alexametrics

Lazada Beri Tips Kepada Pelaku UMKM Jelang Harbolnas 12.12

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri
Lazada Beri Tips Kepada Pelaku UMKM Jelang Harbolnas 12.12
Ilustrasi Belanja Online, Harbolnas. (pexels)

Dengan tips berikut, pelaku UMKM dapat memaksimalkan penjualannya saat harbolnas.

Suara.com - Akhir tahun identik dengan beragam promo dan diskon, salah satunya Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 12.12 yang biasa diadakan setiap tanggal 12 Desember. Untuk itu, Lazada berbagi tips kepada para pelaku UMKM untuk memaksimalkan penjualannya di harbolnas ini.

SVP Traffic Operations & Sellers Engagement Lazada Indonesia, Haikal Bekti Anggoro, memaksimalkan penjualan bukan hanya tanggung jawab penyedia platform belanja online, tetapi juga penjual.

“Pelaku usaha UMKM harus berani mencoba hal baru, jadilah yang pertama mencoba fitur-fitur dan konten baru,” ujar Haikal dalam pernyataannya secara virtual pada acara webinar ‘Road to Harbolnas 2020: Cara Jitu Raih Transaksi Berlimpah’, Jumat (27/11/2020).

Pelaku usaha UMKM juga perlu melihat detail-detail kecil yang bisa saja menarik perhatian customer saat Harbolnas 12.12 berlangsung, seperti kecepatan membalas pesan, memberi bonus, ramah dan lainnya. Hal-hal seperti itu, menurutnya, lebih akan memberi dampak jangka panjang bagi bisnis.

Baca Juga: Digitalisasi Dongkrak UMKM Naik Kelas

Selain itu, untuk strategi harga, pelaku usaha UMKM perlu berani mencoba kombinasikan promosi, semisal berikan voucher, dan diskon menarik kepada customer. Kenali juga mana produk jagoan, produk sehat, dan membuat konsumen membeli produk lebih dari satu alias membuat paket produk.

“Kemudian juga hal-hal mendasar seperti jujur saat berkomunikasi dengan pembeli membuat mereka juga akan lebih loyal kepada produk kita. Dan satu lagi jangan sungkan untuk belajar dari pelaku UMKM yang sudah berhasil juga,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pebisnis UMKM Bacter Online Shop, Aseel Abri, menambahkan hal yang perlu dihindari sebagai penjual adalah dengan menggunakan template pesan, karena hal itu membuat tak adanya kedekatan antara penjual dengan pembeli.

“Kalau menggunakan template, beberapa calon pembeli akan merasa malas. Jadi sebaiknya balas secara manual saja, karena itu akan membuat kesan yang ramah kepada para konsumen dan juga akan bisa menjadi langganan tetap pada produk tersebut,” tuturnya.

Baca Juga: Apresiasi UMKM, Kemenparekraf Gelar Anugerah BBI 2020 Saat Pandemi

Komentar