Suara.com - Memiliki uang melimpah merupakan impian banyak orang. Dengan uang, kita bisa membeli apapun yang kita inginkan.
Tapi ingat, jangan kebiasaan menghambur-hamburkan uang ya! Walau menjaga gaya hidup penting, namun menyimpan uang untuk berinvestasi jauh lebih penting.
Menurut Manager of Channel Distribution BNI Onggo Williamto, saat memiliki uang, yang harus diutamakan adalah mengutamakan kebutuhan dibanding gaya hidup.
"Idealnya harus lebih besar dibanding gaya hidup. Kalau gaya hidup besar, kita pasti berhutang. Jadi idealnya kebutuhan mesti positif dulu, baru sisanya investasi," ungkapnya dalam acara Tips Mengatur THR ala Investor Cerdas, Selasa (4/5/2021).
Onggo mengakui, tak mudah untuk menyimpan uang dan melakukan investasi, hal ini dikarenakan tingginya godaan termasuk postingan dari media sosial orang yang memamerkan gaya hidup mewah seperti mencoba makanan di restoran hingga liburan keluar kota.
"Ini memang gak mudah, apalagi di zaman media sosial seperti upload foto liburan dan makan di restoran mewah. Itu godaannya besar," paparnya.
Ia melanjutkan bukan berarti tidak boleh menikmati gaya hidup. Tetapi perlu menimbangkan agar pengeluaran uang bisa dikontrol secara positif. Seperti kebutuhan dan juga tabungan.
"Tentu kalau gaji lebih besar dibanding gaya hidup, masa yang akan datang untuk investasi bisa lebih besar daripada gaya hidup. Nantinya kalau kita pensiun, meski sudah tidak ada gaji lagi, hasil investasi akan lebih besar jika kita bentuk saat ini," jelas Onggo Williamto.
Terakhir, ia menambahkan bahwa mengatur finansial menjadi ensensi dalam kehidupan. Karena itu, perlu kemampuan mengatur finansial agar pengeluaran bisa lebih seimbang.
"Walaupun hidup cuma sekali, tapi perlu keseimbangan finansial untuk menuju kesejahteraan. Tentunya dengan cara yang baik dan benar, karena kebutuhan finansial menjadi esensi," paparnya.