Hadir Secara Virtual, Festival Seni Bali Jani Bisa Ditonton Gratis

M. Reza Sulaiman
Hadir Secara Virtual, Festival Seni Bali Jani Bisa Ditonton Gratis
Festival Seni Bali Jani digelar secara virtual tahun ini dan bisa ditonton gratis. (Dok. ANTARA)

Pagelaran virtual menjadi solusi menggelar festival seni dan kebudayaan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Suara.com - Pagelaran virtual menjadi solusi menggelar festival seni dan kebudayaan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Hal inilah yang mendasari Pemerintah Provinsi Bali menggelar Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II pada 31 Oktober-7 November 2020 virtual melalui kanal YouTube Disbud Provinsi Bali.

"Festival kali ini mengusung tagar utama #BaliArtsVirtual, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui media virtual, dan/atau gabungan pergelaran langsung dengan virtual, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai bagian dari ketentuan pelaksanaan," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof Dr I Wayan "Kun" Adnyana di Denpasar, Selasa (21/9/2020).

FSBJ yang menjadi jawaban atas mimpi-mimpi dan harapan komunitas seni modern, kontemporer dan karya inovatif seniman seluruh Bali ini, untuk gelarannya yang kedua kalinya ini akan bertema "Candika Jiwa: Puitika Atma Kerthi", yang bermakna semesta kreativitas terkini dalam "mencandikan" jiwa, spirit, taksu, atau ide-ide cemerlang.

Baca Juga: Geger Sumur Minyak Misterius di Karangasem, Warga Dilarang Mendekat

Pada penyelenggaraan kali ini, ujar Kun Adnyana, FSBJ bukan hanya merespons secara kreatif dan inovatif situasi pandemi COVID-19, namun berpijak pula pada konsep utama yakni eksplorasi, eksperimentasi, lintas batas, kontekstual dan kolaborasi.

"Format festival ini diharapkan dapat menjangkau seluas-luasnya kemungkinan kreatif atas pengolahan virtual sebagai konsep (merujuk upaya elaborasi dan eksplorasi terkait estetik, stilistik, teknik artistik dan tematik), serta wahana atau media (penggunaan berbagai piranti media baru/digital dalam proses dan penyajiannya)," ujar birokrat yang juga akademikus ISI Denpasar itu.

Format penyelenggaraan festival secara virtual ini, diungkapkan merupakan sebentuk transformasi sosial bagi masyarakat Bali.

Ada proses alih pengetahuan dan keterampilan yang terjadi serentak di Bali, yakni terkait proses persiapan dan produksi suatu pementasan karya seni komunal secara daring, termasuk bagaimana cara publik menikmati serta menghikmati sajian tersebut.

"Ini bukan semata festival kesenian, melainkan juga sebuah upaya bersama menjaga optimisme masyarakat di tengah rundungan berita tentang COVID-19. Melalui program seni yang berkesinambungan secara terencana, terkelola, dan terlaksana dengan baik, diharapkan menumbuhkan solidaritas masyarakat agar peduli pada sesama," katanya.

Baca Juga: Niat Pensiun Jadi Artis, Inilah Potret Rumah Jessica Iskandar di Bali

Selain itu, agar sigap tanggap dalam menghadapi kesulitan dan problematik sosial. Seni bukan hanya menghadirkan keindahan, melainkan juga seruan kesadaran.

"FSBJ II ini sekaligus merupakan implementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, serta Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali," kata Kun yang dikenal juga sebagai perupa yang kerap berpameran di dalam dan luar negeri. [ANTARA]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS