Di Tanjung Puting, Kalian Bisa Naik Kapal Sambil Bertemu Orang Utan

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 28 September 2020 | 11:00 WIB
Di Tanjung Puting, Kalian Bisa Naik Kapal Sambil Bertemu Orang Utan
Taman Nasional Tanjung Putting. (Dok : Kemenparekraf).

Suara.com - Ecotourism adalah satu-satunya cara bagi para wisatawan untuk dapat mengakses daerah hutan lindung. Meski demikian, para wisatawan tentunya harus memahami terlebih dahulu tentang apa itu ecotourism. Di kesempatan kali ini, kami ingin memperkenalkan destinasi ecotourism #DiIndonesiaAja yang tentunya memiliki keunikannya sendiri dan apa saja yang membuatnya istimewa. Tentunya, untuk wisatamu selanjutnya setelah pandemi usai ya.

Apa itu Ecotourism?

Menurut IUCN (International Union for the Conservation of Nature), definisi dari Eco tourism adalah “kunjungan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan di kawasan alam yang relatif belum terjamah, untuk menikmati dan menghargai alam (dan budaya yang menyertainya—baik dulu maupun sekarang), yang mempromosikan konservasi, memiliki dampak negatif pengunjung yang rendah, serta menyediakan keterlibatan sosial-ekonomi aktif yang bermanfaat dari masyarakat lokal.”

Secara singkat, ekowisata merupakan salah satu jenis wisata yang dapat dinikmati oleh kalian yang dapat bertanggung jawab untuk menjaga keindahan alam di destinasi yang masih jarang dikunjungi atau merupakan kawasan lindung.

Sebagai negara kepulauan yang memiliki beragam keindahan alam, Indonesia tentunya menawarkan banyak sekali wisata alam. Salah satu destinasi alam unik yang tentunya mengangkat konsep ecotourism adalah: Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan.

Tanjung Puting: Tempat Mengenal Si Orang Utan di Habitat Aslinya

Taman Nasional Tanjung Puting. (Dok : Indonesia.travel).
Taman Nasional Tanjung Puting. (Dok : Indonesia.travel).

Sesuai dengan konsep ecotourism, wisatawan yang datang dan berkunjung ke destinasi ini dapat mengamati perilaku dan tindak laku orang utan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang merupakan habitat aslinya. Di kawasan yang dikenal sebagai salah satu konservasi orang utan terbesar di dunia, terdapat lebih dari 40,000 spesies primata ini yang tersebar di beberapa titik.

Yang unik dari destinasi wisata ini adalah bahwa wisatawan akan diajak untuk tinggal di kapal kayu yang disebut Klotok. Di atas kapal ini, kamu akan menyusuri sungai dan dapat mengamati bagaimana orang utan berinteraksi satu sama lain dan bergelayutan dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Selain mengamati para orangutan, kamu juga bisa merasakan sensasi unik menyusuri sungai di tengah hutan rimba di Pulau Kalimantan.

Pelayanan Kelas Internasional dari Masyarakat Lokal

baca juga

Meskipun kamu harus tinggal di atas kapal selama beberapa waktu, kamu tidak perlu kuatir karena pelayanan di destinasi wisata ini telah teruji dan bahkan tersedia layanan paket kelas Internasional dengan fasilitas yang lengkap. Masyarakat sekitar destinasi wisata Taman Nasional Tanjung Puting ini telah terbiasa melayani berbagai macam wisatawan baik dalam negeri maupun dari luar negeri. Oleh karena itu, kamu bisa bertanya banyak hal baik mengenai orang utan, maupun satwa-satwa lainnya yang berada di dalam kawasan hutan lindung ini.

Menawarkan lebih dari sekedar wisata

Dengan berkunjung ke destinasi ini, kamu juga bisa menikmati indahnya hutan tropis di Kalimantan yang juga merupakan rumah bagi berbagai fauna seperti ratusan spesies burung dan primata lainnya seperti Kancil, Bakantan, Lutung, hingga Beruang. Bila kamu beruntung, kamu bahkan dapat menemukan ragam flora menakjubkan. Bila kamu beruntung, kamu bahkan dapat berinteraksi dengan orang utan maupun satwa lainnya secara langsung!

Dengan berkunjung ke destinasi ini, kamu juga telah mendukung pengelola wisata dan warga sekitar untuk terus melestarikan ekosistem yang ada di kawasan hutan lindung ini. Dengan nilai tambah tersebut, tentu destinasi ini harus masuk ke dalam wishlist liburanmu seusai pandemi.

Jangan lupa bahwa destinasi ecotourism #DiIndonesiaAja mengharuskan kamu untuk mematuhi beberapa peraturan yang telah ditentukan. Sebagai wisatawan yang bertanggung jawab, kamu harus menjaga kebersihan lingkungan hutan lindung dan mengikuti protokol berwisata yang telah ditentukan oleh pengelola destinasi. Meskipun saat kamu berlibur nanti pandemi telah usai, jangan lupakan bahwa alam harus tetap dijaga supaya keindahannya dapat tetap dinikmati oleh anak cucu kita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantu Industri Kreatif, Kemenparekraf Buka MasterClass Pemasaran Digital

Bantu Industri Kreatif, Kemenparekraf Buka MasterClass Pemasaran Digital

Bisnis | Senin, 21 September 2020 | 14:50 WIB

Pandemi Berakhir, Ini 5 Destinasi Wisata di Bali yang Bisa Kalian Kunjungi

Pandemi Berakhir, Ini 5 Destinasi Wisata di Bali yang Bisa Kalian Kunjungi

Lifestyle | Senin, 21 September 2020 | 11:54 WIB

Yuk Kenali Wisata Berkelanjutan #DiIndonesiaAja saat Pandemi Berakhir

Yuk Kenali Wisata Berkelanjutan #DiIndonesiaAja saat Pandemi Berakhir

Lifestyle | Senin, 21 September 2020 | 11:33 WIB

Bersiap Jadi Ekowisata Baru Pontianak, Sungai Jawi Terus Ditata

Bersiap Jadi Ekowisata Baru Pontianak, Sungai Jawi Terus Ditata

Kalbar | Jum'at, 18 September 2020 | 16:32 WIB

Mau Staycation Sambil Wisata Olahraga, Kepualan Riau Bisa Jadi Pilihan Loh

Mau Staycation Sambil Wisata Olahraga, Kepualan Riau Bisa Jadi Pilihan Loh

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2020 | 14:25 WIB

Gerakan Indonesia Care Cerminkan Wisata Nusantara Aman dari Covid-19

Gerakan Indonesia Care Cerminkan Wisata Nusantara Aman dari Covid-19

Lifestyle | Senin, 07 September 2020 | 20:03 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×