Untuk Pelaku Usaha Kuliner, Waspada Jebakan E-Commerce yang Berpotensi Bikin Usaha Seret

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 08 September 2021 | 15:00 WIB
Untuk Pelaku Usaha Kuliner, Waspada Jebakan E-Commerce yang Berpotensi Bikin Usaha Seret
Ilustrasi pesan antar makanan [shutterstock]

Suara.com - Banyak pelaku usaha kuliner yang bergabung di marketplace atau e-commerce merasa terlanjur tenang, dan berpikir hanya tinggal menunggu pesanan.

Padahal pelaku usaha juga perlu waspada dan mengenali 'jebakan' menyakitkan marketplace karena dianggap bisa menganggu kelancaran bisnis yang dilakukan.

Penasaran, apa saja 'jebakan' marketplace yang harus diwaspadai? Berikut ulasannya, mengutip siaran pers Foodizz, Rabu (8/9/2021).

1. Salah pilih platform
Pelaku usaha kuliner jangan pernah menganggap semua platform marketplace atau e-commerce itu sama. Ternyata, setiap e-commerce sudah mengincar segmen tertentu sebagai target pasar utama.

Ilustrasi membeli makanan online. (pexels.com/@norma-mortenson)
Ilustrasi membeli makanan online. (pexels.com/@norma-mortenson)

Jadi, apabila produk kuliner cenderung diperuntukan bagi lelaki, maka jangan aneh jika penjualan sangat sedikit alias seret, lantaran platform didominasi pengunjung perempuan.

2. Tidak punya target market spesifik
Meski produk cenderung universal, tapi sangat penting bagi pelaku usaha kuliner menetapkan target market yang spesifik dan jelas. Jika target pasar tidak jelas atau bahkan salah, maka bukan hal aneh jika pelaku usaha jauh dari kata untung.

Inilah mengapa sangat penting untuk menentukan target pasar sebelum memulai buka toko online di platform e-commerce. Pahami produk dan buatlah kriteria pembeli ideal sebagai target pasar produk kuliner yang dijual.

3. Tidak memiliki SOP pelayanan pembeli
Slow respon atau respon yang lama kerap membuat customer mengurungkan niatnya untuk membeli. Sehingga penting untuk memikirkan SOP atau standar operasional prosedur pelayanan pembeli.

Sehingga pastikan di e-commerce menyediakan fitur menjawab otomatis, yang bisa menginformasikan kapan pesan akan direspon dengan menjelaskan jam kerja operasional admin.

baca juga

4. Profil dan aturan toko yang ribet

Ilustrasi belanja bahan makanan. (Shutterstock)
Ilustrasi belanja bahan makanan online. (Shutterstock)

Banyak platform e-commerce yang malah mempersulit penjual dan pembeli saat berbelanja atau memajang produk. Sehingga pelaku usaha kuliner perlu memastikan platform yang memudahkan pembeli untuk melihat foto profi toko, informasi, dan produk yang dijual.

Ini karena profil dan catatan toko bisa dioptimalkan untuk menonjolkan keunggulan toko, yang membuat konsumen rela melihat produk yang dijual di e-commerce.

5. Hanya andalkan marketplace
Diakui memang, pengunjung marketplace jumlahnya hingga jutaan kali dalam sehari, tapi tidak setiap saat konsumen membuka aplikasi marketplace. Konsumen malah cenderung lebih sering membuka media sosial, untuk melihat hiburan atau bahkan berbelanja.

Jadi, jangan hanya mengandalkan marketplace atau e-commerce, buat juga akun toko di media sosial sebagai referensi lain konsumen.

Lewat media sosial juga, pelaku usaha kuliner bisa melakukan branding, dan berinteraksi dengan lebih banyak orang. Lalu apabila tertarik membeli konsumen bisa membeli melalui toko yang ada di platform e-commerce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Foto Warung Nasi Uduk di Pagi Hari, Publik Syok Ternyata Kalau Malam Jadi Tempat Ini

Viral Foto Warung Nasi Uduk di Pagi Hari, Publik Syok Ternyata Kalau Malam Jadi Tempat Ini

Batam | Rabu, 08 September 2021 | 08:48 WIB

Izin Usaha Dibekukan Gegara Kerumunan, Begini Suasana Holywings Kemang

Izin Usaha Dibekukan Gegara Kerumunan, Begini Suasana Holywings Kemang

Jakarta | Selasa, 07 September 2021 | 17:40 WIB

KPPU RI Soroti Minimarket Menjamur Hingga Pedesaan: Menghancurkan Pedagang Kecil

KPPU RI Soroti Minimarket Menjamur Hingga Pedesaan: Menghancurkan Pedagang Kecil

Sulsel | Selasa, 07 September 2021 | 17:10 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×