Ini Alasan Jakarta Belum Dibuka untuk Wisatawan Mancanegara

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 23 Maret 2021 | 16:10 WIB
Ini Alasan Jakarta Belum Dibuka untuk Wisatawan Mancanegara
Wisatawan asal Beijing berfoto ketika mengunjungi kawasan Monas, Jakarta, Selasa (17/3).

Suara.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memilih dua provinsi sebagai uji coba pembukaan wisata bagi turis asing melalui program Travel Corridor Arrangement (TCA). Dua provinsi tersebut adalah Bali dan Kepulauan Riau (Kepri).

"Pembukaan baru akan mulai dibuka di Bali dan Kepri, karena memang yang paling terdampak. Itu masih kita bahas, modelnya koridor, jadi bukan keseluruhan," kata Deputi Bidang Industri dan Barekraf Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani ditemui saat peluncuran kapal Augustine Pinisi di Ancol, Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Rizki menyampaikan, warga asing yang melakukan perjalanan bisnis ke Indonesia tetapi disela waktu melakukan perjalanan wisata masih diperbolehkan, meski visa yang digunakan bukan untuk berwisata. 

"Kalau dia bisnis mau rest sebentar, boleh. Misalnya dia bisnis Senin, datang dari Sabtu, mau jalan-jalan dulu dari Sabt-Minggu itu diizinkan. Karena kan sudah dapat visa dari sini. Kalau wisata secara umum, nanti baru uji coba di Bali dulu, belum di Jakarta," tuturnya.

Fokus pemerintah saat ini, belum terhadap pasar mancanegara. Menurut Rizki, para pelaku wisata di daerah juga menyadari wisatawan domestik masih cukup tinggi. 

"Saya pikir kita sekarang gak usah berpikir mancanegara dulu, domestik Jakarta ini luar biasa. Sekarang sebenarnya, kaya Jabar (Jawa Barat) sendiri bilang gak akan promisi ke luar negeri dulu karena domestiknya besar," ucapnya.

Program TCA bertujuan untuk membuka kembali pariwisata Indonesia lewat jalinan kerjasama dengan sejumlah negara. Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, kesepakatan TCA telah sampai tahap akhir dengan kerjasama empat negara.

"Saat raker minggu lalu, bu Menlu mengindikasikan ada empat negara yang bisa dimulai pembahasan finalisasi travel corridor. Yaitu Timur Tengah UEA, Singapura, Tiongkok, Belanda. Karena prinsipnya direct point to point harus ada prosedur masuk dan keluar ke negaranya," kata Sandi dalam konferensi pers virtual, Senin (22/3/2021).  

Sambil menunggu tahap final tersebut, Kemenparekaf juga menjalankan program pilot project untuk kembali menggagas beberapa negara, di antaranya Ukraina dan Polandia, untuk percobaan awal dalam kenormalan baru.

baca juga

Sandi menyampaikan, meski terjalin kerjasama, turis asing yang akan masuk ke Indonesia tetap harus menjalani sejumlah pemeriksaan. "Tapi semuanya harus mengikuti prosesur maupun tahapan-tahapan seperti PCR test, vaksin sebelum dan setelah kedatangan," ucapnya.

Terkait wilayah Indonesia yang disepakati dalam program TCA itu di antaranya Bali dan Lagoi, Bintan, dan Batam. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Travel Corridor Arrangement Indonesia dengan 4 Negara Akan Segera Rampung

Travel Corridor Arrangement Indonesia dengan 4 Negara Akan Segera Rampung

Lifestyle | Senin, 22 Maret 2021 | 18:28 WIB

Kasus PNS Kemenparekraf Meninggal karena Covid-19, Sandiaga Lakukan Ini

Kasus PNS Kemenparekraf Meninggal karena Covid-19, Sandiaga Lakukan Ini

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 13:19 WIB

Sandiaga Uno Terciduk Jajal Motor Listrik Gesits, Mau Diborong Nih Pak?

Sandiaga Uno Terciduk Jajal Motor Listrik Gesits, Mau Diborong Nih Pak?

Otomotif | Kamis, 04 Maret 2021 | 11:09 WIB

Terkini

Saat Dunia Fashion Bertemu Keahlian Medis, The Solitaire Bicara soal Kecantikan Tanpa Batas

Saat Dunia Fashion Bertemu Keahlian Medis, The Solitaire Bicara soal Kecantikan Tanpa Batas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Prabowo ke Siswa Taruna Nusantara: Jangan Hanya Pintar, Harus Jujur dan Cinta Tanah Air!

Prabowo ke Siswa Taruna Nusantara: Jangan Hanya Pintar, Harus Jujur dan Cinta Tanah Air!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:54 WIB

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

×