Buku Habis Gelap Terbitlah Terang Awalnya Diterbitkan untuk Tujuan Politik

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 22 April 2020 | 07:58 WIB
Buku Habis Gelap Terbitlah Terang Awalnya Diterbitkan untuk Tujuan Politik
RA Kartini. (Istimewa)

Suara.com - Semasa hidupnya, Raden Ajeng Kartini rutin berkirim surat dengan teman-temannya di Eropa. Pasca Kartini meninggal, surat-surat tersebut dikumpulkan dan dijadikan buku berjudul Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang) pada tahun 1911 oleh J.H Abendanon yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda.

Namun, tak banyak orang tahu bahwa tujuan utama Abendanon membukukan kumpulan surat Kartini ternyata bukan untuk kepentingan sejarah. Peneliti dari Rumah Kartini, Daniel Tangkilisan, mengatakan bahwa Abendanon punya tujuan politik ketika menerbitkan surat-surat Kartini menjadi buku.

"Buku ini diterbitkan bukan dengan tujuan utama sejarah yang komprehensif, lengkap, dan menyeluruh, tapi sebenarnya ada tujuan politik," kata Daniel dalam Bincang Redaksi online bersama National Geographic, Senin (21/4/2020).

"Tujuan utama Abendanon sebenarnya untuk galang dana guna mendirikan sekolah khusus bagi murid-murid Jawa. Dia sempat mengusahakan saat masih menjabat di kantor pendidikan pribumi, tapi ditolak oleh pemerintah Hindia Belanda. Dia pensiun juga mungkin karena tekanan," tambah Daniel.

Atas dasar itu kemudian Abendanon tidak seluruhnya mempublikasikan surat-surat Kartini dalam buku berbahasa Belanda tersebut. Pada tahun 1922, buku diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan terjemahan dari sastrawan Armijn Pane.

Menurut Daniel, dalam buku Habis Gelao Terbitlah Terang itu lebih banyak lagi surat Kartini yang disunting oleh Arminj.

"Judulnya sebenarnya berarti 'Melalui Gelap sampai Kepada Terang', bukan 'Habis Gelap Terbitlah Terang'. Tapi Arminj Pane lebih jauh lagi menyuntingnya. Tidak semua surat Kartini muncul," kata Daniel.

Ketika awal abad 21, pakar sejarah Indonesia berdarah Belanda Profesor Josst Coté melakukan penelitian selama seperempat abad terhadap tulisan Kartini. Kemudian banyak tulisan Kartini baru ditemukan, termasuk juga surat-surat dari adik-adik Kartini.

"Tulisan itu kemudian dibukukan dan diberi judul 'A Letters RA Kartini'. Tulisan Kartini bukan hanya surat, tapi juga nota kepada pemerintah, cerpen. Tulisan itu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris," ucap Daniel.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RA Kartini Pernah Membuat Tulisan Berkolaborasi dengan Suaminya

RA Kartini Pernah Membuat Tulisan Berkolaborasi dengan Suaminya

Lifestyle | Rabu, 22 April 2020 | 07:45 WIB

Hari Kartini, Yuk Tonton 5 Kisah Perempuan Hebat dalam Film Indonesia Ini

Hari Kartini, Yuk Tonton 5 Kisah Perempuan Hebat dalam Film Indonesia Ini

Lifestyle | Selasa, 21 April 2020 | 17:12 WIB

Semangat Kartini, Dian Sastrowardoyo Ekspresikan Kebebasan Lewat Rambut

Semangat Kartini, Dian Sastrowardoyo Ekspresikan Kebebasan Lewat Rambut

Entertainment | Selasa, 21 April 2020 | 14:51 WIB

Terkini

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:25 WIB

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

×