Hari Tari Sedunia 2020, 10 Tari Tradisional Ini Terkenal hingga Mancanegara

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Hari Tari Sedunia 2020, 10 Tari Tradisional Ini Terkenal hingga Mancanegara
Tari kecak salah satu atraksi yang akan ditampilkan dalam acara "Hello London, This Is Wonderful Indonesia" di Trafalgar square, London, sabtu 91/6/2014) (shutterstock)

Ternyata, Indonesia punya banyak sekali tari tradisional.

Suara.com - Hari ini, Rabu, 29 April 2020 bertepatan dengan Hari Tari Sedunia. Ditetapkan sejak 1982 yang disusun oleh Komite Tari dari International Theatre Institue (ITI) yang dibentuk oleh UNESCO.

Peringatan hari tari ini juga bertepatan dengan ulang tahun Jean Georges Noverre, seorang penari Perancis sekaligus balet master, yang lahir pada 29 April 1727.

Nah, di dalam negeri Indonesia, kita juga memiliki tari tradisional yang cukup terkenal, bahkan hingga ke luar negeri.

Berikut 10 tari tradisional Indonesia yang terkenal hingga mancanegara, mengutip buku 'Tari-Tarian Tradisional Indonesia' yang ditulis D. Indrawati terbitan Graha Printama Selaras, tahun 2019.

1. Tari Jaipong

Tari jaipong adalah salah satu identitas kesenian Jawa Barat. Hal ini terlihat dalam beberapa acara penting dengan tamu negara asing yang datang ke Jawa Barat, Tari Jaipong sering dihadirkan sebagai pertunjukkan.

Tari jaipong merupakan tari yang dibuat oleh seorang seniman dari Bandung yaitu Gugum Gumbira. Pada awalnya disebut sebagai Ketuk Tilu, karena tarian ini memang identik dengan ketukan baik dari koreografi maupun iringannya.

Tari ini pertama kali dipentaskan di di stasiun TVRI pada 1980 di Jakarta yang kemudian semakin meningkatkan kepopulerannya.

2. Tari Kecak (Bali)

Tari Kecak adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada 1930-an dan dimainkan oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk berbaris, melingkar dengan irama tertentu sambil menyerukan 'cak' dan mengangkat kedua lengan.

Tarian ini menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Meski begitu, kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya dalam kondisi tidak sadar, karena sedang melakukan komunikasi dengan tuhan atau roh para leluhur, untuk menyampaikan harapannya.

3. Tari Silat

Ini adalah jenis tarian yang keseluruhan gerakannya diambil dari gerakan pencak silat. Tari ini diiringi oleh tabuhan khusus yang disebut gendang pencak, gambang kromong, gamelan topeng, dan lain-lain. Di kalangan masyarakat Betawi sendiri dikenal berbagai macam aliran silat seperti aliran Kwitang, aliran Tanah Abang, maupun aliran Kemayoran.

Sementara itu, gaya tari silat yang paling terkenal disebut gaya serai, gaya pecut, gaya rompas dan gaya bandul. Tari Silat betawi sendiri menunjukkan aliran atau gaya yang diikuti oleh masing-masing penari.

4. Tari Topeng

Mengandalkan visualisasi gerak yang dibuat nenek moyang tanpa melalui konsep. Ada pengaruh budaya Sunda dalam tarian ini, namun memiliki ciri berupa selancar. Para penarinya menggunakan topeng yang mirip dengan topeng banjet Karawang Jawa Barat. Namun dalam topeng Betawi memakai bahasa Betawi.

Salah seorang tokoh seniman Betawi yang telah mengusung aneka tari Betawi, khususnya Tari Topeng, hingga ke mancanegara adalah Entong Kisam. Dirinya sudah berkeliling ke lima benua dan 33 negara-negara. Dan yang paling sering ia kunjungi bersama grup tarinya adalah Perancis, China, dan Thailand.

5. Tari Ondel-Ondel

Seperti namanya, tarian ini menggunakan kostum Ondel-Ondel yaitu berupa boneka besar dengan tinggi kurang lebih 2,5 meter, dengan lebar 80 centimeter. Boneka ini dibuat dari anyaman bambu yang dipikul dari dalam. Pada bagian wajah berupa topeng atau kedok dan rambut dibuat dari ijuk.

Biasanya wajah ondel-ondel laki-laki dicat berwarna merah, sedangkan perempuan dicat berwarna putih. Semula ondel-ondel difungsikan sebagai penolak bala atau agar terhindar dari gangguan roh halus yang gentayangan. Kini ondel-ondel digunakan untuk menyemarakkan pesta rakyat dan menyambut tamu terhormat.

6. Tari Poco-Poco

Tarian ini cukup populer pada awal tahun 2000-an, diiringi dengan lagu dari Maluku berjudul poco-poco. Gerakannya adalah mundur ke belakang satu dua langkah, dan maju ke depan satu dua langkah dengan badan berputar di tempat sebanyak 360 derajat.

7. Tari Piring

Meski tidak bisa dipastikan, Tari Piring dipercaya sudah ada ada sejak 800 tahun yang lalu di kepulauan Maluku. Tari Piring juga ada di Sumatera Barat Minangkabau dan berkembang hingga zaman Sriwijaya.

Tari piring juga dikatakan tercipta dari para perempuan-perempuan cantik yang berpakaian indah dan berjalan dengan lemah lembut. Penuh kesopanan dan tata tertib, keunikan dari tari piring ini disajikan di hadapan para pengantin yang dianggap sebagai raja dan ratu sehari.

8. Tari Saman

Ini adalah salah satu tarian dari daerah Aceh yang paling terkenal. Tarian ini berasal dari dataran tinggi Gayo. Adapun syair lagu yang mengiringi dari bahasa Arab dan bahasa Aceh. Basanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad. Pada kenyataannya, nama Tari Saman diperoleh dari salah satu ulama besar Aceh yaitu Syech Saman.

Karena kedinamisan geraknya, tarian ini banyak dibawakan oleh kaum laki-laki. Tapi karena perkembangan, kini sudah banyak penari perempuan maupun campuran antara laki-laki perempuan, dengan kurang lebih 10 orang, yang terdiri dari 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi.

9. Tari Pendet

Tarian ini pada awalnya adalah tarian pemujaan di Pura, untuk menyambut atas turunnya Dewata ke alam dunia. Lambat-laun para seniman Bali mengubahnya menjadi tarian selamat datang meski mengandung anasir yang sakral.

Tidak seperti kebanyakan tarian yang memerlukan pelatihan intensif, Tari pendet bisa ditarikan oleh semua orang baik laki-laki maupun perempuan.

10. Tari Tortor

Tortor adalah tarian yang gerakannya seirama dengan iringan musik, dengan iringan alat tradisional seperti gendang suling terompet batak dan lain-lain.

Menurut catatan sejarah, tari tortor digunakan dalam ritual yang berhubungan dengan roh. Dimana tersebut dipanggil dan masuk ke dalam patung, lalu patung tersebut bergerak seperti menari tapi gerakannya kaku.

Jadi di antara tarian tradisional itu, mana yang sudah pernah kamu tarikan?

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS