Cara Membuat Fruit Leather, Olahan Buah yang Viral di Eropa dan Amerika

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 06:55 WIB
Cara Membuat Fruit Leather, Olahan Buah yang Viral di Eropa dan Amerika
Ilustrasi membuat fruit leather alias dendeng buah. (Dok. Envato Elements)

Suara.com - Inovasi fruit leather jadi salah satu metode pengawetan atau pembekuan buah, tanpa menghilangkan kandungan nutrisi dan serat di dalamnya.

Fruit leather juga dikenal dengan istilah dendeng buah, karena bentuknya lembaran tipis seperti dendeng dan sering dimakan sebagai camilan yang menyehatkan atau selingan snack di antara waktu makan.

Potensi fruit leather inilah yang membuat, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanenen Pertanian Kementerian Pertanian (BB Pascapanen Kementan) sedang menyoroti potensi fruit leather untuk meningkatkan nilai jual buah-buahan Indonesia.

Apalagi snack pengganti porsi harian buah ini, sedang tren di luar negeri, khususnya di Amerika dan Eropa, sehingga jadi peluang usaha potensial dengan memanfaatkan buah asli Indonesia.

Pembuatan fruit leather memang susah-susah gampang, bergantung pada jenis buah yang digunakan cenderung basah atau kering.

Kali ini Kementan mencoba membuat fruit leather dari buah mangga, sebagai produk usaha makanan rumahan.

Adapun mesin dan alat untuk membuat fruit leather juga cukup mudah ditemui, contohnya blender untuk menghancurkan daging buah.

"Sebagai catatan daging buah yang keras memerlukan blender dengan kecepatan putaran tinggi," ujar Peneliti BB Pascapanen Kementan, Ermi dalam siaran pers yang diterima suara.com, Jumat (23/10/2020).

Peralatan lainnya adalah panci untuk memasak adonan fruit leather, yang memanfaatkan pemanasan tidak langsung. Api kecil dibutuhkan agar teflon tidak lengket saat adonan dituangkan.

baca juga

Selanjutnya, peralatan lain yang diperlukan pengering tipe lorong atau tunnel dryer untuk mengeringkan adonan. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu atau blower, dilengkapi rak yang bisa diputar.

Langkah pertama proses pembuatan fruit leather adalah sortasi atau pengupasan buah mangga. Buah dicuci dan dipotong agar mudah dihancurkan atau diblender. Selanjutnya proses pencampuran, pengadukan dan pemasakan.

Pada proses pencampuran bisa ditambahkan gula pasir 15 hingga 20 persen, Kalium Sorbat maksimum 500 ppm, Asam sitrat 2 hingga 4 gram per kilogram, bahan pembentuk gel 0,5 hingga 2 persen, mentega 5 hungga 10 persen dan pasta atau pewarna makanan dari buah.

Kalium Sobrat atau asam sobrat adalah senyawa pengawet makanan, yang mampu menghambat pertumbuhan jamur atau mikroba yang merusak makanan, dan memicu penyakit serius.

Asam sitrat adalah senyawa khas yang ditemukan dalam buah-buahan sitrus, khususnya ada pada lemon dan jeruk nipis. Senyawa inilah yang memberikan rasa asam dalam buah-buahan dalam produk fruit leather.

Tuang adonan ke loyang dan lakukan pengeringan pada suhu 50 celcius hingga terbentuk fruit leather mangga sekitar 8 hingga 10 jam. Bisa juga memanfaatkan panas matahari atau dijemur selama sekitar 2 hari.

Langkah selanjutnya adalah pengemasan menggunakan mesin pengemas vacuum untuk mengemas produk dalam kondisi hampa udara sehingga produk tahan lebih lama.

Hand Printer dapat digunakan untuk mencetak kode kadaluarsa, kode produksi, dan sebagainya secara manual pada kemasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam

Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam

Video | Senin, 22 Juni 2026 | 12:47 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit

Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:28 WIB

6 Parfum Aroma Buah-Buahan yang Segar dan Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas

6 Parfum Aroma Buah-Buahan yang Segar dan Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas

Your Say | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:44 WIB

3 Parfum Aroma Buah Naga yang Wanginya Manis Segar dan Bikin Nagih

3 Parfum Aroma Buah Naga yang Wanginya Manis Segar dan Bikin Nagih

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:25 WIB

Jualan Sop Buah, Wanita Asal Gresik Ini Bisa Raup Omzet Rp1 Miliar per Bulan

Jualan Sop Buah, Wanita Asal Gresik Ini Bisa Raup Omzet Rp1 Miliar per Bulan

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:35 WIB

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:03 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

4 Rekomendasi Parfum Aroma Peach dari Brand Lokal, Wangi Segar dan Tidak Pasaran

4 Rekomendasi Parfum Aroma Peach dari Brand Lokal, Wangi Segar dan Tidak Pasaran

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 09:44 WIB

6 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Buah yang Segar Dipakai Pagi-Pagi

6 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Buah yang Segar Dipakai Pagi-Pagi

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:16 WIB

Terkini

Prambanan Jazz 2026: Hemat Liburan dengan Promo Hotel & Kuliner dari BRImo

Prambanan Jazz 2026: Hemat Liburan dengan Promo Hotel & Kuliner dari BRImo

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:59 WIB

5 Flat Shoes Matahari di Shopee yang Diskon Besar-besaran, Jadi Rp60 Ribuan Saja!

5 Flat Shoes Matahari di Shopee yang Diskon Besar-besaran, Jadi Rp60 Ribuan Saja!

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:00 WIB

Perbedaan Lip Tint dan Lip Gloss, Mana yang Paling Tahan Lama di Bibir?

Perbedaan Lip Tint dan Lip Gloss, Mana yang Paling Tahan Lama di Bibir?

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:00 WIB

5 Pengalaman Epik di Morotai yang Akan Membuat Liburan Anda Tak Terlupakan

5 Pengalaman Epik di Morotai yang Akan Membuat Liburan Anda Tak Terlupakan

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:45 WIB

Direkomendasikan Dokter Estetika, Ini Jenis Sunscreen yang Pas untuk Wajah dengan Flek Hitam

Direkomendasikan Dokter Estetika, Ini Jenis Sunscreen yang Pas untuk Wajah dengan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:35 WIB

Flek Hitam Susah Hilang? Dokter Estetika Rekomendasikan Serum Ampuh Atasi Hiperpigmentasi

Flek Hitam Susah Hilang? Dokter Estetika Rekomendasikan Serum Ampuh Atasi Hiperpigmentasi

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:05 WIB

Tren Baru Generasi Urban: Jadikan Rumah Tempat Healing dan Isi Ulang Energi

Tren Baru Generasi Urban: Jadikan Rumah Tempat Healing dan Isi Ulang Energi

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:44 WIB

Sepeda MTB untuk Apa? Kenali Fungsi dan Cara Memilih yang Tepat Sebelum Membeli

Sepeda MTB untuk Apa? Kenali Fungsi dan Cara Memilih yang Tepat Sebelum Membeli

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:25 WIB

5 Tips Menata Dapur Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar dan Energi Positif Mengalir

5 Tips Menata Dapur Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar dan Energi Positif Mengalir

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 16:15 WIB

Staycation Ramah Lingkungan, Tren Baru Menikmati Waktu Istirahat dengan Lebih Bermakna

Staycation Ramah Lingkungan, Tren Baru Menikmati Waktu Istirahat dengan Lebih Bermakna

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:35 WIB

×