PHRI: 1.642 Hotel di Indonesia Tutup Sementara Selama Pandemi Covid-19

Risna Halidi | Lilis Varwati
PHRI: 1.642 Hotel di Indonesia Tutup Sementara Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi hotel. (Pixabay)

Menyikapi hal tersebut, PHRI bekerjasama dengan perusahaan startup, Cakap, memberikan pelatihan kepada para pekerja sektor hotel dan restoran.

Suara.com - Wabah virus corona telah berdampak buruk terhadap banyak sektor industri pariwisata, salah satunya perhotelan dan restoran. Berdasarkan catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ada 1.642 hotel tutup sementara selama pandemi Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, PHRI bekerjasama dengan perusahaan startup, Cakap, memberikan pelatihan kepada para pekerja sektor hotel dan restoran khususnya yang akan mendapatkan kartu pra kerja dari pemerintah.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menjelaskan, Cakap akan mendesain program pelatihan yang berbasis hospitality. Sehingga nantinya, pelatihan yang diberikan akan lebih spesifik.

"Dengan sosialisasi, para pekerja bisa lebih tahu apa saja. Karena program yang didesain Cakap untuk hospitality jadi lebih spesifik. Mereka bisa langsung paham apakah bisa ambil," kata Hariyadi saat konferensi pers penandatanganan kerjasama melalui virtual video, Senin (21/4/2020).

Ia menyampaikan, hingga saat ini telah ada 69 ribu pekerja hotel dan restoran yang terdata di PHRI dan diajukan ke pemerintah untuk mendapat kartu pra kerja. Jumlah tersebut, menurut Hariyadi, sebenarnya baru sebagian dari pekerja yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

"Semula (pekerja) 138 ribu lalu kami data cleansing karena ada yang tidak lengkap sehingga jadi 69 ribu. Bisa dibilang buat seluruh perhotelan dan resto terdampak semua," ucapnya.

Terkait skema pelatihan, CEO Cakap Tommy Yunus menjelaskan bahwa pelatihan akan dilakukan melalui panggilan video dengan menggunakan aplikasi Cakap. Hingga saat ini, platformnya telah menyediakan para pengajar yang siap memberikan pelatihan selama 14 jam. 

"Karena pembelajaran live daring ada real teacher. Pengajar kami sudah buka dari jam 8 pagi hingga 10 malam dengan panjangnya waktu 14 jam," kata Tommy. 

Alex Nayohar dari Cakap juga menambahkan, anggota PHRI yang mendapatkan kartu pra kerja nantinya bukan hanya diajarkan Bahasa Inggris tapi juga pengetahuan mengenai hospitality. 

"Selain itu yang mengambil Cakap dan pegawai PHRI juga akan mendapat 3 bulan free training secara interaktif dari Cakap," kata Alex.

Program pelatihan tersebut sebenarnya bisa diikuti oleh pekerja yang mendapat kartu pra kerja maupun tidak. Namun yang menjadi fokus PHRI, kata Hariyadi, merupakan para peserta pelatihan yang mendapat akses kartu pra kerja. 

Mereka diharapkan mampu menyelesaikan seluruh modul pelatihan dengan baik. 

"Jangan sampai setelah dapat modul tidak terselesaikan. Karena tujuannya untuk mendapat pengetahuan, perlu kita dorong. Karena kan pakai uang negara jadi Kalau bisa untuk menuntaskan," katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS