Kol Goreng Disebut Makanan Nggak Jelas, Netizen Mencak-mencak

Silfa Humairah Utami

Senin, 17 Februari 2020 | 16:00 WIB
Kol Goreng Disebut Makanan Nggak Jelas, Netizen Mencak-mencak
Ilustrasi kol goreng. (Pixabay/Setthawit)

Suara.com - Kol Goreng Disebut Makanan Nggak Jelas, Netizen Mencak-mencak 

Belakangan, netizen dibuat tertawa sekaligus meradang dengan komentar salah satu akun Twitter yang mengatakan bahwa kol goreng merupakan makanan tidak jelas.

Padahal, sebagian besar orang Indonesia begitu gemar menyantap kol goreng dengan seporsi nasi hangat dan pecel lele. Rasanya yang nikmat serta tekstur renyahnya ini sukses membuat warga Indonesia tergila-gila dengan kol goreng.

Kejadian netizen mencak-mencak usai mendengar kol goreng dianggap makanan tak jelas ini berawal dari berita terkait 218 penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang terinfeksi virus corona.

Kol Goreng Disebut Makanan Nggak Jelas, Netizen Langsung Mencak-mencak. (Twitter/@info_lingkungan)
Kol Goreng Disebut Makanan Nggak Jelas, Netizen Langsung Mencak-mencak. (Twitter/@info_lingkungan)

Anehnya, dari sekian ratus penumpang yang terinfeksi, 78 orang Indonesia yang juga ada dalam kapal pesiar tersebut dinyatakan dalam kondisi sehat dan negatif virus corona.

Lantas muncul asumsi dari netizen, bahwa yang menyebabkan virus corona ini minder terhadap orang Indonesia ialah kebiasaan makan warga Tanah Air mengonsumsi santapan berlemak, salah satunya kol goreng.

"Yaiyalah orang Indonesia makanan nggak jelas kayak kol goreng aja dimakan," tulis akun @info_lingkungan, dikutip Guideku.com, Minggu (16/2/2020).

Komentar menggelitik namun sesuai realita ini mendadak viral dan mendapatkan beragam tanggapan dari netizen lain, khususnya penggemar kol goreng.

"Ada masalah apa Anda sama kol goreng?" sebut salah seorang netizen dengan nada ngegas.

baca juga

"Kol goreng itu enak banget tau, apalagi digorengnya pakai minyak yang item banget, mantap," imbuh netizen lain.

"Saya siap membawa admin ke meja hijau atas perbuatan tidak mengenakan terhadap kol goreng," timpal netizen lain, dengan nada bercanda.

"Bang, ayo ngopi bareng. Ada masalah apa sampai nyebut kol goreng nggak jelas? Itu side dish termantap!" bela netizen lain masih mencoba mempertahankan nasib kol goreng yang disebut tak jelas.

Hingga Minggu sore, cuitan akun @info_lingkungan tersebut telah mendapatkan lebih dari 900 retweets dan 1,8 ribu likes dari netizen.

Kol goreng sendiri sebenarnya lalapan berupa sayur yang dimasak hingga kering dengan menggunakan minyak panas.

Sebenarnya kol sendiri mengandung vitamin A,B,C dan K. Namun karena cara mengolahnya dengan digoreng, itu menyebabkan nutrisi dan vitamin dalam kol hilang atau bahkan berubah menjadi racun.

Jika sering dikonsumsi, tidak menutup kemungkinan orang yang menyantap kol goreng berpotensi terserang penyakit jantung, kanker hingga obesitas.

So, jangan terlalu sering-sering makan kol goreng ya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bajunya Dianggap Terlalu Terbuka, Foto Wika Salim Ini Curi Perhatian

Bajunya Dianggap Terlalu Terbuka, Foto Wika Salim Ini Curi Perhatian

Entertainment | Senin, 10 Februari 2020 | 19:52 WIB

Viral Cabai Goreng Tepung Jadi Camilan, Siapa yang Berani Coba?

Viral Cabai Goreng Tepung Jadi Camilan, Siapa yang Berani Coba?

Lifestyle | Rabu, 22 Januari 2020 | 14:10 WIB

Mudah Terganggu, Begini Strategi Hilangkan Stres Hadapi Komentar Netizen

Mudah Terganggu, Begini Strategi Hilangkan Stres Hadapi Komentar Netizen

Your Say | Kamis, 26 Desember 2019 | 10:55 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×