facebook

Mengenal Apa Itu Siklon Tropis, Proses Terbentuk dan Jenisnya di Indonesia

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Mengenal Apa Itu Siklon Tropis, Proses Terbentuk dan Jenisnya di Indonesia
Ilustrasi siklon tropis 94W. (Antara)

Siklon tropis bisa menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor, dari cuaca terik yang tiba-tiba berubah menjadi hujan deras.

Suara.com - Cuaca kerap tidak menentu, bisa terik di siang hari lalu tiba-tiba hujan lebat di malam hari. Fenomena ini sering disebut dengan siklon tropis, yang kerap dialami negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Fenomena ini bisa menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor, dari cuaca terik yang tiba-tiba berubah menjadi hujan deras, yang bisa datang dalam bentuk badai.

Mengutip Ruang Guru, Rabu (11/8/2021) siklon tropis adalah badai berkekuatan besar dengan radius atau jangkauan rata-rata mencapai 150 hingga 200 kilometer.

Siklon ini terbentuk di atas lautan luas yang mempunyai suhu permukaan laut hangat, lebih dari 26,5 derajat celcius. Biasanya terjadi di wilayah perairan Atlantik Barat, Pasifik Timur dan Selatan, Samudra Hindia, serta Australia.

Baca Juga: Bikin Merinding, Pria Terkurung di Mobil dan Pasrah saat Banjir Dahsyat Terjang Jalanan

Banjir Bandang di Solok Selatan Sumatera Barat
Banjir Bandang di Solok Selatan Sumatera Barat

Siklon tropis berbentuk spiral yang di dalamnya terdapat aktivitas awan, angin, dan badai petir. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan lebih dari 63 kilometer per jam.

Umumnya, masa hidup siklon tropis berkisar antara 3 sampai 18 hari. Siklon tropis akan melemah dan hilang saat bergerak memasuki wilayah perairan yang dingin atau daratan.

Proses terbentuknya siklon tropis
Seperti namanya, siklon tropis tumbuh di perairan sekitar wilayah tropis yang memiliki suhu permukaan laut hangat.

Pada awal tahap pembentukannya, suhu permukaan laut yang hangat akan menyebabkan sistem tekanan rendah di wilayah tersebut. Akibatnya, terbentuk kumpulan awan-awan konvektif (awan Cumulonimbus).

Awan-awan tersebut kemudian membentuk sabuk melingkar. Tekanan udara permukaan akan menurun mencapai kurang dari 1000 mb.

Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor di India, 24 Orang Tewas

Sementara itu, kecepatan angin maksimum akan meningkat hingga mencapai lebih dari 60 kilometer per jam.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar