Array

Simak Strategi Brand Fashion Lokal Merebut Pasar di Tengah Pandemi

Vania Rossa Suara.Com
Selasa, 13 Oktober 2020 | 17:56 WIB
Simak Strategi Brand Fashion Lokal Merebut Pasar di Tengah Pandemi
Toko fashion online. (Dok. THENBLANK)

Suara.com - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Indonesia yang membatasi jam buka tutupnya mal dan pusat perbelanjaan, membuat masyarakat harus mengurungkan keinginan bepergian ke pusat perbelanjaan. Hal ini membuat brand asing kewalahan dalam menyusun strategi penjualan baru. Namun, bagi para pemilik brand fashion lokal online, momentum ini merupakan waktu yang tepat bagi mereka untuk merebut pasar.

Brand fashion lokal easy-to-wear THEN BLANK yang menyasar segmen perempuan muda, berhasil mengembangkan bisnisnya dengan mencetak penjualan sebanyak 8.000 item per bulannya. Mutiara Kamila Athiya, sang owner yang telah merintis lini pakaiannya sejak 2012 ketika ia masih duduk di bangku SMA, mengatakan bahwa hal ini bisa dicapai karena strategi pemasaran yang konsisten ia gencarkan sedari awal.

Selain value dan social presence yang sudah kuat terbentuk sejak awal, platform e-commerce yang dapat diandalkan merupakan hal yang membuat brand fashion lokal ini mampu bertahan di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 yang menghantam berbagai sektor usaha.

Dalam siaran pers yang diterima Suara.com, pilihan Mutiara untuk mengembangkan website THENBLANK jatuh pada platform e-commerce website builder TokoTalk. Ia bercerita, jika sebelumnya website-nya sering mengalami kendala pada server, hal ini tak lagi terjadi sejak ia pakai TokoTalk. "Kami bisa menangani traffic besar dengan kecepatan loading website yang tinggi. Penjualan pun meningkat dan akhirnya bisa terkonversi dengan sempurna dari visitor ke purchase,” ujarnya.

Selain kekuatan website, menurut Mutiara, keawetan produk juga jadi salah satu unggulan. Hingga sekarang, Mutiara sering sekali mendapat testimoni customer yang bercerita bahwa produk-produk yang mereka masih dipakai bahkan hingga delapan tahun lamanya.

“Dari material pakaian kami pilih yang organik, proses produksi kami dari awal hingga akhir juga sudah meminimalisir plastik. Kemasan kami juga sudah tidak pakai plastik sekali pakai dan beralih ke bahan yang ramah lingkungan, salah satunya dari cassava yang bisa larut dalam air,” cerita Mutiara.

Menurut Mutiara, terdapat tiga aspek yang harus dimiliki suatu bisnis, yaitu harga, kualitas produk, dan diferensiasi. Aspek yang terakhirlah yang paling penting agar brand fashion lokal seperti miliknya bisa bersaing dari para kompetitor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI