Jauh Hari, Tan Malaka Sudah Bicara Radikal Lewat "Aksi Massa"

Arsito Hidayatullah, Rifan Aditya

Jum'at, 08 November 2019 | 13:30 WIB
Jauh Hari, Tan Malaka Sudah Bicara Radikal Lewat "Aksi Massa"
Ilustrasi sosok Tan Malaka. [Suara.com / Ema]

Suara.com - Penghujung tahun 2019, tepatnya sejak pelantikan Presiden, isu radikal mulai kembali banyak dibicarakan oleh para tokoh politik, agama dan budaya di Indonesia --bahkan pemerintah menganggap serius hal tersebut. Nyatanya, Tan Malaka telah lebih dulu membedah isu radikal sekitar 90 tahun yang lalu.

Sosok Tan Malaka sendiri sering diasosiasikan dengan pemberontakan dan gerakan radikal. Padahal, Ibrahim Datuk Sutan Malaka --nama lengkapnya-- justru tidak menyetujui sepenuhnya pergerakan radikal yang dilakukan tanpa perhitungan.

Melalui buku yang berjudul "Aksi Massa" yang ditulis tahun 1926 misalnya, Tan Malaka menunjukkan pemikirannya bahwa upaya perebutan kekuasaan dengan radikal (putsch) bukanlah solusi terbaik. Tokoh nasional yang wafat pada 21 Februari 1949 ini lebih menawarkan aksi massa.

Sejarah panjang imperialisme Belanda yang membuat keadaan rakyat Indonesia menjadi miskin dan melarat adalah pendorong Tan Malaka menginginkan revolusi. Ia paham betul, bahwa kemerdekaan yang seluas-luasnya mustahil dicapai jika seluruh rakyat tidak bersama-sama merebut.

"Tidak melalui jalan Dewan Rakyat, tetapi melalui rapat nasional dengan perantaraan aksi massa yang teratur," tulis Tan Malaka. Ia bahkan menyebut bagi mereka yang masih percaya dengan cara parlemen untuk merdeka atas Belanda, sama saja dengan "seseorang di Gurun Sahara yang memburu fatamorgana".

Maka dari itu, Tan Malaka terlebih dahulu memperkenalkan pembaca dengan definisi revolusi lewat "kekerasan". Kekerasan yang dimaksudnya bukan melalui radikal (putsch) atau anarkisme.

Tan Malaka sendiri tidak setuju dengan radikal. Ia bahkan menyebut gerakan ini sebagai aksi segerombolan kecil yang bergerak diam-diam dan tak banyak berhubungan dengan rakyat banyak.

Massa pun menurutnya, tidak akan memberikan pertolongan kepada 'tukang-tukang putsch', bukan karena tidak perhatian, melainkan massa hanya berjuang untuk kebutuhan yang terdekat sesuai dengan kepentingan ekonomi.

LIHAT juga Madilog buku menarik lainnya dari Tan Malaka di Serbada.com!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD: Siapa yang Menuduh Umat Islam Radikal? Enggak Ada

Mahfud MD: Siapa yang Menuduh Umat Islam Radikal? Enggak Ada

News | Kamis, 31 Oktober 2019 | 22:04 WIB

Belajar Pemikiran Tan Malaka dari 3 Karya Terbaiknya

Belajar Pemikiran Tan Malaka dari 3 Karya Terbaiknya

Lifestyle | Rabu, 16 Oktober 2019 | 21:35 WIB

Menyimak Gagasan Kebangsaan Tan Malaka Lewat "Dari Penjara ke Penjara"

Menyimak Gagasan Kebangsaan Tan Malaka Lewat "Dari Penjara ke Penjara"

Lifestyle | Selasa, 15 Oktober 2019 | 18:28 WIB

Terkini

PSSI Murka! Rombongan Persib U-18 Diserang, Yunus Nusi Desak Pelaku Dihukum Berat

PSSI Murka! Rombongan Persib U-18 Diserang, Yunus Nusi Desak Pelaku Dihukum Berat

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Semen Gresik Kenalkan Dunia Kerja Industri kepada Puluhan Mahasiswa Prodi Fisika UAD Yogyakarta

Semen Gresik Kenalkan Dunia Kerja Industri kepada Puluhan Mahasiswa Prodi Fisika UAD Yogyakarta

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:01 WIB

Friendship Recession: Kenapa Cari Sahabat Dewasa Itu Sulit?

Friendship Recession: Kenapa Cari Sahabat Dewasa Itu Sulit?

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Wardah Sunscreen Moisturizer SPF 35 untuk Kulit Apa? Ini Panduannya agar Tak Salah Pilih

Wardah Sunscreen Moisturizer SPF 35 untuk Kulit Apa? Ini Panduannya agar Tak Salah Pilih

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Duh! Pipa PDAM Putus Terdampak Proyek Jembatan, Warga Surabaya Antre Air Bersih

Duh! Pipa PDAM Putus Terdampak Proyek Jembatan, Warga Surabaya Antre Air Bersih

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Menembus Tenda: Mengapa Safe Zone di Gaza Gagal Melindungi Sipil?

Menembus Tenda: Mengapa Safe Zone di Gaza Gagal Melindungi Sipil?

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Sekolah Mahal Bukan Jaminan Anak Bebas Bullying, Orang Tua Perlu Lakukan Ini

Sekolah Mahal Bukan Jaminan Anak Bebas Bullying, Orang Tua Perlu Lakukan Ini

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Indonesia Resmi Tutup Ekspor Benih Lobster Selamanya

Indonesia Resmi Tutup Ekspor Benih Lobster Selamanya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Ube Ternyata Bukan Ubi Ungu? Simak 3 Perbedaan Mendasarnya!

Ube Ternyata Bukan Ubi Ungu? Simak 3 Perbedaan Mendasarnya!

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Renovasi SD Negeri Cipete Utara Tertunda Gara-gara Wacana Gedung 20 Lantai

Renovasi SD Negeri Cipete Utara Tertunda Gara-gara Wacana Gedung 20 Lantai

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:43 WIB

×