Tips Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Rumah Tangga

Rifan Aditya

Selasa, 17 November 2020 | 14:17 WIB
Tips Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Rumah Tangga
Pekerja melakukan proses pengolahan sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos di Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (25/7/2020). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Suara.com - Pupuk kompos termasuk jenis pupuk organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah. Pembuatan pupuk kompos bisa dilakukan secara individual di rumah dan memakai sampah rumah tangga. Berikut tips membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga.

Proses pembuatan pupuk kompos membutuhkan perhatian dan kesabaran. Akan tetapi, mengingat manfaatnya yang baik untuk lingkungan, tak ada salahnya untuk membuat sendiri di rumah kan? Buat Anda yang tertarik membuat pupuk kompos guna memperbaiki kualitas tanah pertanian Anda, silahkan perhatikan tips membuat pupuk kompos berikut ini:

1. Pilah Sampah Rumah Tangga

Perlu kamu ketahui, tidak semua sampah rumah tangga bisa menjadi bahan pupuk kompos. Beberapa sampah rumah tangga yang tak bisa diubah menjadi pupuk kompos seperti minyak goreng, kertas, semua yang terbuat dari bahan plastik, tumbuhan yang terkena penyakit, sisa makanan yang tercampur dengan bahan kimia, kacang walnut, semua hal yang terbuat dari bahan metal, besi, atau kaleng-kalengan.

Masih ada banyak lagi kriteria bahan yang tak bisa dibuat pupuk, intinya bahan yang tidak mudah terurai tidak bisa diubah jadi pupuk.

2. Siapkan Peralatan dan Bahan Membuat Pupuk

Persiapkan peralatan seperti wadah berukuran besar dengan penutup, bisa berupa ember atau tong untuk menampung sampah. Bahan berikutnya ialah sarung tangan, tanah, air, dan sampah rumah tangga yang sudah dipilah.

Pastikan wadah pembuat kompos tidak terkontaminasi oleh air hujan dan hewan. Pastikan juga wadah tidak mudah terkena paparan sinar matahari secara langsung.

3. Lakukan Proses Pembuatannya dengan Benar

baca juga

Kalau bahan dan alat sudah tersedia, langsung saja ikuti langkah-langkah pembuatannya dengan benar. Berikut adalah langkah-langkah membuat pupuk kompos.

  • Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah berisi sampah organik.
  • Ketebalan tanah sesuaikan saja dengan banyaknya sampah di dalam wadah.
  • Siram permukaan tanah dengan air secukupnya
  • Kemudian masukkan sampah organik yang sudah disiapkan ke dalam wadah pemrosesan pupuk
  • Pastikan sampah ditata secara merata, tidak terkumpul di satu titik saja. Sebisa mungkin ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah
  • Setelah sesuai, masukkan lagi tanah ke dalam wadah. Tanah akan berperan sebagai penutup sampah.
  • Kalau sudah tertutup rapat oleh tanah, tutup wadah dengan penutupnya sampai rapat.
  • Diamkan selama tiga munggu.
  • Setelah tiga minggu pertama, silahkan cek. Hasilnya bisa Anda gunakan untuk menyuburkan tanah.

Demikian tips membuat pupuk kompos yang bermanfaat untuk memulihkan kesuburan tanah.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Membuat Pupuk Organik, Pakai 7 Bahan dan Ikuti Langkah Berikut

Cara Membuat Pupuk Organik, Pakai 7 Bahan dan Ikuti Langkah Berikut

Lifestyle | Senin, 16 November 2020 | 20:04 WIB

Cara Ternak Kutu Air untuk Pakan Ikan, Ikuti 5 Langkah Mudah Ini

Cara Ternak Kutu Air untuk Pakan Ikan, Ikuti 5 Langkah Mudah Ini

Lifestyle | Senin, 16 November 2020 | 19:03 WIB

Intip Budidaya Maggot, Ulat Pengurai Sampah Organik

Intip Budidaya Maggot, Ulat Pengurai Sampah Organik

Foto | Selasa, 03 November 2020 | 15:38 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×