Tidak Adil, Pandemi Bikin Perempuan Ketambahan 173 Jam Mengurus Anak Tanpa Dibayar

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 26 Juni 2021 | 06:50 WIB
Tidak Adil, Pandemi Bikin Perempuan Ketambahan 173 Jam Mengurus Anak Tanpa Dibayar
Ibu rumah tangga. (Elements Envanto)

Suara.com - Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan bagi kehidupan manusia. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa hidup dalam ketidakpastian pandemi coronavirus telah terbukti tidak adil bagi sebagian orang di rumah.

Dilansir dair NY Post, perempuan, khususnya, menanggung beban beban pekerjaan rumah tangga atau merawat anak tambahan 173 jam kerja tanpa upah pada tahun 2020 menurut laporan baru.

Ini berbeda dengan laki-laki dengan 59 jam tambahan karena pekerjaan dan sekolah dibawa pulang tanpa batas waktu.

Di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, perempuan mengambil tambahan 217 jam kerja gratis tambahan, dan laki-laki 70 jam tambahan.

Ilustrasi ibu rumah tangga urus rumah. (Pexels/Cottonbro)
Ilustrasi ibu rumah tangga urus rumah. (Pexels/Cottonbro)

Dalam sebuah studi tentang beban kerja merawat anak global selama pandemi COVID-19, Center for Global Development mengumpulkan data dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), the Bank Dunia dan sejumlah organisasi penelitian internasional mengungkapkan bahwa perempuan di negara berpenghasilan rendah dan menengah bertanggung jawab atas sekitar tiga perempat beban perawatan di rumah.

Sementara perempuan di negara berpenghasilan tinggi mengambil sekitar dua pertiga dari perawatan. Bagikan.

Itu dipecah menjadi sekitar 615 miliar jam penitipan anak yang tidak dibayar.

Kesenjangan beban kerja yang menganga antara perempuan dan laki-laki di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah menambah tekanan pada negara-negara dalam krisis, seperti India.

DI India perempuan bekerja 10 kali lipat dari laki-laki — yaitu 360 jam untuk perempuan dan hanya 33 jam untuk laki-laki — studi ditemukan.

baca juga

Pada saat yang sama, jumlah kematian akibat COVID-19 telah melampaui 393.000 di negara itu, jumlah kematian tertinggi ketiga di dunia.

Anak-anak juga mengalami kemunduran akademis akibat perubahan jadwal.

Siswa dari latar belakang berpenghasilan rendah hingga menengah kehilangan rata-rata 124 hari sekolah karena penutupan — atau 107 miliar hari tidak masuk sekolah di seluruh dunia.

Penutupan prasekolah menambah 16 miliar hari yang terlewat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Bisa Piknik, Ini Rekomendasi Rekreasi di Rumah Saat Libur Sekolah

Tak Bisa Piknik, Ini Rekomendasi Rekreasi di Rumah Saat Libur Sekolah

Surakarta | Jum'at, 25 Juni 2021 | 21:30 WIB

Kasus Positif Covid-19 Melejit, Kemenkeu: Ketidakpastian Pandemi Masih Tinggi

Kasus Positif Covid-19 Melejit, Kemenkeu: Ketidakpastian Pandemi Masih Tinggi

Bisnis | Jum'at, 25 Juni 2021 | 17:20 WIB

Resmi! Menkes Nyatakan COVID-19 Indonesia Capai Titik Tinggi

Resmi! Menkes Nyatakan COVID-19 Indonesia Capai Titik Tinggi

Kalbar | Jum'at, 25 Juni 2021 | 14:59 WIB

Terkini

6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak

6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:05 WIB

Babak Baru Skandal Bea Cukai: KPK Tetapkan Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Tersangka!

Babak Baru Skandal Bea Cukai: KPK Tetapkan Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Tersangka!

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:00 WIB

25 Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Lengkap dengan Link Download dan Cara Memakainya

25 Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Lengkap dengan Link Download dan Cara Memakainya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:00 WIB

4 Zodiak dengan Horoskop Terbaik Hari Ini 23 Juli 2026: Panen Rezeki dan Peluang

4 Zodiak dengan Horoskop Terbaik Hari Ini 23 Juli 2026: Panen Rezeki dan Peluang

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:53 WIB

Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Sulsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:35 WIB

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:00 WIB

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

×