggal di luar di dinding rumah mereka. Vahit memilih 440 sepatu hak tinggi hitam, karena penampilan dan simbolnya.

Seniman itu menjelaskan kepada media Turki bahwa tumit adalah tanda kemerdekaan dan pembangkangan, memadukan kekuatan dan agensi perempuan. Ia menyesalkan bahwa wanita yang meninggal tak memiliki kesempatan untuk hidup mandiri.

Gantung Ratusan Sepatu Hak Tinggi, Ada Kisah Pilu Wanita di Baliknya. (YouTube/VOA News)
Gantung Ratusan Sepatu Hak Tinggi, Ada Kisah Pilu Wanita di Baliknya. (YouTube/VOA News)

Menurut Vahit, apa yang dilakukan proyek ini adalah meningkatkan kesadaran tentang pembunuhan perempuan dan juga mewujudkan masalah ini seperti patung atau monumen. Instalasi ini berada di dua tempat ini selama enam bulan.

baca juga

Di Turki jumlah kematian perempuan meningkat. Pada 2017, 409 wanita dibunuh oleh pasangannya, meningkat hingga 440 orang pada 2018.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Disahkan, RUU KUHP Bisa Ganggu Pencegahan HIV-AIDS dan Program KB

Jika Disahkan, RUU KUHP Bisa Ganggu Pencegahan HIV-AIDS dan Program KB

Health | Selasa, 24 September 2019 | 12:55 WIB

Kontroversi RUU KUHP, YKP Sebut Aborsi Korban Perkosaan Bukan Ranah Pidana

Kontroversi RUU KUHP, YKP Sebut Aborsi Korban Perkosaan Bukan Ranah Pidana

Health | Selasa, 24 September 2019 | 10:27 WIB

Bakal Dilarang Pulang Malam, Ini 3 Transportasi Aman Bagi Perempuan

Bakal Dilarang Pulang Malam, Ini 3 Transportasi Aman Bagi Perempuan

Otomotif | Sabtu, 21 September 2019 | 05:00 WIB

Batas Perkawinan Anak Wajib Umur 19 Tahun, Ini Harapan Koalisi Perempuan

Batas Perkawinan Anak Wajib Umur 19 Tahun, Ini Harapan Koalisi Perempuan

Health | Kamis, 19 September 2019 | 11:54 WIB

Terkini

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×